Gagal Paham Seorang Dai (2)

91

Faktor-faktor Gagal Paham 

 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi cara pandang seorang muslim terhadap agamanya, faktor-faktor inilah yang mempengaruhinya dalam berpikir, bersikap, dan bertingkah laku. Faktor-faktor tersebut antara lain: 

 

  1. Pembinaan Orang Tua

Rasulullah shallallahualaihi wasallam bersabda,  

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِه 

 Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka bapaknyalah yang mebuatnya menjadi Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi(2). 

 

  1. Lingkungan

Tradisi, budaya, adat istiadat serta warisan pemikiran atau keyakinan yang telah mendarah daging menjadikan seseorang tidak memiliki pilihan lain selain tunduk dan patuh padanya. Sehingga siapa pun yang datang dengan membawa perubahan atau hal baru yang menyelisihi kearifan lokal suatu tempat ia akan diingkari. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran: 

“Dan demikianlah juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebeblum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, ‘Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekadar pengikut jejak-jejak mereka.’ (Lalu rasul itu) berkata, (Apakah kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih baik dari pada apa yang kamu peroleh dari (agama) yang diantut nenek moyangmu.’ Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami mengingkari (agama) yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya.’ (QS: Az-Zukhruf. 23-24). 

 

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahu berkata, “Tidak ada yang lebih berbahaya bagi seseorang daripada penguasaan adat istiadat atas dirinya, sebab orang-orang kafir terdahulu mengingkari para rasul karena alasan bertentangan dengan tradisi yang telah mendarah daging yang diwarisi dari nenek moyang, maka barangsiapa yang tidak memantapkan dirinya untuk lepas dari kungkungan adat istiadat dan tidak mempersiapkan dirinya untuk itu, maka sungguh dia tersingkirkan, serta terhalang dari kemenangan dan keselamatan. Allah Ta’ala berfirman, 

Dan jika mereka mau berangkat, niscaya mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Dia melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka), ‘Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.'” (QS. At-Taubah. 46).(3) 

 

  1. Budaya (Gaya Hidup)

Ia merupakan perkara tambahan atas adat istiadat dan tradisi, karena adat istiadat dan tradisi melekat pada semua masyarakat, sedangkan budaya adalah sesuatu yang bervariasi dan berbeda antar masyarakat, sehingga peradaban kontemporer dengan budayanya yang mengultuskan pendekatan rasional, telah berhasil mewarnai kehidupan dengan metode materialistis yang telah mempengaruhi seluruh sisi kehidupan Individu dan keyakinan mereka(4). 

 

  1. Musuh Islam

Jangan pernah kita melupakan peran musuh-musuh islam dalam menghembuskan virus gagal paham terhadap Islam, yang telah berhasil menghalangi manusia dari mengetahui ajaran Islam ini dan dari memeluk islam. 

Mereka akan berusaha siang dan malam memburukkan citra Islam pada generasi muda kita, sehingga generasi muda kita tidak suka mendengarkan tentang Islam apatah lagi mempelajarinya dan mau menerimanya. 

Sekilas teringat kisah Thufail bin Amr Ad-Dausiy bersama kaum Quraisy ketika ia mendatangi Kota Mekah, ia didatangi para pembesar yang memperingatkan dia dari mendekat serta mendengar dari Muhammad, mereka khawatir dia akan kena sihirnya Muhammad, seperti yang mereka tuduhkan, sampai-sampai Thufail menyumbatkan kapas di telinganya, karena takut mendengarkan sesuatu dari Muhammad(5). 

  

 

Bersambung…… 

Leave A Reply

Your email address will not be published.