Tatsqif

Surah Al-Kahfi: Pembawa Sakinah & Pelindung Dari Dajjal

Surah Al-Kahfi: Pembawa Sakinah & Pelindung Dari Dajjal

[Serial Suatu Hari Bersama Nabi ﷺ]

Pembaca Budiman, dalam artikel ini, kita akan membahas dua fadhilah yang sahih dari surah Al-Kahfi.

Pertama: Turunnya as-sakinah.

Pada suatu malam, seorang sahabat Nabi ﷺ  membaca Surah Al-Kahfi dan menyaksikan sebuah kejadian yang menakjubkan. Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Al-Bara’ bin ‘Azib Radhiyallahu ‘anhu:

كَانَ رَجُلٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الكَهْفِ، وَإِلَى جَانِبِهِ حِصَانٌ مَرْبُوطٌ بِشَطَنَيْنِ، فَتَغَشَّتْهُ سَحَابَةٌ، فَجَعَلَتْ تَدْنُو وَتَدْنُو وَجَعَلَ فَرَسُهُ يَنْفِرُ، فَلَمَّا أَصْبَحَ أَتَى النَّبِيَّ ﷺ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: “تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالقُرْآنِ.

“Ada seorang pria membaca Surah Al-Kahfi, di sampingnya ada seekor kuda yang terikat dengan dua tali. Tiba-tiba awan menaunginya dan mendekat perlahan-lahan, hingga kudanya berlari ketakutan. Ketika pagi hari, ia mendatangi Nabi dan menceritakan kejadian tersebut. Maka Nabi bersabda: ‘Itulah as-sakinah yang turun karena Al-Qur’an.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnu Katsir rahimahullāh menjelaskan bahwa sahabat yang membaca Surah Al-Kahfi tersebut adalah Usaid bin Al-Hudhair Radhiyallahu ‘anhu. (Tafsir Ibnu Katsir: 5/133)

Kata as-sakinah ditafsirkan sebagai rahmat dan ketenteraman hati. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menyatakan bahwa setiap kata sakinah dalam Al-Qur’an bermakna ketenteraman dan ketenangan jiwa, kecuali yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah (Umdatul Qari Syarh Shahih Al-Bukhari, Badruddin Al-‘Aini: 19/178).

Kondisi Turunnya Ketenangan (As-Sakinah)

Kata as-sakinah disebutkan dalam beberapa tempat di dalam Al-Qur’an, dan selalu hadir sebagai karunia ilahi untuk menguatkan hati orang-orang beriman pada masa-masa sulit. Al-Qur’an menjelaskan sebab dan kondisi turunnya as-sakinah:

Sebagai bukti dan tanda keagungan Allah.

Seperti pada kisah Thalut, Allah menjadikan Tabut sebagai sumber ketenangan dan keteguhan bagi Bani Israil saat perang, Firman Allah Ta’ala: “Bahwa Tabut itu akan datang kepadamu, yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Rabbmu.” (QS. Al-Baqarah: 248).

Kejujuran dan keteguhan saat momen kritis:

As-sakinah turun di saat-saat paling kritis untuk meneguhkan hati seorang mukmin, ini dapat kila perhatikan pada dua pristiwa sejarah berikut:

Di dalam Gua: Saat hijrah Nabi ﷺ bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq, sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Ketika dia berkata kepada sahabatnya, ‘Janganlah engkau berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita.’ Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepadanya dan membantunya dengan tentara yang tidak kamu lihat.” (QS. At-Taubah: 40).

Pada Perang Hunain: Ketika barisan kaum muslimin sempat terdesak, kemudian balik Bersatu bersama Nabi ﷺ. Firman-Nya: “Kemudian Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan tentara yang kamu tidak lihat.” (QS. At-Taubah: 26).

Keimanan yang Jujur , firman Allah Azza wa Jalla: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di atas keimanan mereka.” (QS. Al-Fath: 4).

Janji setia demi membela agama, firman Allah Azza wa Jalla: “Sungguh, Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat.” (QS. Al-Fath: 18).

Berpegang teguh pada kalimat takwa dan menjauhi fanatisme jahiliah. Firman Allah Ta’ala:  “Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin, dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa.” (QS. Al-Fath: 26).

Kalimat takwa adalah Lā Ilāha Illallāh, yakni tauhid yang Ikhlas. (Tafsir Ibnu Katsir: 7/346).

