Tatsqif

Bulan Safar: Meluruskan Mitos & Menghidupkan Sunnah

Bulan Safar: Meluruskan Mitos & Menghidupkan Sunnah

Selesai bulan Muharram, masuklah bulan Safar. Nama “Safar” = kosong, karena dulu orang Arab keluar meninggalkan rumah dalam keadaan kosong saat perang.

Masalahnya: Safar sering dikaitkan dengan sial, nahas, dan penuh pantangan. Padahal Islam datang untuk menghapus itu semua.

Safar termasuk 12 bulan Hijriah biasa. Tidak termasuk 4 bulan haram seperti Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram.

Jadi hukum asal Safar = bulan biasa. Tidak ada keutamaan khusus, dan tidak ada kehinaan khusus.

Ini mitos paling kuat di masyarakat. “Nikah di Safar sial”, “Bepergian Safar bahaya”, “Anak lahir Safar nasibnya buruk”.

Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah membatalkannya 1400 tahun lalu:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

_“Tidak ada penularan penyakit dengan sendirinya, tidak ada thiyarah/anggapan sial, tidak ada hama, dan tidak ada kesialan bulan Safar”_

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan: _“Makna hadits: Bulan Safar itu tidaklah mendatangkan kesialan”.

Aqidah kita: Yang menentukan baik-buruk hanya Allah. Hari, tanggal, bulan tidak bisa memberi manfaat atau madharat.

Allah berfirman:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah”[QS. At-Taghabun: 11]

Jadi buang jauh-jauh kalender “Wetton Safar”. Mau nikah, pindah rumah, buka usaha di Safar? Boleh. Asal sudah istikharah dan ikhtiar.

Apakah Ada Amalan Khusus di Bulan Safar?

Jawabannya: Tidak ada

Tidak ada hadits shahih yang memerintahkan shalat khusus Safar, puasa khusus Safar, sedekah khusus awal Safar, atau doa “tolak bala akhir Safar Rabu terakhir”.

Syekh ibn Utsaimin rahimahullah: _“Safar sama seperti bulan lainnya. Tidak ada ibadah khusus padanya”

Adapun “Shalat Tolak Bala Rabu Terakhir Safar” 4 rakaat, itu riwayat palsu dan bid’ah. Jangan diamalkan.

Lalu Apa yang Dilakukan di Bulan Safar?

Sama seperti bulan-bulan lainnya. Karena Islam agama yang mudah.

Bertauhid dan Menguatkan Aqidah

Bulan Safar jadi momen bersihkan hati dari khurafat. Yakin 100% bahwa yang memberi bahaya dan manfaat hanya Allah, bukan tanggalan.

Amal Shalih Umum yang Ada Dalilnya

1. Puasa Sunnah: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh tgl 13-15 Safar. Nabi bersabda: _“Puasa 3 hari setiap bulan seperti puasa sebulan penuh

2. Shalat Sunnah: Dhuha, Tahajud, Rawatib.

3. Sedekah & Silaturahim: Amal yang melapangkan rezeki kapan saja.

4. Baca Al-Qur’an & Dzikir Pagi Petang: Ini benteng terbaik dari segala keburukan, bukan rajah atau jimat.

Jadikan Muhasabah

Safar mengingatkan: Hidup itu berpindah. Dari Muharram ke Safar, dari dunia ke akhirat. Maka perbanyak istighfar: _“Astaghfirullah wa atubu ilaih”_ 100x sehari seperti Nabi [HR. Muslim].

Kaedah Penting dari Syaikh Shalih Al-Fauzan:

_“Mengkhususkan suatu waktu atau tempat untuk ibadah tertentu tanpa dalil adalah bid’ah. Dan semua bid’ah itu sesat”_.

1. Safar tidak sial. Buang mitosnya.

2. Safar tidak istimewa. Jangan buat ibadah baru.

3. Safar adalah kesempatan Isi dengan tauhid, taat, dan amal sunnah seperti biasa.

Jangan sampai kita berlepas dari syirik besar, tapi jatuh ke syirik kecil berupa thiyarah.

Semoga Allah menjaga kita dari semua takhayul, dan menjadikan Safar kita bulan yang penuh keberkahan karena ketaatan.

Wallahu a’lam bish shawab

 

Zayyinni Izzal Faqih B.A

Alumni Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button