TATA CARA SHALAT JANAZAH

Bismillahir rahmanir rahim
*TATA CARA SHALAT JANAZAH*
Shalat jenazah dilakukan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ, yaitu empat kali takbir.
Takbir pertama, kemudian membaca Surah Al-Fatihah.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ.
Takbir kedua, kemudian membaca shalawat kepada Nabi ﷺ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
Takbir ketiga, kemudian membaca doa berikut:
> اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيمَانِ.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah orang yang masih hidup di antara kami dan yang telah meninggal, yang hadir maupun yang tidak hadir, yang kecil maupun yang besar, laki-laki maupun perempuan. Ya Allah, siapa yang Engkau hidupkan di antara kami, maka hidupkanlah ia di atas Islam. Dan siapa yang Engkau wafatkan di antara kami, maka wafatkanlah ia di atas iman.”
Kemudian mendoakan jenazah.
Jika jenazah laki-laki
Membaca doa berikut:
> اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ أَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ، اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berilah keselamatan kepadanya, maafkanlah kesalahannya, muliakan tempat singgahnya, lapangkan kuburnya, mandikanlah ia dengan air, salju, dan embun, bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, gantikanlah baginya rumah yang lebih baik daripada rumahnya, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, dan istri yang lebih baik daripada istrinya. Ya Allah, masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dia dari azab kubur dan azab neraka, lapangkanlah kuburnya dan berikan cahaya di dalamnya. Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahala karena musibah ini, jangan Engkau sesatkan kami sepeninggalnya, dan ampunilah kami serta dia.”
Jika jenazah perempuan
Doa yang sama dibaca, hanya saja dhamirnya diubah menjadi perempuan, misalnya:
> اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا…
“Ya Allah, ampunilah dia (perempuan), rahmatilah dia…”
Jika jenazah lebih dari satu
Maka dibaca:
> اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ
“Ya Allah, ampunilah mereka dan rahmatilah mereka.”
Kemudian takbir keempat, lalu mengucapkan salam sekali ke sebelah kanan.
Shalat Jenazah untuk Bayi Gugur (As-Siqṭ)
Bayi yang gugur kandungan (yang telah ditiupkan ruh) juga dishalatkan sebagaimana jenazah orang dewasa.
Setelah takbir ketiga, didoakan untuk kedua orang tuanya dengan doa:
> اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَفَرَطًا، وَشَفِيعًا مُجَابًا، اللَّهُمَّ أَعْظِمْ بِهِ أُجُورَهُمَا، وَثَقِّلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ سَلَفِ الْمُؤْمِنِينَ، وَاجْعَلْهُ فِي كَفَالَةِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيمِ.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah bayi ini sebagai simpanan pahala bagi kedua orang tuanya, sebagai pendahulu yang menanti mereka di surga, dan sebagai pemberi syafaat yang syafaatnya diterima. Ya Allah, besarkanlah pahala kedua orang tuanya karena musibah ini, beratkanlah timbangan amal mereka dengannya, gabungkanlah ia bersama orang-orang mukmin terdahulu yang saleh, jadikanlah ia berada dalam pemeliharaan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, dan lindungilah ia dengan rahmat-Mu dari azab neraka.”
Wallāhu a’lam.



