Mimbar Jumat

Khutbah Jumat: Keutamaan dan Adab-Adab Hari Jumat

Download Pdfnya Klik

“Keutamaan dan Adab-Adab Hari Jumat”

Penulis:

Tim Ilmiah Markaz Inayah

Khutbah pertama:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَهْدِيهِ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa: 1).

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah menang dengan kemenangan yang agung.” (QS. Al-Ahzab: 70-71).

Amma Ba’du:

Hamba-hamba Allah Rahimakumullah,

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memilih tempat-tempat yang paling mulia dan paling utama, serta memilih waktu-waktu yang paling agung dan paling sempurna. Di antara waktu yang dipilih oleh Allah adalah hari Jumat. Ia adalah sebaik-baik hari tempat terbitnya matahari, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari tersebut. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Nabi ﷺ bersabda:

«خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ؛ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ»

“Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, pada hari itu ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan telah bersumpah dengannya untuk mengagungkannya:

﴿وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ * وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ﴾

“Dan demi hari yang dijanjikan, demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.” (QS. Al-Buruj: 2-3).

Yang dimaksud dengan “yang menyaksikan” (asy-syahid) adalah hari Jumat, sedangkan “yang disaksikan” (al-masyhud) adalah hari Arafah. Hari Jumat inilah hari yang Allah tunjukkan kepada umat ini sebagai bentuk kecintaan dan pemuliaan.

Hari yang agung ini memiliki adab-adab syar’i dan tuntunan sunnah yang mulia, yang sudah sepantasnya bagi setiap muslim untuk berusaha mengamalkan dan menjaganya.

Pertama: Mandi, Membersihkan Diri, dan Memakai Wewangian

Di antara adab-adab tersebut adalah mandi, membersihkan diri, bersiwak (menggosok gigi), memakai wewangian, mengenakan pakaian terbaik, dan tidak melangkahi pundak-pundak orang lain. Dari Abu Said Al-Khudri dan Abu Hurairah رضي الله عنهما, keduanya berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ، وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كَانَ عِنْدَهُ، ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَلَمْ يَتَخَطَّ رِقَابَ النَّاسِ، ثُمَّ صَلَّى مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، ثُمَّ أَنْصَتَ إِذَا خَرَجَ إِمَامُهُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْ صَلَاتِهِ؛ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ جُمُعَتِهِ الَّتِي قَبْلَهَا»

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat, mengenakan pakaiannya yang terbaik, dan memakai wewangian jika ia memilikinya, kemudian mendatangi shalat Jumat dan tidak melangkahi pundak-pundak orang lain, lalu mengerjakan shalat sunnah semampunya, kemudian diam mendengarkan ketika imamnya keluar (naik mimbar) hingga selesai shalatnya; maka amalan itu akan menjadi pelebur dosa antara Jumat tersebut dengan Jumat sebelumnya.”

Kedua: Datang Lebih Awal ke Masjid

Di antara adab lainnya adalah bersegera (datang lebih awal) menuju shalat Jumat untuk meraih keutamaan mendahului orang lain dan mendapatkan shaf pertama, menanti dimulainya shalat, serta menyibukkan diri dengan shalat sunnah, zikir, dan ibadah lainnya. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتِ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ»

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah, kemudian berangkat (pada waktu yang pertama), maka seakan-akan ia berkurban seekor unta. Barangsiapa yang berangkat pada waktu yang kedua, maka seakan-akan ia berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang berangkat pada waktu yang ketiga, maka seakan-akan ia berkurban seekor domba bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada waktu yang keempat, maka seakan-akan ia berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang berangkat pada waktu yang kelima, maka seakan-akan ia berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (naik mimbar), maka para malaikat hadir untuk mendengarkan khutbah (zikir).” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Saudara-saudaraku seiman,

Di antara adab hari Jumat lainnya adalah berjalan kaki menuju masjid bagi yang mampu melakukannya, meninggalkan perbuatan sia-sia dan perkataan yang tidak bermanfaat, serta diam mendengarkan khatib dan mendekat kepadanya. Aus bin Aus Ats-Tsaqafi رضي الله عنه berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ، وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ، وَدَنَا مِنَ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ؛ كَانَتْ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ، أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا»

“Barangsiapa yang memandikan (istrinya) dan mandi pada hari Jumat, berangkat lebih awal dan mendapatkan awal khutbah, berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam lalu mendengarkan dan tidak berbuat sia-sia; maka bagi setiap langkah kakinya ia mendapatkan pahala amal setahun, yaitu pahala puasa dan shalat malamnya.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ashhabus Sunan).

