Tatsqif

Adab-adab Menghadiri Kajian dan Halaqah Al-Qur’an Secara Online

Adab-adab Menghadiri Kajian dan Halaqah Al-Qur’an Secara Online

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Sesungguhnya majelis ilmu dan halaqah Al-Qur’an, baik yang dilaksanakan secara langsung maupun melalui media daring (online), tetap merupakan majelis yang agung. Di dalamnya dibacakan ayat-ayat Allah, dipelajari agama-Nya, dan diharapkan turun rahmat serta keberkahan. Karena itu, setiap penuntut ilmu wajib menjaga adab-adabnya agar memperoleh keberkahan ilmu.

Allah Ta’ala berfirman:

«﴿ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ﴾
(QS. Al-Bayyinah: 5)»

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agama hanya untuk-Nya.”

Rasulullah ﷺ bersabda:

««مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ»
(رواه مسلم)»

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”

Beliau ﷺ juga bersabda:

««وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ»
(رواه مسلم)»

“Tidaklah suatu kaum berkumpul membaca Kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya.”

Walaupun hadis ini menyebutkan berkumpul secara langsung, para ulama menjelaskan bahwa tujuan utamanya adalah mempelajari Al-Qur’an dan ilmu syariat. Adapun pembelajaran melalui media online menjadi sarana yang diperbolehkan untuk mencapai tujuan tersebut selama menjaga adab-adab syariat.

Pentingnya Adab dalam Menuntut Ilmu

Para ulama salaf sangat menekankan adab sebelum ilmu.

Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه berkata:

««تَأَدَّبُوا ثُمَّ تَعَلَّمُوا»»

“Pelajarilah adab terlebih dahulu, kemudian belajarlah ilmu.”

Abdullah bin Al-Mubarak رحمه الله berkata:

««نَحْنُ إِلَى قَلِيلٍ مِنَ الْأَدَبِ أَحْوَجُ مِنَّا إِلَى كَثِيرٍ مِنَ الْعِلْمِ»»

“Kami lebih membutuhkan sedikit adab daripada banyak ilmu.”

Imam Malik رحمه الله berkata:

««إِنَّ حَقًّا عَلَى مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ وَخَشْيَةٌ»»

“Sudah sepatutnya bagi penuntut ilmu memiliki kewibawaan, ketenangan, dan rasa takut kepada Allah.”

Imam Az-Zuhri رحمه الله berkata:

««كُنَّا نَأْتِي الْعَالِمَ، فَمَا نَتَعَلَّمُ مِنْ أَدَبِهِ أَحَبُّ إِلَيْنَا مِنْ عِلْمِهِ»»

“Kami dahulu mendatangi seorang alim. Adabnya lebih kami sukai untuk dipelajari daripada ilmunya.”

Adab-adab Menghadiri Kajian dan Halaqah Online

1. Ikhlas karena Allah

Hendaknya tujuan mengikuti kajian adalah mencari ridha Allah, bukan sekadar memperoleh sertifikat, pujian, atau popularitas.

2. Memilih guru yang terpercaya

Belajarlah kepada guru yang dikenal lurus akidahnya, benar manhajnya, dan memiliki ilmu yang kokoh.

3. Masuk tepat waktu

Masuklah beberapa menit sebelum kajian dimulai sebagai bentuk penghormatan kepada guru dan agar tidak mengganggu jalannya pelajaran.

4. Menyiapkan tempat belajar

Pilih tempat yang tenang, bersih, rapi, dan jauh dari gangguan sehingga lebih mudah berkonsentrasi.

5. Mempersiapkan perlengkapan

Siapkan mushaf, buku, pena, buku catatan, serta perangkat dan jaringan internet sebelum kajian dimulai.

6. Berpakaian sopan

Walaupun mengikuti kajian dari rumah, hendaknya tetap berpakaian sopan dan menutup aurat sebagai bentuk penghormatan kepada ilmu.

7. Menjaga fokus

Jangan membuka media sosial, bermain gim, atau mengerjakan aktivitas lain ketika kajian berlangsung.

8. Mematikan mikrofon saat tidak berbicara

Hal ini menghindarkan gangguan suara kepada guru dan peserta lain.

