Khutbah Jumat: Nikmat Mata dan Penglihatan

Download Pdfnya Klik
Nikmat Mata dan Penglihatan
Penulis:
(Kandidat Doktor Qassim University, KSA)
Ustaz Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.
Khutbah pertama:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾ [آلُ عِمْرَانَ: ١٠٢]
﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا ﴾ [النِّسَاءِ: ١]
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ، وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ﴾ [الْأَحْزَابِ: ٧٠–٧١]
أَمَّا بَعْدُ:
Maasyiral muslimin wazumratal mu’minin rahimakumullah
Sesungguhnya mata adalah nikmat yang sangat agung dari Allah Ta’ala. Allah mengaruniakannya kepada setiap hamba sebagai anugerah yang patut disyukuri.
Allah berfirman:
﴿ وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ﴾
“Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Kemudian Dia memberikan kepada kalian pendengaran, penglihatan, dan hati agar kalian bersyukur.” (QS. An-Naḥl: 78)
Manusia dalam menyikapi nikmat ini terbagi menjadi dua golongan: orang yang bersyukur dan orang yang mengingkari nikmat.
Allah yang menciptakan manusia adalah Dzat yang juga menciptakan kedua matanya dengan bentuk yang paling indah dan paling sempurna. Tidak ada satu makhluk pun yang mampu menciptakan sesuatu yang sebanding dengannya, bahkan tidak mampu mendekatinya.
Perhatikanlah keindahan mata.
Sepasang mata saling melengkapi; apabila salah satunya mengalami kerusakan, yang lain masih dapat membantu. Mata selalu dibersihkan oleh cairan bening yang terus-menerus mengalir tanpa mengganggu penglihatan sedikit pun. Bola mata yang berbentuk bulat memungkinkan manusia melihat ke berbagai arah dengan sudut pandang yang luas.
Mata juga mampu menerima cahaya yang sangat terang maupun yang redup, mampu menyesuaikan diri terhadap objek yang dekat maupun yang jauh. Semua itu berlangsung secara otomatis dengan ketelitian yang sangat menakjubkan.
Lebih menakjubkan lagi adalah susunan bagian dalam mata. Berbagai gambar yang ditangkap mata diteruskan menuju otak melalui jaringan saraf yang sangat rumit, yang terdiri dari sekitar 900.000 serabut saraf. Sampai hari ini manusia masih belum mengetahui secara pasti bagaimana seluruh serabut itu mengubah apa yang dilihat menjadi gambaran yang dapat dipahami oleh otak.
Allah menyembunyikan rahasia itu agar manusia menyadari betapa lemahnya dirinya dan betapa besar kebutuhannya kepada Sang Pencipta.
Mata adalah permata yang Allah anugerahkan kepada kita, agar dengannya kita menyaksikan keagungan, kemurahan, dan karunia-Nya.
Mata Diciptakan untuk Taat kepada Allah
Allah tidak menciptakan mata agar selalu dipejamkan, tetapi agar digunakan melihat segala sesuatu yang diridhai-Nya.
Tidak ada satu pun ibadah yang diajarkan Rasulullah ﷺ yang memerintahkan seorang hamba untuk terus-menerus memejamkan matanya. Bahkan banyak ibadah justru bergantung kepada penglihatan, seperti shalat, thawaf, membaca Al-Qur’an, dan berbagai bentuk ibadah lainnya.
Inilah yang sesuai dengan sunnatullah dalam penciptaan.
Adapun ketika syariat memerintahkan menundukkan pandangan, maka hal itu dilakukan ketika mata digunakan untuk melihat sesuatu yang diharamkan, bukan karena mata itu sendiri buruk, tetapi karena penggunaannya yang salah.
Buta yang Hakiki adalah Butanya Hati
Allah menganugerahkan mata kepada sebagian hamba-Nya, namun ada pula yang Allah uji dengan kehilangan penglihatan. Mereka akan memperoleh ganti yang sempurna di akhirat apabila bersabar.
Namun sesungguhnya kebutaan yang paling berbahaya bukanlah butanya mata, melainkan butanya hati.
Betapa banyak orang yang memiliki mata tetapi tidak mampu melihat kebenaran.
