Mimbar Jumat

Khutbah Jumat: Menghilangkan Kelalaian

 

Download Pdfnya Klik

Menghilangkan Kelalaian

Penulis:

(Kandidat Doktor Qassim University, KSA)

Ustaz Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Khutbah pertama:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

أما بعد:

فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.

﴿يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ﴾

﴿يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا﴾

﴿يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا﴾

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’la…

Segala puji bagi Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. Dia berlaku lembut kepada hamba-hamba-Nya, lalu memberi mereka petunjuk. Dia melimpahkan nikmat dan karunia kepada mereka, menjaga mereka dari keburukan, serta mencukupi kebutuhan mereka.

Kita memuji-Nya dengan pujian orang-orang yang bersyukur. Kita memohon ampun kepada-Nya sebagaimana permohonan ampun orang-orang yang bertaubat. Kita memohon kepada-Nya sebagian dari karunia-Nya yang agung. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Mulia, Maha Baik lagi Maha Penyayang.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia mengetahui kelemahan hamba-hamba-Nya, lalu mengasihi mereka. Dia mengetahui kelalaian dan sifat lupa mereka, lalu mengingatkan mereka. Dia mengetahui kebodohan mereka, lalu mengajari mereka. Dia mengetahui kecenderungan mereka kepada dunia, lalu memberikan kabar gembira dan peringatan kepada mereka.

Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Beliau senantiasa menjaga diri dari kelalaian dan memperingatkan umatnya darinya. Beliau juga senantiasa memohon ampun kepada Allah Ta‘ala atas apa yang terkadang menyelimuti hatinya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِي، وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ»

“Sesungguhnya terkadang ada sesuatu yang menyelimuti hatiku, dan sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari.”

Semoga shalawat, salam, dan keberkahan Allah senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikutnya yang mengikuti mereka dengan baik hingga Hari Pembalasan.

Maasyiral muslimin wazumratal mu’minin rahimakumullah

Bertakwalah kepada Allah Ta‘ala dan taatilah Dia. Hapuslah dosa-dosa dengan taubat dan istighfar. Hilangkanlah kelalaian dengan zikir dan mengambil pelajaran. Dekatkanlah diri kepada Allah Ta‘ala dengan amal-amal saleh.

Sesungguhnya dunia adalah negeri kefanaan dan kehancuran, sedangkan akhirat adalah negeri tempat tinggal yang kekal.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ ۝ إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ﴾

“Wahai manusia! Sesungguhnya janji Allah itu benar. Maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kalian, dan janganlah setan yang pandai menipu memperdayakan kalian tentang Allah. Sesungguhnya setan adalah musuh bagi kalian, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya setan hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 5–6)

Wahai manusia

Setiap mukmin mengetahui bahwa dirinya diciptakan untuk beribadah kepada Allah Ta‘ala. Ia juga mengetahui bahwa dunia ini adalah tempat beramal, sedangkan akhirat adalah tempat menerima balasan.

Namun, seorang hamba terkadang dilanda kelalaian terhadap semua itu karena kecintaannya kepada dunia dan perhiasannya, karena dorongan jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan, serta karena setan dan bisikan-bisikannya.

Oleh karena itu, seorang hamba wajib menghilangkan kelalaian dari dalam hatinya. Hal itu dapat dilakukan melalui beberapa cara. Di antara yang terpenting adalah sebagai berikut.

1. Banyak merenungkan keagungan Allah

Seorang hamba hendaknya banyak merenungkan keagungan Allah Ta‘ala, tanda-tanda kekuasaan-Nya, seluruh makhluk ciptaan-Nya, dan sifat-sifat-Nya.

Sesungguhnya mengenal Allah Ta‘ala merupakan obat dan makanan bagi hati, penyembuh dan ketenteraman bagi jiwa, serta sebab keselamatan dan kelurusan agama.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۝ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴾

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi seraya berkata, ‘Wahai Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka lindungilah kami dari azab neraka.’” (QS. Ali ‘Imran: 190–191)

2. Membaca Al-Qur’an

Kelalaian dapat dihilangkan dengan membaca Al-Qur’an. Sebab, Al-Qur’an merupakan kitab yang mengajak manusia untuk berpikir dan mengambil pelajaran.

