Fikih

40 Kesalahan yang Sering Terjadi saat Berwudhu dan Shalat

40 Kesalahan yang Sering Terjadi saat Berwudhu dan Shalat

PENULIS : Syeikh Kholid bin Ali Al-Juraisy hafidzhahullahu Ta’ala.

PENERJEMAH : Abdullah Azzam Bishri, Lc.

Tulisan ini diterjemahkan atas rekomendasi dari penulis sendiri saat penerjemah hadir di kajian beliau di Buraidah, Provinsi Qassim, Kerajaan Arab Saudi tahun 2025 yang lalu. Tujuan diterjemahkannya agar manfaat buku ini semakin tersebar, dan beberapa kesalahan yang sering terjadi bisa diperbaiki, diluruskan, dan agar tidak terjatuh di kesalahan yang sama. Proses penerjemahannya disertai dengan beberapa tambahan singkat dari penerjemah, penghapusan kalimat yang berulang dan tidak perlu, agar isi yang diterjemahkan semakin jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.

PENDAHULUAN

Segala puji bagi Allah ‘Azza wa Jalla, dan shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, kepada keluarganya, sahabatnya, dan juga kepada pengikut beliau.

Sesungguhnya ibadah yang kita kerjakan harus sesuai dengan perintah Allah dan petunjuk Rasul-Nya, dan syarat agar ibadah kita diterima adalah mengerjakannya dengan ikhlas, dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Beberapa orang kadang melakukan kesalahan saat berwudhu dan sholat, baik itu disebabkan karena kejahilannya ataupun karena lupa atau terkadang karena terburu-buru dalam melaksanakannya. Oleh karena itu, penulis ingin mengingatkan tentang kesalahan tersebut agar kesalahan tersebut tidak terulang atau tersebar di masyarakat. Dalam buku ini, terdapat 40 pengingat dan nasehat yang penting untuk dijelaskan.

Pengingat dan nasehat ini mudah untuk dibaca, dijelaskan, dan didiskusikan bersama keluarga, teman, jamaah masjid, siswa-siswa, dan bisa disebarkan melalui media sosial, agar kesalahan bisa diperbaiki dan diluruskan sesuai dengan perintah syariat.

Beberapa keutamaan dan nasehat penting dalam ibadah sholat:

  • Imam Ahmad rohimahullah berkata tentang orang yang sholat, bahwasanya dia berada dalam kerendahan diri di hadapan Tuhan Yang maha Perkasa (Allah Ta’ala), maka hendaklah seorang yang sholat merendahkan dirinya di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.
  • Jika sholat kita dikerjakan dengan sempurna, maka hal itu akan memperbaiki akhlaq dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari.
  • Sholat adalah medan jihad antara kita melawan syaithon, maka bersungguh-sugguhlah untuk mengalahkannya dengan menghadirkan hati kita saat sholat.
  • Sebagaimana dalam hadis riwayat Bukhori, bahwasanya para malaikat senantiasa meminta kepada Allah agar mengampuni dan merahmati orang-orang yang sholat selama mereka berada di masjid atau di tempat sholatnya, maka hendaklah kita tidak bersegera meninggalkan masjid dan hendaknya kita berusaha untuk hadir lebih awal.
  • Yang menyempurnakan kekurangan kita saat sholat adalah ibadah sunnah, maka perbanyaklah melakukan ibadah sunnah untuk menutupi kekurangan tersebut, bisa dengan memperbanyak sholat sunnah, membaca Al-qur’an, berzikir, dll.
  • Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan sholat di akhir waktunya tanpa ada alasan yang benar, maka ia berada dalam bahaya yang nyata, maka hendaklah mereka bertobat dan bersegera dalam sholatnya dan tidak menundanya!
  • Jika sholat kita benar dan sempurna, maka amalan yang lainpun akan sempurna. Namun, jika sholat kita rusak, maka amalan yang lainnya juga akan rusak.
  • Bersungguh-sungguhlah dalam menghadirkan hati saat sholat, resapi setiap dzikir yang diucapkan, dan perhatikanlah makna setiap gerakan dalam sholat, agar kita bisa semakin khusyuk saat sholat.

40 KESALAHAN YANG SERING TERJADI SAAT BERWUDHU DAN SHALAT:

PERTAMA, sebagian dari kita kadang terluput atau lalai mengucapkan “bismillah” sebelum berwudhu. Meskipun ada perbedaan ulama dalam hukum basmalah sebelum berwudhu, namun hukumnya terbagi menjadi 2 pendapat:

*Pendapat pertama: hukumnya adalah wajib, mereka berlandaskan dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَلَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

Artinya: “tidak ada wudhu bagi yang tidak menyebut nama Allah” (H.R. Ahmad No. 25894).