Sebaliknya, betapa banyak orang yang kehilangan penglihatan, tetapi memiliki hati yang terang dan penuh petunjuk.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ ﴾
“Sungguh Kami telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (menjadi penghuni) neraka. Mereka memiliki hati tetapi tidak digunakan untuk memahami, memiliki mata tetapi tidak digunakan untuk melihat, dan memiliki telinga tetapi tidak digunakan untuk mendengar. Mereka seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’rāf: 179)
Allah juga berfirman:
﴿ وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ ﴾
“Engkau melihat mereka memandang kepadamu, padahal mereka tidak benar-benar melihat.” (QS. Al-A’rāf: 198)
Dan Allah berfirman:
﴿ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ ﴾
“Sesungguhnya yang buta itu bukanlah mata, tetapi yang buta ialah hati yang berada di dalam dada.” (QS. Al-Ḥajj: 46)
Mata Memiliki Ibadah Sebagaimana Anggota Tubuh Lainnya
Allah Ta’ala menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya.
Allah berfirman:
﴿ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴾
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzāriyāt: 56)
Ibadah itu tidak hanya dilakukan oleh hati dan lisan, tetapi juga oleh seluruh anggota badan. Setiap anggota tubuh memiliki bentuk ibadah yang sesuai dengannya. Demikian pula mata, ia memiliki ibadah-ibadah yang agung apabila digunakan sesuai dengan tujuan penciptaannya.
1. Memandang Tanda-Tanda Kekuasaan Allah di Langit dan Bumi
Di antara ibadah mata yang paling mulia adalah memandang kerajaan langit dan bumi, lalu merenungkan ciptaan Allah. Dari renungan itulah lahir rasa takut, pengagungan, dan kecintaan kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴾
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal; yaitu orang-orang yang senantiasa mengingat Allah ketika berdiri, duduk, maupun berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi seraya berkata: ‘Wahai Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka lindungilah kami dari azab neraka.'” (QS. Āli ‘Imrān: 190–191)
Allah juga berfirman:
﴿ وَكَأَيِّنْ مِنْ آيَةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ ﴾
“Betapa banyak tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan di bumi yang mereka lalui, namun mereka berpaling darinya.” (QS. Yūsuf: 105)
Dan Allah berfirman:
﴿ أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ ﴾
“Tidakkah mereka memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan? Langit bagaimana ia ditinggikan? Gunung-gunung bagaimana ditegakkan? Dan bumi bagaimana dihamparkan?” (QS. Al-Ghāsyiyah: 17–20)
2. Memandang Mushaf Al-Qur’an
Di antara ibadah mata adalah memandang mushaf Al-Qur’an yang memuat firman Allah Ta’ala.
Sebagaimana seorang mukmin mentadabburi kitab Allah yang terbentang di alam semesta, ia juga mentadabburi Kitab Allah yang dibaca, yaitu Al-Qur’an.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
«أَدِيمُوا النَّظَرَ فِي الْمُصْحَفِ، وَفِي كُتُبِ الْعِلْمِ»
“Biasakanlah memperbanyak memandang mushaf Al-Qur’an dan kitab-kitab ilmu.”
Tentu saja, memandang mushaf menjadi ibadah apabila disertai niat untuk mengagungkan, menghormati, dan mendekatkan diri kepada Allah.
3. Memandang Ulama dan Orang-Orang Saleh
Di antara ibadah mata ialah memandang akhlak, ketenangan, dan petunjuk para ulama rabbani.
Melihat mereka akan mengingatkan seseorang kepada Allah, kepada ilmu, dan kepada akhirat.
Rasulullahﷺ pernah bersabda tentang Ṭalḥah bin ‘Ubaidillāh radhiyallahu ‘anhu:
«مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى شَهِيدٍ يَمْشِي عَلَى الْأَرْضِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى هَذَا»
“Barang siapa ingin melihat seorang syahid yang berjalan di atas bumi, hendaklah ia melihat orang ini (Ṭalḥah).” (HR. At-Tirmidzi)
Memandang Thalhah mengingatkan kaum muslimin kepada pengorbanannya bersama Rasulullah ﷺ.
Demikian pula melihat para ulama yang ikhlas akan melembutkan hati karena tampak pada diri mereka rasa takut kepada Allah, tawadhu’, dan kesungguhan dalam beribadah.
Ja’far bin Sulaiman رحمه الله berkata:
«كُنْتُ إِذَا وَجَدْتُ مِنْ قَلْبِي قَسْوَةً غَدَوْتُ فَنَظَرْتُ فِي وَجْهِ مُحَمَّدِ بْنِ وَاسِعٍ، وَكُنْتُ إِذَا رَأَيْتُ وَجْهَهُ كَأَنَّهُ وَجْهُ ثَكْلَى»
“Apabila aku merasakan hatiku mulai keras, aku segera pergi memandang wajah Muhammad bin Wasi’. Setiap kali melihat wajah beliau, seakan-akan beliau adalah seorang ibu yang baru kehilangan anaknya (karena begitu tampak kesedihan dan rasa takutnya kepada Allah).”