Dengan ayat-ayat Al-Qur’an, hati menjadi hidup dan tersadar. Hati pun tidak akan lalai dari mengingat Allah Ta‘ala dan tidak melupakan-Nya.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى ۝ إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى ﴾

“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar engkau menjadi susah, melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah.” (QS. Thaha: 2–3)

Allah Ta‘ala juga berfirman:

﴿ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴾

“Dan Kami menurunkan Adz-Dzikr kepadamu agar engkau menjelaskan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkannya.” (QS. An-Nahl: 44)

Di dalam kisah-kisah Al-Qur’an juga terdapat peringatan bagi para hamba agar mereka tidak lalai. Allah Ta‘ala memerintahkan Nabi-Nya ﷺ untuk menyampaikan kisah-kisah tersebut.

Allah berfirman:

﴿ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ ﴾

“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A‘raf: 176)

Allah Ta‘ala juga berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ:

﴿ نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ ﴾

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, meskipun sebelumnya engkau termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (QS. Yusuf: 3)

Demikian pula berbagai perumpamaan di dalam Al-Qur’an. Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ َلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ۝ قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ﴾

“Dan sungguh, telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al-Qur’an ini segala macam perumpamaan agar mereka mengambil pelajaran. Yaitu Al-Qur’an berbahasa Arab yang tidak memiliki kebengkokan agar mereka bertakwa.” (QS. Az-Zumar: 27–28)

Bahkan Allah Ta‘ala menjadikan salah satu hikmah dimudahkannya Al-Qur’an bagi manusia adalah untuk menghilangkan kelalaian dari mereka dengan cara mengingat dan mengambil pelajaran darinya.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ ﴾

“Sesungguhnya Kami memudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu agar mereka mengambil pelajaran.” (QS. Ad-Dukhan: 58)

Allah juga memerintahkan agar manusia diberi peringatan dengan Al-Qur’an karena Al-Qur’an dapat menghilangkan kelalaian.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ ﴾

“Maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada siapa saja yang takut terhadap ancaman-Ku.” (QS. Qaf: 45)

3. Mengingat kematian dan alam kubur

Kelalaian seorang hamba dapat dihilangkan dengan mengingat kematian dan alam kubur.

Barang siapa mengingat kematian, dunia akan terasa ringan dan hina baginya. Hatinya pun tidak akan lalai dari beribadah kepada Rabb-nya Yang Mahasuci.

Oleh karena itu, Nabi ﷺ bersabda:

«أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ»

“Perbanyaklah mengingat penghancur segala kenikmatan.”

Yang dimaksud dengan penghancur segala kenikmatan adalah kematian. (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Nabi ﷺ memerintahkan umatnya untuk banyak mengingat kematian dan tidak melalaikannya agar mereka mempersiapkan diri menghadapi kematian serta kehidupan setelahnya.

Nabi ﷺ juga pernah memberikan nasihat kepada para sahabat di tepi kubur. Beliau mengingatkan mereka tentang kematian dan berbagai peristiwa setelahnya untuk menghilangkan kelalaian dari hati mereka.

4. Mengingat neraka dan azabnya

Kelalaian seorang hamba juga dapat dihilangkan dengan mengingat neraka serta berbagai azab dan hukuman yang terdapat di dalamnya.

Allah Ta‘ala mengingatkan kita melalui api dunia agar kita tidak lalai terhadap api akhirat.

Allah Yang Mahasuci berfirman:

﴿ أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ ۝ أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ ۝ نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ ﴾

“Maka pernahkah kalian memperhatikan api yang kalian nyalakan? Apakah kalian yang menumbuhkan pohonnya ataukah Kami yang menumbuhkannya? Kami menjadikannya sebagai peringatan dan sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” (QS. Al-Waqi‘ah: 71–73)

Firman Allah Ta‘ala:

﴿ نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً ﴾

“Kami menjadikannya sebagai peringatan.”

Maksudnya, api dunia mengingatkan para hamba kepada api akhirat.

5. Menghadiri nasihat dan majelis ilmu

Kelalaian juga dapat dihilangkan dengan menghadiri berbagai nasihat dan majelis peringatan. Sebab, majelis-majelis tersebut menjadi sebab lembutnya hati dan hilangnya kelalaian darinya.

