Mimbar Jumat

Khutbah Jumat: Amalan-Amalan Mulia Setara Dengan Ibadah Haji

 

Download Pdfnya Klik

Amalan-Amalan Mulia Setara Dengan

Ibadah Haji

Khutbah Pertama:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

Amma Ba’du:

Hadirin Kaum Muslimin, Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Bertakwalah kepada Rabb kalian, niscaya kalian akan meraih kemenangan dan keberuntungan.

Hamba-hamba Allah, apabila seorang muslim melihat pemandangan ibadah haji, pastilah jiwanya merindukan amalan mulia tersebut. Namun, terkadang ada uzur yang menghalangi; entah itu karena sakit, kondisi fisik yang lemah, ketidakmampuan dari segi harta, atau karena belum memenuhi syarat masa tunggu keberangkatan. Maka ketahuilah—semoga Allah merahmati kalian—bahwa sesungguhnya ada amalan-amalan yang pahalanya setara dengan pahala orang yang berhaji, dan Allah telah memudahkannya bagi kalian dengan kemudahan yang luar biasa.

Janganlah bertanya mengapa Allah menjadikan amalan yang ringan ini diganjar dengan pahala sekelas haji. Perlu diingat, memiliki pahala yang setara dengan ibadah haji bukan berarti menggugurkan kewajiban haji bagi yang mampu; kesetaraan ini ada pada pahala dan ganjaran, bukan pada pengguguran kewajiban. Janganlah mempertanyakan kebesaran pahala atas amalan-amalan yang ringan ini, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

﴿ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ﴾

“Demikianlah karunia Allah, yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar.”

Berikut adalah amalan-amalan ringan yang menyamai pahala ibadah haji:

  • Pertama: Niat yang Tulus

Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya. Barangsiapa berniat haji namun takdir belum mengizinkan, ia tetap mendapatkan pahala para jemaah haji. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

«إِنَّ بِالْمَدِينَةِ لَرِجَالًا مَا سِرْتُمْ مَسِيرًا وَلَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا إِلَّا شَرِكُوكُمْ فِي الْأَجْرِ، حَبَسَهُمُ الْعُذْرُ»

“Sesungguhnya di Madinah ada orang-orang yang tidaklah kalian menempuh suatu perjalanan dan tidak pula menyeberangi suatu lembah, melainkan mereka berserikat (ikut serta) bersama kalian dalam pahalanya. Mereka terhalang oleh uzur.”

Dan ketika Nabi ﷺ bersabda tentang empat golongan manusia di dunia:

«وَعَبْدٌ رَزَقَهُ اللَّهُ عِلْمًا وَلَمْ يَرْزُقْهُ مَالًا، فَهُوَ صَادِقُ النِّيَّةِ، يَقُولُ: لَوْ أَنَّ لِي مَالًا لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلَانٍ، فَهُوَ بِنِيَّتِهِ، فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ»

“…dan seorang hamba yang dikaruniai ilmu oleh Allah namun tidak dikaruniai harta, lalu ia memiliki niat yang jujur, ia berkata: ‘Seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan beramal seperti amalan si fulan (yang beramal saleh dengan hartanya).’ Maka ia mendapatkan pahala berdasarkan niatnya, dan pahala keduanya adalah sama.”

Ketika orang kaya memiliki keutamaan dengan hartanya, orang fakir yang jujur dapat menyusulnya dengan niatnya. Jika Anda berkata: “Seandainya aku memiliki harta seperti pengusaha dermawan ini, niscaya aku akan bersedekah sepertinya atau lebih baik darinya,” maka Anda diberi pahala yang sama tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Sungguh besar karunia Allah.

  • Kedua: Menghadiri Majelis Ilmu

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadis yang sahih:

«مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ»

“Barangsiapa berangkat ke masjid di pagi hari, tidak ada yang ia inginkan selain untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala seperti pahala orang yang berhaji dengan sempurna hajinya.”

Salah satu bentuknya adalah berangkat ke majelis taklim, dan termasuk di dalamnya adalah apa yang sedang kalian lakukan saat ini: mendengarkan khutbah Jumat. Ini termasuk dalam bab belajar (ta’allum), maka setiap dari kalian insyaallah mendapat pahala haji yang sempurna.

  • Ketiga: Berangkat Shalat Fardhu dalam Keadaan Suci

Telah sabit dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda:

«مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ»

“Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci menuju shalat wajib (fardhu), maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dalam keadaan ihram.” (HR. Abu Dawud, dihasankan oleh ulama).

