Khutbah Jumat: Hampir Saja Hatiku Terbang

Download Pdfnya Klik
“Hampir Saja Hatiku Terbang!”
Penulis:
(Kandidat Doktor Qassim University, KSA)
Ustaz Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.
Khutbah pertama:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى، وَقَدَّرَ فَهَدَى، أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ، وَأَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ صَنَعَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَاتَّقُوا اللَّهَ عِبَادَ اللَّهِ حَقَّ التَّقْوَى، وَرَاقِبُوهُ فِي السِّرِّ وَالنَّجْوَى، قال الله تعالى:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾.
Amma ba’du.
Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’la…
Bertakwalah kepada Allah wahai hamba-hamba-Nya dengan sebenar-benarnya takwa. Awasilah Dia ketika sendiri maupun di hadapan manusia.
Allah Ta’ala berfirman:
«يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ»
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan sebagai muslim.” (QS. Āli ‘Imrān: 102)
Maasyiral muslimin wazumratal mu’minin rahimakumullah…
Setelah Perang Badar, datanglah Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu untuk menebus beberapa tawanan. Saat itu beliau masih dalam keadaan kafir.
Ia mendapati Rasulullah ﷺ sedang mengerjakan shalat Maghrib. Ketika itu beliau mendengar Nabi ﷺ membaca Surah Ath-Thur. Saat Nabi sampai pada firman Allah:
«أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۚ بَلْ لَا يُوقِنُونَ أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُصَيْطِرُونَ»
“Apakah mereka tercipta tanpa sesuatu pun yang menciptakan? Ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri? Ataukah mereka yang menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini. Ataukah di sisi mereka perbendaharaan Tuhanmu? Ataukah mereka yang berkuasa?” (QS. Ath-Thūr: 35–37)
Jubair berkata:
«كَادَ قَلْبِي أَنْ يَطِيرَ، وَذَلِكَ أَوَّلَ مَا وَقَرَ الإِيمَانُ فِي قَلْبِي»
“Hampir saja hatiku terbang. Saat itulah pertama kali iman mulai menetap di dalam hatiku.” (HR. Al-Bukhari no. 4023 dan 4854)
Ayat-ayat itu mengguncang hatinya dan menggoyahkan seluruh keyakinannya. Padahal saat itu ia masih seorang penyembah berhala. Namun ayat-ayat tersebut berbicara langsung kepada fitrahnya dengan logika yang sangat jelas.
Seakan-akan Allah bertanya kepadanya:
– Apakah engkau tercipta tanpa ada yang menciptakanmu? Tentu tidak.
– Apakah engkau menciptakan dirimu sendiri? Mustahil.
– Apakah engkau yang menciptakan langit dan bumi? Tentu bukan.
Kalau begitu, pasti ada Tuhan Yang Mahabesar yang menciptakan langit, bumi, dan seluruh manusia. Lalu mengapa mereka tidak beriman kepada-Nya?
Allah Ta’ala berfirman:
«هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ»
“Dialah Allah, Yang Maha Pencipta, Yang Mengadakan dari tiada, Yang Membentuk rupa. Milik-Nya semua nama yang paling indah.” (QS. Al-Hasyr: 24)
Dialah Allah, Pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya, Yang mengadakan semuanya dari ketiadaan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
««كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ غَيْرُهُ»»
“Allah telah ada, sedangkan belum ada sesuatu pun selain-Nya.” (HR. Al-Bukhari no. 3191)
Allah telah ada sejak azali. Tidak ada sesuatu pun sebelum-Nya. Kemudian Dia berkehendak menciptakan makhluk, lalu Dia menciptakan segala sesuatu.
Nabi ﷺ bersabda:
«كُلُّ شَيْءٍ خَلْقُ اللَّهِ، وَمِلْكُ يَدِهِ»
“Segala sesuatu adalah ciptaan Allah dan berada di bawah kekuasaan-Nya.” (HR. Muslim no. 2650)
Semua makhluk pada awalnya tidak ada. Tidak memiliki wujud maupun contoh sebelumnya. Lalu Allah menetapkan keberadaannya, menciptakannya dengan bentuk yang paling sempurna dan paling sesuai, kemudian mewujudkannya sebagaimana yang Dia kehendaki.