Oleh karena itu, Allah Ta‘ala memerintahkan Nabi-Nya ﷺ untuk memberikan peringatan dan nasihat.

Allah Yang Mahasuci berfirman:

﴿ وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ ﴾

“Dan tetaplah memberikan peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Adz-Dzariyat: 55)

Allah Ta‘ala juga berfirman:

﴿ فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَى ۝ سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَى ﴾

“Maka berilah peringatan jika peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut kepada Allah akan mengambil pelajaran.” (QS. Al-A‘la: 9–10)

Allah Ta‘ala juga berfirman:

﴿ فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ ۝ لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ ﴾

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa memaksa mereka.” (QS. Al-Ghasyiyah: 21–22)

Pada zaman kita sekarang, nasihat dan majelis-majelis peringatan menjadi sangat mudah diakses oleh siapa saja yang menginginkannya. Materi-materi tersebut begitu banyak, beragam, dan tersimpan di ruang digital.

Setiap orang dapat mendengarkannya kapan saja sesuai keinginannya dan mengambil manfaat darinya.

Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk terus berada dalam kelalaian, kecuali orang yang memang sengaja membiarkan hatinya lalai dan menyibukkan dirinya dengan sesuatu yang tidak bermanfaat, bahkan dengan sesuatu yang membahayakan dirinya.

Di antaranya adalah menonton video-video yang sia-sia, membiarkan pandangan menikmati hiburan yang melalaikan dan berbagai tontonan yang tidak bermoral.

Semua itulah yang semakin menambah kelalaian seorang hamba dan merusak hatinya.

6. Menjaga Salat-Salat Wajib

Kelalaian juga dapat dihilangkan dengan menjaga salat-salat wajib, karena salat selalu berulang bersama seorang hamba pada siang dan malam harinya.

Di dalam salat terdapat zikir kepada Allah Ta‘ala dan pembacaan ayat-ayat-Nya. Dengan demikian, hati orang yang mengerjakan salat menjadi hidup melalui salat, bacaan Al-Qur’an, zikir, doa, rukuk, dan sujud.

Oleh karena itu, ketika Allah Ta‘ala berbicara kepada Nabi Musa عليه السلام Dia berfirman:

﴿ إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي ﴾

“Sesungguhnya Aku adalah Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Aku. Maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku.” (QS. Thaha: 14)

Allah سبحانه وتعالى juga mengabarkan tentang hidupnya hati orang-orang yang memakmurkan masjid dengan menghadiri salat berjamaah. Allah berfirman:

﴿ فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ ۝ رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ ﴾

“Di masjid-masjid yang telah Allah perintahkan agar dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang; orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual beli dari mengingat Allah, mendirikan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada suatu hari ketika hati dan penglihatan menjadi terguncang.” (QS. An-Nur: 36–37)

Nabi ﷺ juga bersabda:

«مَنْ حَافَظَ عَلَى هَؤُلَاءِ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوبَاتِ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ»

“Barang siapa menjaga salat-salat wajib ini, maka ia tidak akan dicatat sebagai bagian dari orang-orang yang lalai.”

Hadis ini dinilai sahih oleh Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim.

Kita berlindung kepada Allah Ta‘ala dari kelalaian. Kita memohon kepada-Nya agar diberikan pertolongan untuk mengingat-Nya, mensyukuri-Nya, dan beribadah kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.

بَارَكَ اللَّهُ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الذِّكْرِ وَالْحِكْمَةِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ، وَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. أَقُولُ مَا سَمِعْتُمْ، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

أما بعد:

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang baik, banyak, dan penuh keberkahan, sebagaimana yang dicintai dan diridhai oleh Rabb kita.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Semoga shalawat, salam, dan keberkahan Allah senantiasa tercurah kepada beliau, keluarga, para sahabat, dan siapa saja yang mengikuti petunjuk mereka hingga Hari Pembalasan.

Maasyiral muslimin wazumratal mu’minin rahimakumullah

Bertakwalah kepada Allah Ta‘ala dan taatilah Dia.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ ۝ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴾

“Peliharalah diri kalian dari api neraka yang telah disediakan bagi orang-orang kafir. Taatilah Allah dan Rasul agar kalian diberi rahmat.” (QS. Ali ‘Imran: 131–132)

Wahai kaum muslimin

Menghadiri khutbah Jumat dan menunaikan salat Jumat merupakan salah satu sebab hilangnya kelalaian dari seorang hamba.