Ya Allah! Berapa kali Anda bisa berhaji? Lima kali dalam sehari! Berarti setara dengan sekitar 1.800 haji dalam satu tahun! Apalagi yang Anda cari dari suatu amalan wajib setelah mengetahui hal ini? Sungguh merupakan suatu kerugian jika seorang laki-laki meninggalkan shalat berjamaah di masjid padahal ia mendengar keutamaan sebesar ini.

  • Keempat: Shalat Subuh Berjamaah, Berdzikir hingga Syuruq, dan Shalat Isyraq

Menunaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat, akan mendapatkan pahala haji dan umrah.

«مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ، تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ»

“Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” (Hadis Hasan).

  • Kelima: Bertasbih, Bertahmid, dan Bertakbir 33 Kali Setelah Shalat

Ketika kaum fakir miskin datang kepada Nabi ﷺ dan mengeluh: “Orang-orang kaya telah memborong pahala; mereka berhaji, umrah, berjihad, dan bersedekah.” Beliau ﷺ menjawab:

«أَلَا أُحَدِّثُكُمْ بِأَمْرٍ إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ أَدْرَكْتُمْ مَنْ سَبَقَكُمْ وَلَمْ يُدْرِكْكُمْ أَحَدٌ بَعْدَكُمْ، وَكُنْتُمْ خَيْرَ مَنْ أَنْتُمْ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِ إِلَّا مَنْ عَمِلَ مِثْلَهُ؟ تُسَبِّحُونَ وَتَحْمَدُونَ وَتُكَبِّرُونَ خَلْفَ كُلِّ صَلَاةٍ»

“Maukah aku sampaikan kepada kalian suatu perkara yang jika kalian amalkan, kalian akan dapat menyusul orang-orang yang mendahului kalian dan tidak ada seorang pun setelah kalian yang bisa menyusul kalian, dan kalian menjadi orang yang terbaik di tengah-tengah masyarakat kalian, kecuali orang yang mengamalkan hal yang serupa? Yaitu kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat (masing-masing 33 kali).”

Dengan dzikir ini, Anda meraih pahala setara dengan amal para hartawan yang mampu berhaji dan bersedekah. Para ulama salaf terdahulu sering berkata: “Menghadiri shalat Jumat itu lebih baik daripada haji sunnah,” karena shalat Jumat adalah kewajiban mutlak, sedangkan haji setelah haji pertama adalah sunnah.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mungkin Anda menyadari bahwa sebagian besar pahala luar biasa ini terkait erat dengan masjid dan ibadah shalat berjamaah. Ini bukanlah hal yang aneh, sebab masjid adalah rumah bagi setiap insan yang bertakwa. Nabi ﷺ pernah menyebutkan tujuh golongan yang akan dinaungi Allah, salah satunya:

«وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ»

“Dan seorang laki-laki yang hatinya terpaut pada masjid.”

Yaitu jika ia keluar dari masjid, ia rindu untuk kembali.

Nabi ﷺ juga bersabda:

«مَا تَوَطَّنَ رَجُلٌ مُسْلِمٌ الْمَسَاجِدَ لِلصَّلَاةِ وَالذِّكْرِ إِلَّا تَبَشْبَشَ اللَّهُ لَهُ كَمَا يَتَبَشْبَشُ أَهْلُ الْغَائِبِ بِغَائِبِهِمْ إِذَا قَدِمَ عَلَيْهِمْ»

“Tidaklah seorang muslim menjadikan masjid sebagai tempat tinggalnya untuk shalat dan dzikir, melainkan Allah menyambutnya dengan gembira, sebagaimana keluarga menyambut dengan gembira kedatangan anggota keluarganya yang lama pergi.”

Maka, lazimkanlah diri kalian ke masjid dan dirikanlah shalat berjamaah, niscaya kalian akan meraih pahala yang berlimpah ini.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ وَتُوبُوا إِلَيْهِ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ.

Ammaba’du:

Hadirin Jamaah Jumat yang berbahagia,

Masih ada amalan-amalan lain yang pahalanya menyamai ibadah haji, di antaranya:

  • Keenam: Umrah di Bulan Ramadhan

Nabi ﷺ bersabda:

«عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً»

“Umrah di bulan Ramadhan menyamai pahala haji.” Dan dalam lafaz lain: “Menyamai pahala haji bersamaku.”

  • Ketujuh: Berbakti kepada Kedua Orang Tua (Birrul Walidain)

Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata: “Sesungguhnya aku sangat ingin ikut berjihad, namun aku tidak mampu.” Nabi bertanya:

«هَلْ بَقِيَ مِنْ وَالِدَيْكَ أَحَدٌ؟»

“Apakah salah satu dari kedua orang tuamu masih hidup?” Ia menjawab: “Ibuku.” Maka Nabi ﷺ bersabda:

«فَأَبْلِ اللَّهَ فِي بِرِّهَا»

“Maka tunjukkanlah kepada Allah niat baikmu dalam berbakti kepadanya.” Dan dalam lafaz lain: “Maka persembahkanlah uzurmu kepada Allah dengan berbakti kepadanya. Jika engkau melakukannya, maka engkau (mendapat pahala) seperti orang yang berhaji, berumrah, dan berjihad.” (Hadis Hasan).

