Kisah Buku Usud al-Ghābah fī Ma‘rifat ash-Shahābah

*Kisah Buku Usud al-Ghābah fī Ma‘rifat ash-Shahābah – Ensiklopedia nama Sahabat ridlwanullahi ‘aihim*
Karya sejarawan besar dan ulama ensiklopedis ‘Izzuddin Ibn al-Atsir
(555 H – 630 H / 1160 M – 1243 M).
✍ Penulis Buku dalam Sekilas ✍
Beliau adalah sejarawan terkenal dan imam hafiz, yaitu ‘Izzuddin Abu al-Hasan ‘Ali bin Muhammad bin Muhammad bin ‘Abdul Karim bin ‘Abdul Wahid al-Jazari asy-Syaibani.
Ibn al-Atsir lahir di Pulau Ibnu ‘Umar, yang terletak di Provinsi Şırnak, Turki, di perbatasan dengan Suriah. Ia tumbuh dalam keluarga kaya yang mencintai ilmu. Ia memiliki dua saudara, yang keduanya juga dikenal dengan julukan Ibnu al-Atsir.
Mereka pertama kali menimba ilmu di Pulau Ibnu ‘Umar, kemudian ayah mereka memindahkan mereka ke Mosul, tempat mereka belajar kepada para ulama besar kota tersebut.
Ibn al-Atsir dan kedua saudaranya mengkhususkan diri untuk menuntut ilmu. Lingkungan rumah ayah mereka di Mosul menjadi tempat berkumpulnya para ulama dan sastrawan. Mereka mendengar ilmu dari para tokoh tersebut dan mencatatnya, hingga lahirlah tiga ulama besar:
Al-Qadhi Majduddin Abu as-Sa‘adat, penulis Jāmi‘ al-Ushūl fī Ahādīts ar-Rasūl ﷺ.
Imam hafiz dan sejarawan besar ‘Izzuddin Ibn al-Atsir, penulis Usud al-Ghābah dan banyak karya bermanfaat lainnya.
Wazir Dhiya’uddin Abu al-Fath Nashrullah, yang sangat mencintai syair dan sastra, menghafal banyak puisi, dan bekerja sebagai penulis bagi para penguasa.
Ibn al-Atsir dikenal memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu dan sering melakukan perjalanan ilmiah ke Mosul, Baghdad, Hijaz, Damaskus, dan Aleppo. Ia unggul dalam ilmu sejarah, hadis, dan nasab.
Di antara karya terpentingnya adalah “Al-Kāmil fī at-Tārīkh”, yang oleh para sejarawan dianggap sebagai karya sejarah terbesar pada masanya.
Ibnu Khallikan berkata tentangnya:
«كان إمامًا في حفظ الحديث ومعرفته وما يتعلق به، وحافظًا للتواريخ المتقدمة والمتأخرة، وخبيرًا بأنساب العرب وأخبارهم وأيامهم ووقائعهم».
> “Ia adalah imam dalam hafalan hadis dan pengetahuannya, menguasai sejarah terdahulu dan kemudian, serta ahli dalam nasab bangsa Arab, berita-berita mereka, dan peristiwa-peristiwa mereka.”
(Wafayāt al-A‘yān, 3/348)
Imam adz-Dzahabi berkata:
«وكان إِمامًا عَلاَّمَةً، أَخبَارِيًّا، أَديبًا، مُتَفَنِّنًا، رَئِيْسًا، مُحْتَشِمًا، كَانَ مَنْزِلُهُ مَأْوَى طَلَبَةِ العِلْمِ، وَلَقَدْ أَقْبَلَ فِي آخِرِ عُمُرِهِ عَلَى الحَدِيْثِ إِقبالًا تَامًّا، وَسَمِعَ العَالِي وَالنَّازلَ».
> “Ia adalah seorang imam besar, sangat alim, pakar sejarah, sastrawan, multitalenta, berwibawa, dan terhormat. Rumahnya menjadi tempat bernaung para penuntut ilmu. Pada akhir umurnya ia sangat menekuni hadis, mendengar riwayat tinggi dan rendah.”