Dengan kekuasaan-Nya, Allah menciptakan tujuh lapis langit tanpa tiang penyangga. Dia menciptakan seluruh benda langit dan bintang-bintang, milyaran bahkan tak terhitung banyaknya galaksi dan alam semesta. Tidak ada yang mengetahui jumlahnya selain Allah. Hanya Dia semata yang menciptakan dan mengadakannya.
Dia pula yang menciptakan tujuh lapis bumi beserta seluruh isinya. Dia menciptakan gunung-gunung, pepohonan, seluruh hewan melata, air hujan, malam, siang, matahari, dan bulan.
Allah Ta’ala berfirman:
«اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ»
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan demikian pula bumi.” (QS. Ath-Thalāq: 12)
Allah juga berfirman:
«وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ»
“Dialah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Al-Anbiyā’: 33).
Allah menciptakan para malaikat, bangsa jin, dan manusia. Masing-masing diciptakan dari bahan yang Dia kehendaki.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ»
“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, sedangkan Adam diciptakan dari bahan yang telah dijelaskan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996)
Allah menciptakan jutaan jenis makhluk, baik yang berada di atas bumi, di bawah bebatuan, di angkasa, maupun di kedalaman lautan. Pada setiap jenis makhluk itu terdapat milyaran bahkan tak terhitung jumlah individunya. Tidak ada yang mengetahui jumlah mereka selain Allah. Karena itulah Rasulullah ﷺ sering bertasbih dengan doa:
«سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ خَلْقِهِ»
“Mahasuci Allah sebanyak jumlah seluruh makhluk-Nya.” (HR. Muslim no. 2726)
Renungkanlah jumlah malaikat saja.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَطَّتِ السَّمَاءُ، وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ، مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ»
“Langit berderit, dan memang pantas ia berderit. Tidak ada ruang di langit sebesar empat jari kecuali di sana ada malaikat yang meletakkan dahinya untuk bersujud kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi no. 2312; dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah no. 3378)
Allah menciptakan segala sesuatu, lalu memberikan kepada setiap makhluk bentuk dan sifat yang sesuai dengannya.
Demikianlah Nabi Musa ‘alaihissalam memperkenalkan Rabbnya ketika Fir’aun bertanya:
«فَمَنْ رَبُّكُمَا يَا مُوسَى قَالَ رَبُّنَا الَّذِي أَعْطَى كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَى»
“Fir’aun berkata, ‘Siapakah Tuhan kalian berdua, wahai Musa?’ Musa menjawab, ‘Tuhan kami ialah Dzat yang telah memberikan kepada setiap makhluk bentuk penciptaannya, kemudian memberinya petunjuk.’” (QS. Thaha: 49–50)
Allah memberikan kepada setiap makhluk bentuk, rupa, kemampuan, dan segala sesuatu yang sesuai dengan kehidupannya. Dia menambah apa yang Dia kehendaki pada ciptaan-Nya dengan ukuran yang sangat tepat.
Allah Ta’ala berfirman:
«وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا»
“Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkannya dengan ukuran yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-Furqan: 2)
Karena Allah adalah Al-Khallāq (Maha Pencipta), Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, maka Dia menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya dan menyempurnakan seluruh ciptaan-Nya.
Allah berfirman:
«صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ»
“Demikianlah ciptaan Allah yang telah menyempurnakan segala sesuatu. Sungguh Dia Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. An-Naml: 88)
Tidak ada cacat, kekurangan, ataupun kesalahan dalam ciptaan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
«الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِنْ فُطُورٍ»
“Dialah yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Engkau tidak akan melihat sedikit pun ketidakseimbangan pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah engkau melihat suatu cacat?” (QS. Al-Mulk: 3)
Wahai manusia, Allah telah menciptakanmu dengan bentuk yang paling mulia, postur yang paling sempurna, dan rupa yang paling indah. Dia membentukmu dengan sebaik-baiknya. Mahasuci Allah, sebaik-baik Pencipta.
Allah Ta’ala berfirman:
«لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ»
“Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4)
Dan Allah juga berfirman:
«وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ»
“Dia membentuk rupa kalian, lalu memperindah rupa kalian.” (QS. At-Taghabun: 3)
Seluruh ciptaan ini tidak diciptakan dengan sia-sia dan tanpa tujuan. Bahkan Allah tidak menciptakan seekor semut atau sehelai daun melainkan dengan hikmah. Tidak pula Dia menciptakan satu anggota tubuh atau satu partikel kecil pada makhluk-Nya kecuali mengandung hikmah yang Dia ketahui.