Jika ibumu ridha kepadamu, bertakwalah kepada Allah dan berbaktilah kepadanya.

  • Kedelapan: Membiayai Keberangkatan Haji Orang Lain

Bagi seorang hartawan yang belum dimudahkan berangkat haji karena uzur atau sakit, hendaklah ia membiayai keberangkatan haji seorang yang fakir. Dengan begitu, ia meraih pahala orang yang berhaji. Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا أَوْ جَهَّزَ حَاجًّا أَوْ خَلَفَهُ فِي أَهْلِهِ، أَوْ فَطَّرَ صَائِمًا، كَانَ لَهُ مِثْلُ أُجُورِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ»

“Barangsiapa yang mempersenjatai orang yang berperang, atau membiayai orang yang berhaji, atau menjaga keluarga yang ditinggalkannya, atau memberi buka orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal dengan pahala mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”

Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki.

Maka bergembiralah dan gantungkanlah harapan kepada Rabb Yang Maha Pemurah. Dia senantiasa melipatgandakan kebaikan, menghapus keburukan, mengampuni dosa-dosa, dan menanggung segala kesalahan bagi hamba-Nya yang bertaubat dengan taubatan nasuha (taubat yang sebenar-benarnya).

Kemudian, bersalawat serta salam lah kepada Nabi Muhammad ﷺ, beliau adalah rahmat yang dihadiahkan dan nikmat yang dianugerahkan. Rabb kita Jalla fi ‘Ulahu telah memerintahkan hal tersebut sebagaimana firman-Nya:

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَزِدْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، صَاحِبِ الْوَجْهِ الْأَنْوَرِ وَالْجَبِينِ الْأَزْهَرِ. اللَّهُمَّ أَوْرِدْنَا حَوْضَ نَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاسْقِنَا مِنْهُ شَرْبَةً هَنِيئَةً مَرِيئَةً لَا نَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا. اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا شَفَاعَتَهُ، وَارْزُقْنَا فِي الْجَنَّةِ مُرَافَقَتَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ وَارْضَ عَنْ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. وَأَرْغِمْ أُنُوفَ الَّذِينَ يَلْعَنُونَ الصَّحَابَةَ وَيُكَفِّرُونَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَمْرَهُمْ فِي سَفَالٍ، وَكَيْدَهُمْ فِي خَبَالٍ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَ أَمْرِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى. اللَّهُمَّ خُذْ بِنَاصِيَتَيْهِ لِلْبِرِّ وَالتَّقْوَى. اللَّهُمَّ وَارْزُقْهُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ النَّاصِحَةَ الَّتِي تَدُلُّهُ عَلَى الْخَيْرِ وَتُعِينُهُ عَلَيْهِ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ لَهُ فِي الْعَالَمِينَ بِالْحَقِّ ذِكْرًا، وَأَنْزِلْ عَلَيْهِ وَعَلَى جُنُودِهِ نَصْرًا. اللَّهُمَّ احْمِ بِهِ الْمِلَّةَ، وَأَعِزَّ بِهِ السُّنَّةَ، وَاقْمَعْ بِهِ الْبِدْعَةَ، وَاجْمَعْ بِهِ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى الْحَقِّ وَالدِّينِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ جَازِ وُلَاةَ أَمْرِنَا خَيْرًا عَلَى مَا يُقَدِّمُونَ لِلْحُجَّاجِ وَالْمُعْتَمِرِينَ وَالزَّائِرِينَ لِلْمَشَاعِرِ الْمُقَدَّسَةِ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، وَاجْعَلْهُ فِي مِيزَانِ حَسَنَاتِهِمْ، وَرِفْعَةً لِدَرَجَاتِهِمْ، وَتَيْسِيرًا لِأُمُورِهِمْ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، ﴿رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا الْأُمِّيِّ، آمِين.

+6285333345252

https://markazinayah.com

@markazinayah

@markazinayah

pin.it/27A9yFJT5

add/markaz_inayah

@markazinayah

@markazinayah

t.me/markaz_inayah

@markazinayah

markazinayahofficial

Tim Ilmiah Markaz Inayah

Markazinayah.com adalah website dakwah yg dikelola oleh Indonesian Community Care Center Riyadh, KSA. Isi dari website ini adalah kontribusi dari beberapa mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di beberapa universitas di Arab Saudi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button