Khutbah Jumat merupakan bekal mingguan yang dengannya seorang mukmin membekali dirinya. Ia menyimak khutbah dengan sungguh-sungguh agar memperoleh manfaat darinya, kemudian menunaikan salat setelah khutbah tersebut.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ﴾

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kalian menuju zikir kepada Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (QS. Al-Jumu‘ah: 9)

Barang siapa meremehkan salat Jumat lalu meninggalkannya, niscaya hatinya akan diliputi kelalaian.

Nabi ﷺ bersabda:

«لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ»

“Orang-orang itu benar-benar harus berhenti meninggalkan salat-salat Jumat, atau Allah benar-benar akan mengunci hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan termasuk orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim)

1. Mengerjakan salat malam

Di antara amalan yang paling bermanfaat untuk menghilangkan kelalaian adalah mengerjakan salat malam, meskipun hanya sedikit.

Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ، وَمَنْ قَامَ بِمِائَةِ آيَةٍ كُتِبَ مِنَ الْقَانِتِينَ، وَمَنْ قَامَ بِأَلْفِ آيَةٍ كُتِبَ مِنَ الْمُقَنْطِرِينَ»

“Barang siapa mengerjakan salat malam dengan membaca sepuluh ayat, maka ia tidak dicatat sebagai bagian dari orang-orang yang lalai. Barang siapa mengerjakannya dengan membaca seratus ayat, maka ia dicatat sebagai bagian dari orang-orang yang tekun beribadah. Barang siapa mengerjakannya dengan membaca seribu ayat, maka ia dicatat sebagai bagian dari orang-orang yang memperoleh pahala yang sangat banyak.” (HR. Abu Dawud)

Oleh karena itu, sudah selayaknya seorang mukmin memiliki bagian dari salat malam agar kelalaian hilang dari dirinya.

Salat malam dapat dikerjakan pada awal malam, pertengahan malam, ataupun pada akhir malam. Waktu yang paling utama adalah akhir malam, ketika Rabb Yang Mahasuci turun ke langit dunia dan mengabulkan doa.

2. Memahami hakikat kehidupan dunia

Di antara perkara yang dapat menghilangkan kelalaian adalah seorang hamba memahami hakikat dunia.

Dunia hanyalah tahapan sementara. Seorang hamba beramal di dalamnya, kemudian meninggalkannya menuju negeri keabadian.

Sebab terbesar yang membuat hati lalai adalah merasa tenteram kepada dunia dan tenggelam dalam berbagai kenikmatannya.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ ﴾

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, serta berlomba memperbanyak harta dan anak. Kehidupan dunia itu seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering sehingga engkau melihatnya berwarna kuning, lalu menjadi hancur. Di akhirat terdapat azab yang keras, juga ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Al-Hadid: 20)

3. Bersahabat dengan orang-orang baik

Di antara perkara yang dapat menghilangkan kelalaian adalah bersahabat dengan orang-orang saleh dan baik.

Mereka akan mengingatkan seorang hamba ketika ia lupa, meluruskannya ketika ia menyimpang, menyadarkannya ketika ia lalai, dan mengajarinya ketika ia tidak mengetahui.

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿ وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا ﴾

“Bersabarlah engkau bersama orang-orang yang menyeru Rabb mereka pada pagi dan petang hari dengan mengharapkan keridaan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena menginginkan perhiasan kehidupan dunia. Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, yang mengikuti hawa nafsunya, dan keadaannya telah melampaui batas.” (QS. Al-Kahfi: 28)

Semoga Allah ﷻ menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa istiqamah di atas jalan-Nya.

Marilah kita bershalawat kepada baginda Nabi kita Muuhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Allah berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهم َّاغْفِرِ للمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ، والمُؤْمِنِينَ والمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا كُلَّهَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا، عَلَانِيَتَهَا وَسِرَّهَا.

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عبادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُ اللَّهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ، قُوْمُوْا إِلَى صَلَاتِكُمْ.

markazinayahofficial

@markazinayah

t.me/markaz_inayah

@markazinayah

@markazinayah

add/markaz_inayah

pin.it/27A9yFJT5

@markazinayah

@markazinayah

www.markazinayah.com

+6285333345252

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button