*Pendapat kedua: hukumnya adalah sunnah, karena mereka menganggap hadis di atas lemah dan tidak bisa dijadikan landasan hukum.

Pendapat manapun yang dikuatkan, sebaiknya orang yang berwudhu tetap mengucapkan basmalah sebelum berwudhu, karena hukum membacanya antara sunnah atau wajib. Dan jika ditinggalkan akan rugi, karena mengucapkannya tidak sulit dan kalimatnya pun pendek, dan dengan mengucapkannya kita memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala. Kalimat yang singkat, namun pengaruhnya sangat kuat bagi yang mengucapkannya, oleh karena itu ucapkanlah basmalah sebelum berwudhu! Sebagai bentuk kehati-hatian dan keluar dari perbedaan pendapat para ulama.

KEDUA

Diantara kesalahan saat mencuci tangan ketika berwudhu adalah memulai dari pergelangan tangan, padahal yang wajib untuk dicuci saat berwudhu dimulai dari ujung jari hingga siku. Maka kita wajib untuk mencuci tangan kita dari ujung jari hingga siku, dan siku pun harus dicuci juga, sebagaimana Firman Allah ta’ala dalam surah Al-Maidah ayat 6:

﴿يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ … ﴾

Diantara alasan mereka yang mencuci dari pergelangan tangan adalah karena mereka sudah mencucinya sejak awal mulai berwudhu, padahal mencuci kedua telapak tangan saat awal berwudhu adalah sunnah wudhu dan tidak termasuk rukun wudhu. Meskipun ada ulama yang berpendapat wajib mencuci kedua telapak tangan saat bangun dari tidur, namun hal tersebut tidak membatalkan kewajiban mencuci tangan dari ujung jari hingga siku setelah mencuci wajah.

Oleh karena itu, marilah kita menyempurnakan wudhu kita dengan mencuci tangan dari ujung jari hingga siku, meskipun kita berada di musim dingin atau mengenakan banyak pakaian, karena ini adalah rukun/kewajiban yang harus dicuci saat berwudhu.

KETIGA

Sebagian orang yang berwudhu kadang terlupa atau terluput membaca doa setelah berwudhu, dan ini seakan-akan dia terluput banyak kebaikan. Diantara keutamaan membaca doa setelah berwudhu adalah:

قال النبي ﷺ: مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ – أَوْ فَيُسْبِغُ – الْوُضُوءَ ، ثُمَّ يَقُولُ : أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa di antara kalian yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhu tersebut, kemudian membaca, ‘Asyhadu allā ilāha illallāh wa anna muḥammadan ‘abdullāhi wa rasūluh (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan rasul-Nya)’, kecuali akan dibuka baginya kedelapan pintu surga agar ia masuk dari pintu mana saja yang kehendaki.”

Dalam Sunan Tirmidzi terdapat tambahan doa setelah dua kalimat syahadat, yaitu:

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ»»

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dari golongan orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk dari golongan orang-orang yang mensucikan diri”

Dan tambahan ini telah dibenarkan oleh sebagian ulama, seperti Syeikh Albani, Imam Ibnul Qoyyim, Syeikh bin Baz, dll. Dan sebagian ulama ada yang melemahkan lafazh tambahan ini.

Diantara doa yang diucapkan setelah berwudhu adalah hadis Abu Sa’iid Al-Khudry yang diriwayatkan secara mauquf:

»سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ»

Artinya: “Mahasuci Engkau wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, aku meminta ampun dan bertobat kepada-Mu”.

Dan inilah tiga dzikir/doa yang diucapkan setelah berwudhu, maka sebaiknya kita menghafalkannya, mengamalkannya, dan juga mengajarkannya kepada kerabat kita.

KEEMPAT

Sebagian orang yang berwudhu tidak sempurna dalam mencuci atau membasuh anggota wudhu yang wajib untuk dibasuh, seperti tidak membasuh daerah wajah yang dekat dengan telinga, atau tidak membasuh kedua siku secara sempurna, atau tidak membasuh kaki hingga mata kaki secara sempurna. Inilah beberapa kekurangan yang perlu untuk diperbaiki. Ada pula beberapa hal yang melampaui batas yang perlu untuk diperbaiki, seperti membasuh leher, atau membasuh anggota wudhu lebih dari 3 kali secara yakin.

Semua kesalahan ini disebabkan karena terburu-buru saat berwudhu, atau bisa juga karena kejahilan yang tersebar di masyarakat. Oleh karena itu, marilah kita bersikap tenang saat berwudhu, menyempurnakannya dengan baik dan tanpa berlebih-lebihan, dan mempelajari hukum berwudhu dengan tekun dan mengajarkannya karena wudhu ini terus dilakukan secara berulang-ulang dalam kehidupan kita.

Abdullah Azzam Bisri, Lc.

(S2, Jurusan Fikih, Universitas Islam Madinah, KSA)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button