Allah Ta’ala berfirman:
«وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ»
“Kami tidak menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya sebagai permainan. Kami menciptakan semuanya dengan tujuan yang benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Ad-Dukhan: 38–39)
Inilah keyakinan orang-orang yang benar-benar beriman dan berakal.
Allah Ta’ala berfirman:
«إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Mereka adalah orang-orang yang mengingat Allah ketika berdiri, duduk, maupun berbaring, serta memikirkan penciptaan langit dan bumi seraya berkata, ‘Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka lindungilah kami dari azab neraka.’” (QS. Ali ‘Imran: 190–191)
Wahai Hamba-hamba Allah
Seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah, Al-Khallāq, Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui, wajib meyakini bahwa hanya Allah satu-satunya sesembahan yang berhak diibadahi, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Sebab semua selain Allah pada awalnya tidak ada, lalu Allah-lah yang menciptakan mereka. Segala sesuatu yang dipertuhankan selain Allah hakikatnya hanyalah makhluk. Baik itu malaikat, manusia, benda hidup maupun benda mati, batu, matahari, bulan, berhala, ataupun kuburan, semuanya adalah ciptaan Allah.
Lalu bagaimana mungkin seorang hamba menyamakan Sang Pencipta dengan makhluk ciptaan-Nya? Bahkan bagaimana mungkin ia tunduk dan beribadah kepada makhluk yang sama-sama diciptakan seperti dirinya?Jika masih ada lanjutan khutbah ini, saya akan menerjemahkannya dengan format dan gaya yang sama agar menjadi satu naskah yang utuh.
Allah Ta’ala berfirman:
«ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ»
“Dialah Allah, Tuhan kalian. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, Pencipta segala sesuatu. Maka sembahlah Dia.” (QS. Al-An’am: 102)
Allah juga berfirman:
«وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ»
“Mereka menjadikan sesembahan-sesembahan selain Allah, padahal sesembahan itu tidak mampu menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri adalah makhluk yang diciptakan.” (QS. Al-Furqan: 3)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
«أَفَمَنْ يَخْلُقُ كَمَنْ لَا يَخْلُقُ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ»
“Apakah Dzat yang mampu menciptakan sama dengan yang tidak mampu menciptakan? Tidakkah kalian mengambil pelajaran?” (QS. An-Nahl: 17)
Semua makhluk selain Allah, meskipun berkumpul seluruhnya, tidak akan mampu menciptakan seekor lalat dari ketiadaan, bahkan sebutir biji gandum pun tidak sanggup mereka ciptakan. Betapa lemahnya manusia, dan betapa bodohnya orang yang menggantungkan harapan kepada makhluk yang lemah, lalu berpaling dari Ar-Rahman.
Allah Ta’ala berfirman:
«يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ»
“Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan, maka dengarkanlah. Sesungguhnya segala yang kalian sembah selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat, meskipun mereka bersatu untuk menciptakannya. Bahkan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak mampu merebutnya kembali. Betapa lemahnya yang meminta dan yang diminta.” (QS. Al-Hajj: 73)
Allah bahkan menantang mereka, sebagaimana disampaikan Rasulullah ﷺ:
«فَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً أَوْ لِيَخْلُقُوا حَبَّةً أَوْ شَعِيرَةً»
“Kalau memang mampu, hendaklah mereka menciptakan seekor semut kecil, atau sebutir biji, atau sebutir gandum.” (HR. Al-Bukhari no. 5953 dan Muslim no. 2111)
Seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah, Al-Khallāq, Al-Bāri’, dan Al-Muṣawwir, hanya akan tunduk, patuh, berserah diri, dan menjadikan hukum Allah sebagai satu-satunya pedoman hidup. Sebab hanya Dialah yang menciptakannya.