9. Tidak memotong pembicaraan guru

Allah Ta’ala berfirman:

«﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ ﴾
(QS. Al-Hujurat: 2)»

Para ulama mengambil faedah dari ayat ini bahwa menghormati orang yang mengajarkan ilmu agama termasuk adab yang sangat ditekankan.

Al-Khathib Al-Baghdadi رحمه الله berkata:

««إِذَا رَوَى الْمُحَدِّثُ خَبَرًا قَدْ تَقَدَّمَتْ مَعْرِفَتُهُ، فَلَا يُدَاخِلْهُ فِي رِوَايَتِهِ»»

“Apabila seorang guru menyampaikan hadis yang telah diketahui murid, janganlah ia memotong penjelasan gurunya.”

10. Bertanya dengan sopan

Ajukan pertanyaan pada waktu yang tepat dengan bahasa yang santun dan tidak untuk berdebat.

11. Mencatat faedah

Tulislah poin-poin penting agar ilmu lebih mudah diingat.

12. Berpartisipasi dengan baik

Jawablah pertanyaan guru bila diminta, ikut berdiskusi secara santun, dan jangan mendominasi pembicaraan.

13. Menghormati guru dan peserta lain

Imam As-Sa’di رحمه الله berkata:

««عَلَى الْمُتَعَلِّمِ أَنْ يُوَقِّرَ مُعَلِّمَهُ وَيَتَأَدَّبَ مَعَهُ»»

“Seorang penuntut ilmu wajib menghormati gurunya dan beradab kepadanya.”

14. Tidak menyebarkan gangguan

Hindari mengirim pesan yang tidak berkaitan dengan pelajaran, gambar, candaan berlebihan, atau komentar yang mengganggu peserta lain.

15. Bersabar ketika terjadi kendala teknis

Gangguan internet atau perangkat hendaknya dihadapi dengan sabar tanpa menyalahkan guru maupun panitia.

16. Mengulang pelajaran setelah selesai

Ilmu akan lebih kokoh dengan murajaah, membaca kembali catatan, dan mengamalkan apa yang dipelajari.

Adab Guru dalam Kajian Online

Guru juga memiliki tanggung jawab besar, di antaranya:

– Ikhlas mengajarkan ilmu karena Allah.
– Menguasai materi dengan baik.
– Lemah lembut terhadap peserta.
– Sabar menghadapi berbagai kemampuan peserta.
– Menjadi teladan dalam akhlak.
– Memulai dan mengakhiri kajian tepat waktu.
– Memberikan kesempatan bertanya.
– Menggunakan media pembelajaran yang jelas dan mudah dipahami.

Tugas Moderator atau Pengelola Kajian Online

– Mengatur jadwal kajian.
– Membagikan tautan sebelum kajian.
– Menjaga ketertiban ruang virtual.
– Membantu guru apabila terjadi kendala teknis.
– Mengingatkan peserta tentang adab selama kajian.
– Mengevaluasi pelaksanaan kajian secara berkala.

Buah Menjaga Adab

Orang yang menjaga adab ketika menghadiri majelis ilmu akan memperoleh:

– Keberkahan ilmu.
– Kemudahan memahami pelajaran.
– Dicintai guru dan sesama penuntut ilmu.
– Mendapat pahala dari Allah.
– Tumbuh akhlak mulia.
– Menjadi teladan bagi orang lain.

Al-‘Allamah Bakr Abu Zaid رحمه الله berkata:

««لَا يَصِلُ إِلَى الْعِلْمِ إِلَّا الْمُتَحَلِّي بِآدَابِهِ، الْمُتَخَلِّي عَنْ آفَاتِهِ»»

“Seseorang tidak akan mencapai hakikat ilmu kecuali apabila ia menghiasi dirinya dengan adab-adab ilmu dan menjauhi penyakit-penyakitnya.”

Penutup

Kajian online hanyalah perubahan sarana, bukan perubahan adab. Sebagaimana kita menghormati majelis ilmu di masjid atau di ruang kelas, demikian pula kita wajib menjaga adab ketika menghadiri majelis ilmu melalui internet.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mempelajari Al-Qur’an, mengamalkannya, serta menghiasi diri dengan adab yang mulia.

وصلى الله وسلم على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button