WAHAI ANAKKU (1)

WAHAI ANAKKU (1)
Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga beliau, dan para sahabat beliau. Amma ba’du:
Mukadimah
Wahai anakku yang kucintai karena Allah,
Ketahuilah, semoga Allah senantiasa membimbingmu kepada jalan yang lurus, bahwa Allah Ta’ala dan Rasul-Nya ﷺ telah menetapkan bagimu berbagai hak yang wajib ditunaikan oleh kedua orang tuamu. Hak-hak itu meliputi hak untuk hidup, hak mendapatkan nama yang baik, hak memperoleh kasih sayang, nafkah, pendidikan agama, bimbingan akhlak, perlindungan, dan seluruh kebaikan yang dapat mengantarkanmu kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Alhamdulillah, kedua orang tuamu telah berusaha semaksimal mungkin menunaikan amanah tersebut sesuai kemampuan yang Allah berikan. Apa yang telah kami lakukan tentu belum sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Namun, setiap pengorbanan, nasihat, doa, pendidikan, dan kasih sayang yang kami berikan lahir dari rasa cinta dan tanggung jawab agar engkau tumbuh menjadi seorang hamba Allah yang bertauhid, bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi agama serta kaum muslimin.
Apabila suatu saat engkau menemukan kekurangan dari kami, maka ketahuilah bahwa itu bukan karena kami tidak mencintaimu, tetapi karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Kami senantiasa memohon kepada Allah agar Dia menerima segala usaha kami dalam mendidikmu dan menjadikanmu penyejuk hati bagi kedua orang tuamu.
Ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang hak-hak anak sangat banyak, di antaranya sebagai berikut:
1. Anak adalah perhiasan kehidupan dunia
Di antaranya firman Allah Ta’ala:
> ﴿الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا﴾
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Akan tetapi amal-amal saleh yang kekal lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan.”
(QS. Al-Kahfi: 46)
Ayat ini menunjukkan bahwa anak merupakan nikmat dan perhiasan yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya.
2. Janin, baik laki-laki maupun perempuan, adalah karunia Allah
Allah Ta’ala berfirman:
> ﴿لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ﴾
“Milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia menganugerahkan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menganugerahkan anak-anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan keduanya, laki-laki dan perempuan, dan menjadikan siapa yang Dia kehendaki mandul. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”
(QS. Asy-Syura: 49–50)
Ayat ini menegaskan bahwa anak, baik laki-laki maupun perempuan, merupakan karunia dan pemberian Allah, sehingga tidak boleh membeda-bedakan keduanya.
3. Hak anak untuk hidup
Di antaranya firman Allah Ta’ala:
> ﴿وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ﴾
“Dan apabila bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya: ‘Karena dosa apakah ia dibunuh?’
(QS. At-Takwir: 8–9)
Allah juga berfirman:
> ﴿وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ﴾
“Apabila seseorang dari mereka diberi kabar tentang kelahiran anak perempuan, hitamlah wajahnya dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah akan dipeliharanya dengan menanggung kehinaan atau dikuburkannya ke dalam tanah? Alangkah buruknya keputusan mereka.”
(QS. An-Nahl: 58–59)
Dan Allah berfirman:
> ﴿وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ﴾
“Janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut kemiskinan. Kami-lah yang memberi rezeki kepada kalian dan kepada mereka.”
(QS. Al-An’am: 151)
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa Islam menjaga hak hidup setiap anak dan mengharamkan pembunuhan anak dengan alasan apa pun.
4. Hak anak untuk memperoleh penyusuan
Allah Ta’ala berfirman:
> ﴿وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ …﴾
“Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah adalah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani melainkan sesuai kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah menderita karena anaknya…”
(QS. Al-Baqarah: 233)
Ayat ini menetapkan hak anak untuk memperoleh ASI serta kewajiban ayah menanggung nafkah ibu selama masa penyusuan.
Dan alhamdulillah aku telah memilihkan untukmu Ibu yang berkenan menyusukanmu genap dua tahun, dengan harapan kepada Allah agar engkau menjadi anak Sholih dan sholihah yang berbakti.
5. Hak anak untuk memperoleh pendidikan dan pengasuhan yang baik
Di antaranya firman Allah Ta’ala dalam nasihat Luqman kepada putranya:
> ﴿وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ﴾
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang sangat besar.’
(QS. Luqman: 13)
Kemudian ayat-ayat setelahnya memuat pendidikan akidah, ibadah, akhlak, serta adab yang harus ditanamkan kepada anak.
Banyak ayat yang berbicara tentang hak-hak anak, namun yang disebutkan di sini cukup.
Hak-hak anak dalam Sunnah Nabi ﷺ
Sunnah Nabi ﷺ juga menjelaskan berbagai hak anak, di antaranya:
Hak mendapatkan nasab yang jelas, sehingga anak dinisbatkan kepada ayah kandungnya.
Hak mendapatkan nama yang baik.
Rasulullah ﷺ bersabda:
> «إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ، فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ»
“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian.”
(HR. Abu Dawud no. 4948; dihasankan oleh sebagian ulama)
Di antara hak-hak anak lainnya yang dijelaskan dalam Sunnah adalah hak memperoleh nafkah, kasih sayang, pendidikan agama, perlakuan yang adil di antara saudara-saudaranya, serta pemeliharaan yang baik hingga dewasa. Semua itu merupakan bagian dari kesempurnaan syariat Islam dalam menjaga kemaslahatan anak sejak masih dalam kandungan hingga ia tumbuh dewasa.
Penutup Doa
Ya Allah, jadikanlah anak kami termasuk hamba-hamba-Mu yang bertauhid dengan benar, istiqamah di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman para sahabat Nabi ﷺ.
Ya Allah, karuniakanlah kepadanya ilmu yang bermanfaat, amal yang saleh, akhlak yang mulia, rezeki yang halal dan berkah, serta umur yang dipenuhi dengan ketaatan kepada-Mu.
Ya Allah, lindungilah ia dari kesyirikan, kebid’ahan, kemaksiatan, fitnah syahwat dan syubhat, serta jadikan ia anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, bermanfaat bagi umat, dan termasuk golongan orang-orang saleh.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati, serta jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Ya Rabbku, jadikanlah aku dan sebagian keturunanku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)
Semoga Allah menjadikanmu anak yang saleh, penyejuk hati kedua orang tuamu di dunia, pemberat timbangan amal mereka di akhirat, serta mengumpulkan kita semua di surga-Nya yang tertinggi, Al-Firdaus, bersama Nabi Muhammad ﷺ.
آمين يا رب العالمين



