Fatawa Haji & Umrah
-
40. Apa konsekuensi seorang yang berihram untuk melaksanakan umrah sunnat, kemudian ia tidak menyempurnakan thawaf/sa’i karena ada udzur?
40. Soal: Apa konsekuensi seorang yang berihram untuk melaksanakan umrah sunnat, kemudian ia tidak menyempurnakan thawaf/sa’i karena ada udzur? Jawab:…
Read More » -
39. Bolehkah ketika melaksanakan haji seorang membadalkan untuk dua orang?
39. Soal: Bolehkah ketika melaksanakan haji seorang membadalkan untuk dua orang? Jawab: Jika melaksanakan haji badal maka hanya boleh membadalkan…
Read More » -
38. Bolehkah melakukan umrah badal?
38. Soal: Bolehkah melakukan umrah badal? Jawab: Umrah badal maksudnya adalah mengumrahkan orang lain. Dibolehkan bagi seorang yang sudah pernah…
Read More » -
37. Jika ingin mencium hajar aswad atau berdo’a di multazam atau sholat di hijir ismail dan maqom Ibrahim, apakah harus didahului dengan thawaf sunnat?
37. Soal: Jika ingin mencium hajar aswad atau berdo’a di multazam atau sholat di hijir ismail dan maqom Ibrahim, apakah…
Read More » -
36. Apakah shalat sunnah di belakang makam ibrahim & minum air zamzam dilakukan juga saat tawaf wada?
36. Soal: Apakah shalat sunnah di belakang makam ibrahim & minum air zamzam dilakukan juga saat tawaf wada? Jawab: Setiap…
Read More » -
35. Apa hukum bagi seorang yang junub karena mimpi atau onani sebelum melakukan thawaf wada’?
35. Soal: Apa hukum bagi seorang yang junub karena mimpi atau onani sebelum melakukan thawaf wada’? Jawab: Untuk junub karena…
Read More » -
34. Bagaimana cara thawaf bagi wanita yang mengalami flek?
34. Soal: Bagaimana cara thawaf bagi wanita yang mengalami flek? Jawab: Pertama perlu diperjelas apa yang dimaksud dengan flek di…
Read More » -
33. Ketika melaksanakan sa’I, apakah setiap sampai di atas bukit Shafa dan Marwah harus selalu berdo’a menghadap ke Kabah, atau di awal start Shafa dan akhir sai Marwah saja?
33. Soal: Ketika melaksanakan sa’I, apakah setiap sampai di atas bukit Shafa dan Marwah harus selalu berdo’a menghadap ke Kabah,…
Read More » -
32. Setelah melakukan thawaf qudum/umrah bagi haji tamattu’, bolehkah menunda sa’i keesokan harinya?
32. Soal: Setelah melakukan thawaf qudum/umrah bagi haji tamattu’, bolehkah menunda sa’i keesokan harinya? Jawab: Tidak mengapa menunda sai setelah…
Read More » -
31. Jika thawaf terputus karena shalat fardhu, apakah harus mengulang dari awal atau melanjutkan thawaf yang tersisa?
31. Soal: Jika thawaf terputus karena shalat fardhu, apakah harus mengulang dari awal atau melanjutkan thawaf yang tersisa? Jawab: Jika…
Read More »