Khutbah Jumat: Muharram Bulan Allah dan Musim Ketaatan

Download Pdfnya Klik
Atau
Download Pdfnya Klik
Muharram Bulan Allah dan Musim Ketaatan
Penulis:
Ustaz Abdullah Azzam Bisri, Lc.
(Kandidat Magister Universitas Islam Madinah, KSA)
Khutbah pertama:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الزَّمَانَ مَوَاقِيتَ لِلْعِبَادِ، وَعَظَّمَ بَعْضَ الْأَشْهُرِ وَالْأَيَّامِ بِالْفَضْلِ وَالْوِدَادِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَى نِعَمِهِ الْغِزَارِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى تَوَالِي الْفَضْلِ وَالْإِدْرَارِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾.
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Salat Jum’at yang dirahmati Allah.
Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang senantiasa mempertemukan kita dengan musim-musim ketaatan. Bersyukur kita kepada-Nya, karena hari ini kita telah memasuki bulan yang mulia, bulan pertama dalam kalender Islam, yaitu Bulan Muharram.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada Jamaah sekalian, marilah kita terus berupaya meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Azza wa Jalla. Caranya adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya sekuat tenaga kita.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat istimewa di dalam Islam. Terdapat beberapa keutamaan dan poin penting yang harus kita ketahui dan amalkan di bulan yang mulia ini:
Pertama: Muharram adalah Bulan Allah (Syahrullah)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim:
«أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ»
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram.” (HR. Muslim).
Perhatikanlah para Jamaah sekalian, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyandarkan kata “Bulan” kepada “Allah” (Syahrullah). Di dalam kaidah bahasa Arab, penyandaran (idhafah) suatu makhluk kepada Allah menunjukkan adanya Pengagungan yang luar biasa. Allah mengkhususkan bulan ini di antara bulan-bulan yang lain untuk disandingkan dengan nama-Nya yang Agung.
Kedua: Bagian dari Asyhurul Hurum (Bulan-Bulan Haram).
Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang diharamkan dan disucikan oleh Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:
﴿إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ﴾
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At-Taubah: 36).
Di dalam bulan-bulan haram ini, perbuatan dosa akan bernilai lebih besar sanksinya, dan sebaliknya, amal shalih akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu, Allah berpesan secara khusus: “Janganlah kamu menganiaya dirimu sendiri” yaitu dengan melakukan kemaksiatan di bulan ini.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ketiga: Keutamaan memperbanyak puasa di Bulan Muharram.
Amalan paling utama yang sangat dianjurkan untuk kita perbanyak selama bulan Muharram adalah berpuasa sunnah. Masih berdasarkan hadits di atas, puasa di bulan Muharram merupakan puasa sunnah yang paling afdhal di antara 12 bulan yang ada. Kita bisa memperbanyak puasa kapan saja di bulan ini, khususnya pada hari Senin dan Kamis, atau puasa Daud.
Keempat: Puncak Kemuliaan pada Hari Asyura (10 Muharram).
Di dalam bulan Muharram, terdapat satu hari yang sangat bersejarah dan penuh berkah, yaitu hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika berhijrah ke Madinah mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari tersebut. Ketika ditanya alasannya, mereka menjawab bahwa hari itu adalah hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Mendengar hal itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
«فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ»
“Maka saya lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”
Maka beliau berpuasa dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa. (HR. Bukhari & Muslim).
Adapun keutamaan puasa Asyura ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
«صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ»
“Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar ia dapat menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).
Kelima: Menyelisihi Ahli Kitab dengan Puasa Tasu’a (9 Muharram).
Sebagai bentuk pembeda (menyelisihi) syariat kaum Yahudi dan Nasrani, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berniat untuk menambah puasa pada hari sebelum Asyura, yaitu tanggal 9 Muharram (Tasu’a). Beliau bersabda:
«لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ»
“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal sembilan (Muharram).” (HR. Muslim).
Oleh karena itu, para ulama menganjurkan agar kita berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram agar tidak menyerupai ibadah kaum Yahudi secara mutlak.
Ma’asyiral Muslimin yang berbahagia,
Bulan Muharram bukanlah bulan kesialan atau bulan duka cita sebagaimana yang diyakini oleh sebagian kelompok atau tradisi jahiliyah. Muharram adalah bulan kemenangan, bulan ketaatan, dan momentum untuk berhijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan, serta lembaran baru untuk menata amal shaleh kita ke depan.
Mari kita manfaatkan sisa hari di bulan Muharram ini dengan memperbanyak puasa, bersedekah, membaca Al-Qur’an, menahan diri dari kemaksiatan, serta menjaga lisan dan anggota tubuh kita dari hal-hal yang dimurkai Allah Azza wa Jalla.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
.
Khutbah kedua:
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا الله تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ عُمْرَ الْإِنْسَانِ قَصِيرٌ، وَأَنَّ الْأَيَّامَ تَمْضِي سَرِيعًا. فَالسَّعِيدُ مَنِ اغْتَنَمَ مَوَاسِمَ الْخَيْرَاتِ قَبْلَ فَوَاتِ الْأَوَانِ.
قال الله تعالى: ﴿ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴾
Ma’asyiral Muslimin، Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Di akhir khutbah yang singkat ini, mari kita merenungkan kembali bahwa berlalunya waktu dan bergantinya tahun adalah pengingat bahwa ajal kita semakin dekat. Kesempatan hidup yang Allah berikan di bulan Muharram ini adalah nikmat besar yang belum tentu kita dapati di tahun-tahun yang akan datang.
Maka, mari kita bulatkan tekad untuk mengagungkan apa yang diagungkan oleh Allah Ta’ala, yaitu menghormati kesucian bulan Muharram dengan menjauhi kezaliman, baik kezaliman kepada diri sendiri melalui dosa, maupun kezaliman kepada orang lain. Mari kita persiapkan diri kita untuk menyambut hari Asyura dengan melaksanakan puasa sunnah, memohon ampunan kepada Allah, dan berharap agar dosa-dosa kita di tahun yang lalu diampuni oleh-Nya.
Akhirnya, marilah kita tundukkan kepala, merendahkan hati di hadapan Allah Azza wa Jalla, seraya bershalawat kepada Baginda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَامَنَا الْجَدِيدَ عَامَ خَيْرٍ وَبَرَكَةٍ، وَأَمْنٍ وَإِيمَانٍ، وَسَلاَمَةٍ وَإِسْلاَمٍ لَنَا وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ.
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِكَ الْمُحَرَّمِ، وَوَفِّقْنَا فِيهِ لِلْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ الَّتِي تَرْضَاهَا عَنَّا.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا في كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِن كُلِّ شَرٍّ.
﴿رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ الْجَلِيْلَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

+6285333345252