4. Menangis karena Takut kepada Allah dan Berjaga di Jalan Allah
Di antara ibadah mata yang paling utama adalah menangis karena takut kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ، وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»
“Ada dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga di jalan Allah.” (HR. At-Tirmidzi, dan beliau menilainya hasan)
Tangisan yang lahir dari rasa takut kepada Allah merupakan tanda hidupnya hati, sedangkan mata yang berjaga demi menjaga kaum muslimin menunjukkan pengorbanan dan keikhlasan dalam membela agama Allah.
Balasan bagi Mata yang Taat
Apabila seorang mukmin menggunakan matanya untuk beribadah kepada Allah, maka Allah akan membalasnya dengan kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata mana pun.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ ﴾
“Pada hari itu orang-orang yang beriman akan menertawakan orang-orang kafir, sedangkan mereka duduk di atas dipan-dipan sambil memandang berbagai kenikmatan.” (QS. Al-Muṭaffifīn: 34–35)
Namun seluruh kenikmatan itu masih belum sebanding dengan nikmat yang paling agung bagi penghuni surga, yaitu melihat wajah Allah Yang Mahamulia.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ﴾
“Pada hari itu wajah-wajah orang beriman berseri-seri, memandang kepada Rabb mereka.” (QS. Al-Qiyāmah: 22–23)
Dari Shuhaib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا؟ أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ؟ قَالَ: فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ، فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ، وَهِيَ الزِّيَادَةُ»
Artinya:
“Apabila penghuni surga telah memasuki surga, Allah berfirman: ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu yang Aku tambahkan kepada kalian?’ Mereka menjawab: ‘Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami, memasukkan kami ke dalam surga, dan menyelamatkan kami dari neraka?’ Lalu Allah membuka hijab-Nya. Maka tidak ada kenikmatan yang lebih mereka cintai daripada memandang Rabb mereka. Itulah yang dimaksud dengan ‘tambahan’ dalam ayat tersebut.”
Kemudian beliau membaca firman Allah:
﴿ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ ﴾
‘Bagi orang-orang yang berbuat baik (ada pahala) yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah).’ (QS. Yūnus: 26).” (HR. Muslim)
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، تَعْظِيمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
Amma Ba’du
Maasyiral muslimin wazumratal mu’minin rahimakumullah
Sebagaimana mata memiliki ibadah, mata juga memiliki kemaksiatan. Di antara dosa terbesar yang dilakukan oleh mata adalah zina mata, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ أَوْ يُكَذِّبُهُ»
“Allah telah menetapkan bagian zina bagi setiap anak Adam, dan ia pasti akan mengalaminya. Zina mata adalah pandangan, zina lisan adalah ucapan, jiwa berangan-angan dan berkeinginan, sedangkan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bentuk-Bentuk Zina Mata
1. Memandang Lawan Jenis yang Bukan Mahram
Di antara bentuk zina mata adalah memandang wanita yang bukan mahram atau memandang laki-laki yang tampan dengan syahwat.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ﴾
“Apabila kalian meminta sesuatu kepada istri-istri Nabi, maka mintalah dari balik tabir. Cara itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka.” (QS. Al-Aḥzāb: 53)
Disebut dalam puisi arab:
كُلُّ الحَوَادِثِ مَبْدَؤُهَا مِنَ النَّظَرِ *** وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغَرِ الشَّرَرِ
كَمْ نَظْرَةٍ فَتَكَتْ فِي قَلْبِ صَاحِبِهَا *** فَتْكَ السِّهَامِ بِلَا قَوْسٍ وَلَا وَتَرِ
وَالْمَرْءُ مَا دَامَ ذَا عَيْنٍ يُقَلِّبُهَا *** فِي أَعْيُنِ الغِيدِ مَوْقُوفٌ عَلَى الخَطَرِ
يَسُرُّ مُقْلَتُهُ مَا ضَرَّ مُهْجَتَهُ *** لَا مَرْحَبًا بِسُرُورٍ عَادَ بِالضَّرَرِ
“Banyak musibah berawal dari sebuah pandangan. Sebagaimana kebakaran besar bermula dari percikan api yang kecil.
Betapa banyak satu pandangan telah melukai hati pemiliknya, seperti anak panah yang menembus tanpa busur dan tali.
Selama seseorang terus mengumbar pandangannya kepada lawan jenis, ia berada di ambang bahaya.