(Siyar A‘lām an-Nubalā’, 16/257)
Imam ‘Izzuddin Ibn al-Atsir wafat pada tahun 630 H, pada usia sekitar 75 tahun, setelah perjalanan panjang penuh dedikasi dan kontribusi ilmiah.
📙 Sebab Penulisan Buku 📙
Ibn al-Atsir menyebutkan dalam pendahuluan bukunya bahwa para ulama dan ahli hadis di Syam memintanya untuk menghimpun nama-nama para sahabat dalam sebuah kitab yang menjelaskan kebenaran terkait biografi mereka. Ia berkata:
«إننا نرى كثيرًا من العلماء الذين جمعوا أسماء الصحابة يختلفون في النَسب، والصُّحبة، والمشاهد التي شهدها الصاحب، إلى غير ذلك من أحوال الشخص ولا نعرف الحق فيه، وحَثُّوا عَزمي على جمع كِتاب لهم في أسماء الصحابة رضي الله عنهم أستقصى فيه ما وصل إليَّ من أسمائهم، وأُبَيِّن فيه الحق فيما اختلفوا فيه، والله يهدى من يشاء إلى صراط مستقيم).
> “Kami melihat banyak ulama yang mengumpulkan nama-nama sahabat berbeda pendapat tentang nasab, status persahabatan, peperangan yang diikuti sahabat, dan keadaan lainnya, sehingga kebenaran tidak jelas. Mereka mendorong tekadku untuk menyusun sebuah kitab tentang nama-nama sahabat, yang di dalamnya aku menghimpun apa yang sampai kepadaku dan menjelaskan kebenaran dari hal-hal yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.”
(Usud al-Ghābah, 1/11)
Ia menelaah karya-karya sebelumnya dan mendapati perbedaan metode serta pendekatan, maka ia berusaha menghimpun, menyusun, dan menyaringnya, agar memudahkan pembaca mengenal berita, keadaan, dan perjalanan hidup para sahabat.
📙 Sekilas tentang Buku 📙
Usud al-Ghābah adalah kitab besar terdiri dari 6 jilid, memuat biografi 7.554 sahabat laki-laki dan perempuan, disusun berdasarkan huruf hijaiyah.
Buku ini termasuk rujukan penting dalam biografi sahabat, dan banyak digunakan oleh para peneliti.
Ibn al-Atsir menghimpun data penting untuk menilai hadis: nama sahabat, nasabnya, peperangan yang diikutinya, dan tahun wafatnya.
Di awal kitab, ia mencantumkan sanad kitab-kitab besar yang menjadi sumber hadis, lalu di dalam kitab cukup menyebutkan nama penulisnya secara ringkas.
Ia memulai bukunya dengan sebuah bab tentang sirah Nabi Muhammad ﷺ dan kehidupan beliau.
📙 Keistimewaan Buku 📙
Menghimpun isi karya-karya sebelumnya, menatanya kembali, serta menambahkan keterangan penting.
Menyebut sahabat dengan nama, julukan, kunyah, dan ciri utama, serta menghilangkan informasi yang tidak diperlukan.
Memberi komentar terhadap teks dan sanad, menjelaskan istilah asing, membakukan nama, dan menjelaskan sebab penamaan tempat atau tokoh.
Mengumpulkan dan mendokumentasikan informasi secara sistematis serta menisbatkannya ke sumber-sumbernya.
Menyediakan bagian khusus untuk sahabiyah, disusun menurut huruf hijaiyah.
Tidak mengabaikan perawi yang tidak diketahui nasabnya; mereka tetap dicantumkan pada akhir entri nama.
Juga mencantumkan biografi orang-orang non-Muslim yang hidup sezaman dengan Rasulullah ﷺ, sehingga kitab ini bersifat historis dan komprehensif.
Semoga Allah merahmati ulama besar dan sejarawan agung ‘Izzuddin Ibn al-Atsir, serta menganugerahkan kepada beliau, para pecinta dan pembaca karya-karyanya kebersamaan dengan Nabi ﷺ dan para sahabat di surga.
Ya Allah, kabulkanlah.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kami Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya.
Segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam.



