Takdir Pilihan Allah Terbaik

Takdir adalah menyerahkan hati sepenuhnya kepada Allah dan ridha terhadap apa pun yang Dia tetapkan untukmu, baik berupa kebaikan maupun keburukan, dengan keyakinan bahwa pilihan Allah bagimu jauh lebih baik daripada pilihanmu untuk dirimu sendiri.
Perhatikanlah kisah Nabi Ya‘qub dan Nabi Yusuf alaihimas salam.
Kecintaan Nabi Ya‘qub kepada Yusuf alaihis salam tampak sebagai kebaikan, namun justru menjadi sebab Yusuf dilemparkan ke dalam sumur.
Masuknya Nabi Yusuf alaihis salam ke dalam sumur tampak sebagai keburukan, tetapi itulah jalan yang mengantarkannya ke istana.
Masuknya Nabi Yusuf alaihis salam ke istana tampak sebagai kebaikan, namun justru berujung pada penjara karena godaan istri Al-‘Aziz.
Masuknya Nabi Yusuf alaihis salam ke dalam penjara tampak sebagai keburukan, tetapi itulah jembatan yang mengantarkannya menuju perbendaharaan negeri.
Demikianlah hakikat takdir:
keburukan membuka pintu kebaikan, dan kebaikan mengantarkan pada ujian, dan semua itu terjadi dengan ketetapan Allah dan hikmah-Nya.
Maka kebaikan sejati adalah apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Berserahlah kepada takdir-Nya, ridhailah ketetapan-Nya, dan yakinlah bahwa kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Allah Ta‘ala berfirman:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
[سورة البقرة: 216]
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu; dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)



