Tatsqif

Adab Minum Air Zamzam Menurut Sunnah

Adab Minum Air Zamzam Menurut Sunnah

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah ﷺ, keluarga, para sahabat, serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau.

Di jantung Kota Makkah al-Mukarramah, di samping Ka’bah yang mulia, memancar mata air Zamzam yang penuh keberkahan. Mata air ini Allah pancarkan sebagai bentuk pemuliaan kepada Nabi Ismail dan ibunya, Hajar ‘alaihimassalām. Air Zamzam bukan sekadar air pelepas dahaga, tetapi sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ merupakan “makanan yang mengenyangkan dan penyembuh penyakit.”

Ibadah haji maupun umrah terasa belum sempurna tanpa meminum air yang penuh berkah ini. Karena itu, setiap muslim hendaknya mengetahui adab-adab meminumnya agar memperoleh keberkahan dunia dan akhirat.

Hadis “Air Zamzam Sesuai dengan Tujuan Orang yang Meminumnya”

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

««مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ»

“Air Zamzam sesuai dengan tujuan ketika diminumnya.”
(HR. Ibnu Majah dan selainnya; dinilai sahih oleh al-Albani)»

Hadis ini menunjukkan bahwa niat yang ikhlas merupakan sebab utama turunnya keberkahan air Zamzam.

Airnya satu, tetapi niat manusia berbeda-beda. Ada yang meminumnya agar Allah menyembuhkan penyakitnya, ada yang meminumnya agar dimudahkan memperoleh ilmu dan kuat hafalannya, ada pula yang meminumnya agar Allah menghilangkan dahaga pada Hari Kiamat, sebagaimana dilakukan oleh sebagian ulama salaf.

Bagaimana menghadirkan niat yang benar?

1. Yakin kepada Allah

Sebelum mengangkat gelas ke mulut, hadirkan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu memberi manfaat. Air Zamzam hanyalah sebab, sedangkan Allah-lah Yang Maha Menyembuhkan dan Maha Mengabulkan doa.

2. Tentukan hajat yang diinginkan

Misalnya:

– Ya Allah, jadikan air ini sebagai sebab kesembuhan penyakitku.
– Ya Allah, karuniakan kepadaku ilmu yang bermanfaat.
– Ya Allah, lapangkan segala kesulitanku.

3. Menggabungkan beberapa niat

Tidak mengapa meminum Zamzam dengan niat memperoleh seluruh kebaikan dunia dan akhirat, karena karunia Allah sangat luas.

Sunnah-sunnah Ketika Minum Zamzam

1. Minum hingga kenyang (التضلع)

Disunnahkan memperbanyak minum Zamzam hingga terasa penuh.

Dalam atsar disebutkan:

««إِنَّ آيَةَ مَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْمُنَافِقِينَ أَنَّهُمْ لَا يَتَضَلَّعُونَ مِنْ زَمْزَمَ»»

“Tanda pembeda antara kami dengan orang-orang munafik ialah mereka tidak minum Zamzam hingga kenyang.”

Hikmahnya

– Menunjukkan kecintaan kepada air Zamzam.
– Menghidupkan sunnah para salaf.
– Banyak orang merasakan tubuh menjadi lebih segar setelah minum hingga kenyang.

2. Minum dalam tiga kali tegukan

Rasulullah ﷺ mengajarkan agar tidak meminum air sekaligus.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

««كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا شَرِبَ تَنَفَّسَ ثَلَاثًا، وَقَالَ: هُوَ أَهْنَأُ، وَأَمْرَأُ، وَأَبْرَأُ»»

“Nabi ﷺ apabila minum, beliau bernapas tiga kali seraya bersabda: Cara itu lebih menyegarkan, lebih mudah dicerna, dan lebih menyehatkan.”
(HR. Abu Dawud)

3. Menghadap kiblat

Disunnahkan menghadap kiblat ketika meminum Zamzam apabila memungkinkan.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

««إِذَا شَرِبْتَ مِنْهَا فَاسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ، وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَتَنَفَّسْ ثَلَاثًا، وَتَضَلَّعْ مِنْهَا، فَإِذَا فَرَغْتَ فَاحْمَدِ اللَّهَ»»

“Apabila engkau meminum Zamzam, menghadaplah ke kiblat, bacalah basmalah, bernapaslah tiga kali, minumlah hingga kenyang, kemudian setelah selesai pujilah Allah.”

(HR. Ibnu Majah; sanadnya lemah, namun disebutkan para ulama dalam bab adab.)

Doa Ketika Minum Zamzam

Doa yang paling masyhur berasal dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

««اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ»»

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit.”

Doa ini menghimpun seluruh kebutuhan seorang muslim:

– Ilmu yang bermanfaat, sebagai kebaikan agama.
– Rezeki yang luas, meliputi harta, kesehatan, keluarga yang saleh, serta ketenteraman hidup.
– Kesembuhan dari segala penyakit, baik penyakit badan maupun penyakit hati seperti hasad dan kedengkian.

Doa yang paling utama tetaplah doa yang paling sering dibaca Rasulullah ﷺ:

«﴿رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾»

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

««كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ ﷺ: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ»»

> “Doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi ﷺ adalah: ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka.'”

Hadis ini diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dan terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim (Muttafaq ‘alaih).