Di antara doa yang dibaca Nabi ﷺ ketika sujud adalah:
«سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ»
“Wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya, membentuknya, membuka pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci Allah, sebaik-baik Pencipta.” (HR. Muslim no. 771)
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
«سَأَلْتُ النَّبِيَّ ﷺ: «أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ؟» قَالَ: «أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ». قُلْتُ: إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيمٌ»
“Aku bertanya kepada Nabi ﷺ Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?’ Beliau menjawab, ‘Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang telah menciptakanmu.’ Aku berkata, ‘Sungguh itu adalah dosa yang sangat besar.’” (HR. Al-Bukhari no. 4477 dan Muslim no. 86)
فيا عجبًا كيف يُعصى الإلهُ *** أم كيف يجحدُه الجاحدُ
Betapa mengherankan, Bagaimana mungkin Allah masih terus didurhakai, dan bagaimana mungkin masih ada orang yang mengingkari-Nya.
وفي كلِّ شيءٍ لَهُ آيةٌ *** تدلُّ على أنَّهُ الواحِدُ
Padahal pada setiap makhluk terdapat tanda-tanda, yang menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
Amma Ba’du…
Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’la…
Merenungkan keagungan ciptaan Allah, kesempurnaan karya-Nya, dan indahnya penciptaan-Nya akan menumbuhkan rasa pengagungan kepada Allah serta memuliakan kedudukan-Nya di dalam hati.
Maasyiral muslimin wazumratal mu’minin rahimakumullah…
Tidakkah engkau memperhatikan dirimu sendiri? Dahulu engkau hanyalah setetes air yang hina, kemudian Allah membentukmu menjadi manusia yang sempurna dengan rupa yang indah. Tidakkah engkau memperhatikan betapa menakjubkannya ciptaan Allah pada dirimu, sehingga engkau mengenal bahwa Rabbmu Maha Mengetahui, Mahakuasa, Mahabijaksana, Mahaagung, dan Maha Penyayang?
Allah Ta’ala berfirman:
«مَا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا»
“Mengapa kalian tidak mengagungkan kebesaran Allah, padahal Dia telah menciptakan kalian melalui berbagai tahapan?” (QS. Nuh: 13–14)
Wahai manusia, apa yang telah memperdayamu sehingga engkau mengingkari Rabbmu? Padahal setiap bagian dari dirimu dan seluruh alam semesta menjadi bukti yang menunjukkan keagungan dan kemuliaan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
«يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ»
“Wahai manusia! Apa yang telah memperdayamu terhadap Rabbmu Yang Maha Mulia? Dialah yang menciptakanmu, menyempurnakan kejadianmu, dan menjadikan susunan tubuhmu seimbang. Dalam bentuk apa pun yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (QS. Al-Infithar: 6–8)
Seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah sebagai Sang Pencipta tidak akan pernah mendahulukan ketaatan kepada makhluk daripada ketaatan kepada Allah, siapa pun orang yang memerintahkannya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا طَاعَةَ لِمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ»
“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam perkara yang merupakan kemaksiatan kepada Al-Khaliq (Sang Pencipta).” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani)
Jadikanlah hadis ini sebagai prinsip hidupmu.
Apabila ada perintah dari siapa pun yang bertentangan dengan perintah Allah, maka tinggalkanlah perintah itu. Betapapun tinggi kedudukan orang tersebut di hadapanmu, dan sebesar apa pun pengaruhnya dalam urusan dunia, jangan pernah mendahulukan keinginannya di atas perintah Allah.
Sebab ketaatan sejati hanyalah milik Allah, Dzat yang memiliki hak menciptakan sekaligus hak memerintah. Sebagaimana tidak ada selain-Nya yang mampu menciptakan, maka tidak ada pula selain-Nya yang berhak menetapkan aturan bagi manusia.
﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللهم اغفِر لَنا ذُنوبَنا وإسرافَنا في أمرِنا، وثبت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين.
اللهم كن لعبادِكَ المستضعَفين، ودمِّرِ اليهودَ الـمُجرمين ومَن وَالَاهُم اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي فِلِسْطِينَ، اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي غَزَّةَ.
اللّهمَّ آمِنَّا في أوطانِنا، وأصلِحْ أئمّتَنا وُولاةَ أمورِنا، واجعل وِلايتَنا فيمن خافَكَ واتّقاكَ واتّبعَ رِضاك.
عِبَادَ الله: اذكرُوا اللهَ ذِكرًا كثيرًا، وسبِّحوهُ بُكرةً وأصيلًا، وآخرُ دَعوانا أَنِ الحمدُ للهِ ربِّ العالمين.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ حُكَّامَ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ إِنْدُونِيسِيَا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
أَقِمِ الصَّلَاةَ.

+6285333345252



