Tatsqif

Enam perkara yang tidak akan berkumpul dengan kesengsaraan

Enam perkara yang tidak akan berkumpul dengan kesengsaraan

Setiap manusia tentu mendambakan hidup yang bahagia dan jauh dari kesengsaraan. Namun, kebahagiaan sejati bukan hanya tentang banyaknya harta, tingginya kedudukan, atau terpenuhinya segala keinginan. Ada orang yang memiliki banyak hal, tetapi hatinya tetap sempit dan gelisah. Sebaliknya, ada yang kehidupannya sederhana, tetapi dadanya lapang dan hatinya tenteram.

Al-Qur’an menunjukkan kepada kita jalan-jalan yang menjauhkan seorang hamba dari kesengsaraan. Di antaranya adalah berbakti kepada orang tua, khususnya ibu; memperbanyak doa; dekat dengan Al-Qur’an; mengikuti petunjuk Allah; memiliki rasa takut kepada-Nya; dan menghiasi diri dengan ketakwaan.

Perhatikan bagaimana Allah mengaitkan perkara-perkara mulia tersebut dengan keselamatan dari الشَّقَاءُ — kesengsaraan dan kecelakaan. Seakan-akan kita diingatkan: bila ingin mencari kebahagiaan, jangan hanya mencarinya pada dunia di luar diri kita, tetapi carilah melalui jalan yang telah ditunjukkan oleh Allah.

Mari kita renungkan enam perkara yang tidak akan berkumpul dengan kesengsaraan, sebagaimana isyarat yang sangat indah dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bahagia di dunia, terlebih lagi bahagia selama-lamanya di akhirat.

Pertama: Berbakti kepada ibu

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا﴾

“Dan Dia menjadikanku berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka.”
(QS. Maryam: 32)

Kedua: Berdoa kepada Allah

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا﴾

“Dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Rabbku.”
(QS. Maryam: 4)

Ketiga: Bersama dan berpegang teguh kepada Al-Qur’an

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ﴾

“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an kepadamu agar engkau menjadi susah.”
(QS. Thaha: 2)

Keempat: Mengikuti petunjuk Allah

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ﴾

“Maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan tersesat dan tidak pula akan celaka.”
(QS. Thaha: 123)

Kelima: Takut kepada Allah

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَىٰ ۝ وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى﴾

“Orang yang takut kepada Allah akan mengambil pelajaran, sedangkan orang yang paling celaka akan menjauhinya.”
(QS. Al-A‘la: 10–11)

Keenam: Bertakwa kepada Allah

Allah Ta‘ala berfirman:

﴿فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ ۝ لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى ۝ الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ۝ وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى﴾

“Maka Aku memperingatkan kalian dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yaitu orang yang mendustakan dan berpaling. Dan orang yang paling bertakwa akan dijauhkan darinya.”
(QS. Al-Lail: 14–17)

Inilah enam jalan menuju kebahagiaan yang ditunjukkan Al-Qur’an. Maka dekatilah Allah dengan berbakti kepada orang tua, berdoa, berpegang teguh kepada Al-Qur’an, mengikuti petunjuk-Nya, takut kepada-Nya, dan senantiasa bertakwa. Semoga dengannya Allah menjauhkan kita dari kesengsaraan dunia dan akhirat.

اللَّهُمَّ أَسْعِدْنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَأَبْعِدْ عَنَّا الشَّقَاءَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْهُدَى وَالتُّقَى.

Ya Allah, bahagiakanlah kami di dunia dan akhirat, jauhkanlah kami dari kesengsaraan, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan bertakwa. Amin.

Semoga bermanfaat.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button