Boleh Meminta Apa Saja kepada Allah

Seorang muslim boleh memohon seluruh kebaikan dunia dan akhirat ketika meminum Zamzam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

««مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ»»
“Air Zamzam sesuai dengan tujuan ketika diminumnya.”
(HR. Ibnu Majah dan selainnya; dinilai sahih oleh al-Albani)»

Dan beliau juga bersabda:

««إِذَا سَأَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيُكْثِرْ، فَإِنَّمَا يَسْأَلُ رَبَّهُ»»

“Apabila salah seorang di antara kalian meminta kepada Allah, hendaklah ia memperbanyak permintaannya, karena sesungguhnya ia sedang meminta kepada Rabbnya.”

Penjelasan Para Ulama

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله

Beliau berkata dalam Majmū’ al-Fatāwā:

««وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَشْرَبَ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ، وَيَتَضَلَّعَ مِنْهُ، وَيَدْعُوَ عِنْدَ شُرْبِهِ بِمَا شَاءَ مِنَ الْأَدْعِيَةِ الشَّرْعِيَّةِ.»»

“Disunnahkan meminum air Zamzam hingga kenyang serta berdoa ketika meminumnya dengan doa-doa syar’i apa saja yang diinginkan.”

Imam asy-Syaukani رحمه الله

Beliau berkata dalam Nailul Authar:

««مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ، فِيهِ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ مَاءَ زَمْزَمَ يَنْفَعُ الشَّارِبَ لِأَيِّ أَمْرٍ شَرِبَهُ لِأَجْلِهِ، سَوَاءٌ كَانَ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا أَوِ الْآخِرَةِ؛ لِأَنَّ مَا فِي قَوْلِهِ: لِمَا شُرِبَ لَهُ مِنْ صِيَغِ الْعُمُومِ.»»

“Hadis ‘Air Zamzam sesuai dengan tujuan ketika diminum’ menunjukkan bahwa air Zamzam bermanfaat untuk segala tujuan yang diniatkan, baik urusan dunia maupun akhirat, karena lafaz ‘لِمَا’ menunjukkan makna yang umum.”

Ibnul Qayyim رحمه الله

Dalam Ath-Thibb an-Nabawi beliau menukil kisah Abdullah bin al-Mubarak:

««اللَّهُمَّ إِنَّ ابْنَ أَبِي الْمَوَالِي حَدَّثَنَا عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرٍ، عَنْ نَبِيِّكَ ﷺ أَنَّهُ قَالَ: مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ، وَإِنِّي أَشْرَبُهُ لِظَمَإِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ.»»

“Ya Allah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi al-Mawali dari Muhammad bin al-Munkadir, dari Jabir, dari Nabi-Mu ﷺ bahwa beliau bersabda: ‘Air Zamzam sesuai dengan tujuan ketika diminum.’ Maka aku meminumnya agar terbebas dari dahaga pada Hari Kiamat.”

Imam Ibnu al-‘Arabi رحمه الله

Beliau berkata dalam Ahkām al-Qur’ān:

««النَّبِيُّ ﷺ قَالَ: مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ… وَذَلِكَ يَكُونُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لِمَنْ صَحَّتْ نِيَّتُهُ، وَسَلِمَتْ طَوِيَّتُهُ، وَلَمْ يَشْرَبْهُ مُجَرِّبًا… وَكُنْتُ أَشْرَبُ مَاءَ زَمْزَمَ كَثِيرًا، وَكُلَّمَا شَرِبْتُهُ نَوَيْتُ بِهِ الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ، حَتَّى فَتَحَ اللَّهُ لِي مِنْ بَرَكَتِهِ.»»

“Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Air Zamzam sesuai dengan tujuan ketika diminum.’ Keberkahan itu akan tetap berlaku hingga Hari Kiamat bagi orang yang benar niatnya, bersih hatinya, tidak meragukannya, dan tidak meminumnya sekadar untuk mencoba-coba. Aku sendiri pernah lama tinggal di Makkah. Aku sering meminum Zamzam, dan setiap kali meminumnya aku berniat memperoleh ilmu dan iman, hingga Allah membukakan keberkahannya kepadaku.”

Adab Berdoa Setelah Minum Zamzam

Setelah selesai meminum Zamzam, hendaknya seseorang:

– Berdoa dengan keyakinan penuh akan dikabulkan.
– Bersungguh-sungguh dalam meminta.
– Berbaik sangka kepada Allah.

Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman:

««أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي»»

“Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

««ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ»»

“Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, karena Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.”
(HR. at-Tirmidzi)

Beliau juga bersabda:

««إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ، فَلَا يَقُلْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، وَلَكِنْ لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ، وَلْيُعَظِّمِ الرَّغْبَةَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَتَعَاظَمُهُ شَيْءٌ أَعْطَاهُ»»

“Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, janganlah ia berkata: ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki.’ Akan tetapi hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam memohon, karena tidak ada sesuatu pun yang terlalu besar bagi Allah untuk diberikan.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Penutup

Air Zamzam adalah karunia agung dari Allah bagi kaum muslimin. Hendaknya setiap muslim meminumnya dengan mengikuti tuntunan Nabi ﷺ, menghadirkan niat yang benar, membaca basmalah, menghadap kiblat jika memungkinkan, minum dalam tiga kali tegukan, meminum hingga kenyang, memperbanyak doa, serta meyakini sepenuhnya bahwa Allah Mahakuasa mengabulkan setiap permohonan hamba-Nya.

والله أعلم.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button