Kedua: Perlindungan dari Fitnah Dajjal

Keutamaan sahih lainnya dari Surah Al-Kahfi adalah perlindungan dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal:

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terhindar dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim).

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari Surah Al-Kahfi, maka ia terhindar dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim).

Korelasi Surah Al-Kahfi dengan Perlindungan dari Fitnah Dajjal

Surah Al-Kahfi mendidik seorang mukmin tentang landasan keselamatan dari fitnah-fitnah besar, yang puncaknya adalah fitnah Dajjal:

Fitnah Agama (Kisah Ashabul Kahfi): Sekelompok pemuda yang teguh pada tauhid meskipun di bawah tekanan masyarakat dan penguasa. Ini pelajaran untuk teguh menghadapi fitnah akidah.

Fitnah Harta (Kisah Pemilik Dua Kebun): Menjelaskan bagaimana harta bisa menipu manusia dari akhirat. Dajjal akan membawa fitnah materi yang luar biasa besar untuk memperdaya manusia.

Fitnah Ilmu (Kisah Nabi Musa dan Khidhir alaihimassalam): Mengajarkan agar tidak tertipu oleh ilmu yang terbatas dan tidak menilai sesuatu hanya dari lahiriahnya saja. Ini sangat penting karena Dajjal beraksi dengan penyamaran dan kebohongan.

Fitnah Kekuasaan (Kisah Zulkarnain): Menampilkan contoh kekuatan di tangan hamba saleh yang menggunakannya untuk keadilan, bukan kesombongan. Sebaliknya, Dajjal adalah simbol kekuasaan yang menyesatkan.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada satu pun (ujian/fitnah) sejak penciptaan Adam hingga hari kiamat yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.” (HR. Muslim dari Imran bin Husain radhiyallahu anhu).

Dengan membaca dan menghayati Surah Al-Kahfi, seorang mukmin akan memahami berbagai macam fitnah yang ia hadapi di dunia ini, juga cara membentengi diri darinya, sebagai latihan dan persiapan untuk menghadapi fitnah yang lebih besar, yakni fitnah Dajjal.

Ketiga: Cara Membentengi Diri dari Fitnah dalam Surah Al-Kahfi

Fitnah Kisah Cara Selamat Dalil
Fitnah Agama Ashabul Kahfi Keteguhan dalam iman “Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka, dan Kami teguhkan hati mereka.” (QS. Al-Kahfi: 13-14)
Fitnah Dunia & Harta Pemilik Dua Kebun Memahami hakikat dunia & bersyukur “Dan buatkanlah untuk mereka perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air yang Kami turunkan dari langit…” (QS. Al-Kahfi: 45)
Fitnah Ilmu Nabi Musa & Khidhir Menuntut ilmu, rendah hati, dan sabar “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku ilmu yang benar…” (QS. Al-Kahfi: 66)

“Dia berkata, ‘Insya Allah engkau akan mendapatiku sebagai orang yang sabar…'” (QS. Al-Kahfi: 69)

Fitnah Kekuasaan Zulkarnain Berbuat adil & menyandarkan keutamaan kepada Allah Ta’ala. “Zulkarnain berkata: ‘Ini adalah rahmat dari Rabbku.'” (QS. Al-Kahfi: 98)
Fitnah Secara Umum Seluruh Kisah Teman yang saleh, hindari sumber fitnah, & fokus ke akhirat “Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari…” (QS. Al-Kahfi: 28)

“Maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Rabbmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu…” (QS. Al-Kahfi: 16)

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan kebajikan…” (QS. Al-Kahfi: 110)

Ketiga: Membaca Surah Al-Kahfi pada malam dan hari Jum’at.

Banyak riwayat yang menyebutkan keutamaan membaca Surah Al-Kahfi pada malam dan hari Jum’at. Umumnya hadits-hadits tersebut dhaif, tetapi sebagian ulama mensahihkannya, seperti Syekh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah, beliau mensahihkan hadits Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu.

Terlepas dari derajat hadits-hadits tersebut, membacanya pada malam atau hari Jum’at hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan ketenangan (sakinah) ke dalam hati kita, menguatkan iman kita, dan melindungi kita semua beserta keluarga dari segala bentuk fitnah dunia, terutamanya dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

Abu Mutsanna, Lc., M.A., Ph.D.

Doktor Bidang Fiqih dan Ushul, King Saud University, Riyadh, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button