Fatawa Umum

Jika Terdengar Banyak Adzan Di Sekitar Kita, Mana Yang Harus Dijawab?

بسم الله

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أحسن الله إليكم يا أستاذنا

Izin bertanya Ustadz, Jika terdengar banyak adzan disekitar kita, manakah yang harus kita jawab?

شكرا جزيلا وبارك الله فيكم

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Jawaban

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba‘du:

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum mengikuti (menjawab/menirukan) lafaz adzan ketika muadzin lebih dari satu orang.

Pendapat pertama: Cukup dengan menirukan adzan yang pertama saja. Alasannya, orang yang menirukan adzan pertama sudah melaksanakan perintah Nabi ﷺ untuk menirukan adzan, sebagaimana terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari sabda beliau ﷺ:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ

“Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang ia ucapkan.”

Mereka mengatakan bahwa perintah itu tidak menunjukkan kewajiban pengulangan (tidak harus diulang berkali-kali).

Pendapat kedua: Menirukan adzan pertama dan kedua. Alasannya lebih umum, karena hadits di atas bersifat mutlak dan mencakup semua adzan yang terdengar. Selain itu, adzan adalah dzikir, dan setiap dzikir pasti mengandung pahala.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin رحمه الله berkata dalam Syarh al-Mumti‘ ketika menjelaskan perkataan penulis Zaad al-Mustaqni‘ “disunnahkan bagi yang mendengarnya untuk menirukannya secara lirih”:

“Hal ini mencakup adzan pertama dan kedua. Sehingga jika muadzin berbeda-beda, maka seseorang menjawab adzan yang pertama dan menjawab pula adzan yang kedua, karena keumuman hadits. Selain itu, adzan adalah dzikir yang dengannya manusia diberi pahala.”

Adapun perbedaan pendapat ini — sebagaimana telah dijelaskan — hanya berlaku bila muadzin adzannya tidak bersamaan. Namun, jika mereka adzan bersamaan pada waktu yang sama, dan suara mereka bercampur hingga sulit dibedakan, maka cukup dengan menirukan salah satu adzan saja.

Wallāhu a‘lam.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button