Matanya menikmati sesuatu yang justru membinasakan hatinya. Tidak ada kebaikan pada kesenangan yang akhirnya membawa penyesalan.”
Contoh yang sering terjadi di zaman sekarang:
Mengulang-ulang melihat foto atau video lawan jenis di media sosial tanpa kebutuhan.
Menikmati tontonan yang menampilkan aurat atau adegan yang membangkitkan syahwat.
Sengaja melihat status WhatsApp, Instagram, TikTok, atau YouTube karena tertarik kepada penampilan seseorang.
Menonton film atau drama yang dipenuhi adegan ikhtilath, pacaran, atau aurat hingga hati menjadi lalai.
Semua ini termasuk perkara yang wajib dijauhi oleh seorang mukmin yang ingin menjaga kesucian hatinya.
2. Mengintip Rumah atau Privasi Orang Lain
Di antara dosa mata adalah melihat ke dalam rumah orang lain tanpa izin.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّمَا جُعِلَ الِاسْتِئْذَانُ مِنْ أَجْلِ الْبَصَرِ»
“Sesungguhnya perintah meminta izin itu disyariatkan demi menjaga pandangan.” (HR. Al-Bukhari)
Termasuk dalam makna hadits ini pada masa kini adalah mengintip privasi orang lain melalui kamera, drone, CCTV tanpa hak, atau membuka foto dan data pribadi yang bukan hak kita.
3. Melihat Aurat Orang Lain
Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ»
“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lain, dan jangan pula seorang wanita melihat aurat wanita lainnya.” (HR. Muslim dan Ahmad, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)
4. Terpukau oleh Kemewahan Orang Kafir dan Orang Zalim
Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى﴾
“Janganlah engkau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan dunia yang telah Kami berikan kepada sebagian dari mereka sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Karunia Rabbmu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Ṭāhā: 131)
Ayat ini mengajarkan agar seorang mukmin tidak silau terhadap kemewahan dunia yang dapat melalaikan hati dari akhirat.
Kewajiban Menundukkan Pandangan
Allah Ta’ala berfirman:
﴿قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ﴾
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nūr: 30)
Barang siapa bersungguh-sungguh menjaga pandangannya karena Allah, niscaya Allah akan membimbingnya menuju jalan-jalan kebaikan.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ ﴾
“Orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh Allah bersama orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. Al-‘Ankabūt: 69)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Jagalah mata kita, karena mata adalah nikmat yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Gunakanlah untuk membaca Al-Qur’an, memandang tanda-tanda kebesaran Allah, menghadiri majelis ilmu, serta segala sesuatu yang mendekatkan diri kepada-Nya.
Janganlah kita menukar nikmat melihat yang Allah karuniakan dengan pandangan-pandangan haram yang hanya memberikan kenikmatan sesaat, tetapi meninggalkan penyesalan yang panjang.
Semoga Allah Ta’ala menjadikan mata kita termasuk mata yang menangis karena takut kepada-Nya, mata yang terjaga dari pandangan yang haram, dan mata yang kelak diberi kenikmatan terbesar, yaitu memandang wajah-Nya yang Mahamulia di surga.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴾
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk beliau dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.” (QS. Al-Aḥzāb: 56)
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ»
“Sesungguhnya di antara hari terbaik kalian adalah hari Jumat. Karena itu, perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu, sebab shalawat kalian akan disampaikan kepadaku.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)
Beliau ﷺ juga bersabda:
«أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً»
“Manusia yang paling dekat denganku pada hari Kiamat adalah mereka yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. At-Tirmidzi)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللهم اغفِر لَنا ذُنوبَنا وإسرافَنا في أمرِنا، وثبت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين.
اللهم كن لعبادِكَ المستضعَفين، ودمِّرِ اليهودَ الـمُجرمين ومَن وَالَاهُم اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي فِلِسْطِينَ، اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي غَزَّةَ.
اللّهمَّ آمِنَّا في أوطانِنا، وأصلِحْ أئمّتَنا وُولاةَ أمورِنا، واجعل وِلايتَنا فيمن خافَكَ واتّقاكَ واتّبعَ رِضاك.
عِبَادَ الله: اذكرُوا اللهَ ذِكرًا كثيرًا، وسبِّحوهُ بُكرةً وأصيلًا، وآخرُ دَعوانا أَنِ الحمدُ للهِ ربِّ العالمين.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ حُكَّامَ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَصْلِحْ إِنْدُونِيسِيَا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. أَقِمِ الصَّلَاةَ.

+6285333345252