Diharamkan pula melakukan aktivitas jual beli ketika azan kedua pada hari Jumat telah dikumandangkan, agar seseorang tidak tersibukkan dari mendengarkan khutbah dan melaksanakan shalat, serta agar ia tidak kehilangan pahala dan ganjaran ibadah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9).

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ مَا تَسْمَعُونَ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَاهُ.

Amma Ba’du:

Hamba-hamba Allah yang berbahagia,

Di antara adab yang sangat dianjurkan untuk dipelihara oleh seorang muslim pada hari Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi, serta memperbanyak salawat kepada Nabi ﷺ pada hari dan malam Jumat. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri رضي الله عنه bahwa Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ»

“Barangsiapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jumat.” (Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi).

Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid

Di antara adab lainnya adalah mengerjakan shalat sunnah dua rakaat ketika memasuki masjid sebelum duduk, meskipun khatib sedang berada di atas mimbar. Dari Jabir bin Abdullah رضي الله عنهما, ia berkata: Seseorang datang kepada Nabi ﷺ ketika beliau sedang berkhutbah di hadapan manusia pada hari Jumat, lalu beliau bertanya:

«أَصَلَّيْتَ يَا فُلَانُ؟»

“Apakah engkau sudah shalat, wahai fulan?” Orang itu menjawab, “Belum.” Beliau bersabda:

«فَقُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ»

“Maka bangunlah dan kerjakanlah shalat dua rakaat.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Memperbanyak Doa dan Mencari Waktu Mustajab

Adab selanjutnya adalah memperbanyak doa dan zikir, serta mencari waktu dimakbulkannya doa (sa’atul ijabah). Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ menyebutkan hari Jumat, lalu beliau bersabda:

«فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ»

“Di dalamnya terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim menepatinya dalam keadaan berdiri melaksanakan shalat, memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, melainkan Allah pasti akan memberikannya kepadanya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Menjaga Ketertiban dan Adab di Dalam Masjid

Di antara adab lainnya adalah tidak menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya agar ia bisa duduk di tempat tersebut, tidak memisahkan antara dua orang yang sedang duduk untuk duduk di antara keduanya, dan tidak berbicara pada saat khutbah berlangsung. Hendaklah ia tidak bermain-main dengan kerikil, tasbih, atau sejenisnya, serta senantiasa menjaga adab-adab masjid baik saat masuk, berdiam di dalamnya, maupun saat keluar.

Diutamakan pula mengerjakan shalat sunnah setelah shalat Jumat. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا»

“Apabila salah seorang dari kalian telah selesai mengerjakan shalat Jumat, maka hendaklah ia shalat (sunnah) empat rakaat setelahnya.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Hendaklah setiap muslim senantiasa menjaga dirinya, memelihara pendengaran, penglihatan, serta lisannya dari segala hal yang dapat menodai ibadahnya.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أَمَرَكُمْ رَبُّكُمْ بِالصَّلَاةِ عَلَيْهِ فَقَالَ: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَانْصُرِ اللَّهُمَّ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ.

اللَّهُمَّ كُنْ لِإِخْوَانِنَا الْمُسْتَضْعَفِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ نَاصِرًا وَمُعِينًا وَمُؤَيِّدًا وَظَهِيرًا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحِ اللَّهُمَّ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَوَفِّقْ بِالْحَقِّ إِمَامَنَا وَوَلِيَّ أَمْرِنَا خَادِمَ الْحَرَمَيْنِ، وَوَفِّقْهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ لِمَا فِيهِ صَلَاحُ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

markazinayahofficial

@markazinayah

t.me/markaz_inayah

@markazinayah

@markazinayah

add/markaz_inayah

pin.it/27A9yFJT5

@markazinayah

@markazinayah

www.markazinayah.com

+6285333345252

Tim Ilmiah Markaz Inayah

Markazinayah.com adalah website dakwah yg dikelola oleh Indonesian Community Care Center Riyadh, KSA. Isi dari website ini adalah kontribusi dari beberapa mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di beberapa universitas di Arab Saudi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button