Seluruh hati cenderung mencintai Sang Kekasih

1. كُلُّ الْقُلُوبِ إِلَى الْحَبِيبِ تَمِيلُ، وَمَعِي بِهٰذَا شَاهِدٌ وَدَلِيلٌ.
Seluruh hati cenderung mencintai Sang Kekasih (Nabi Muhammad ﷺ), dan aku memiliki saksi serta bukti atas hal itu.
2. أَمَّا الدَّلِيلُ إِذَا ذُكِرْتَ مُحَمَّدًا، صَارَتْ دُمُوعُ الْعَارِفِينَ تَسِيلُ.
Adapun buktinya, ketika nama Muhammad disebut, air mata orang-orang yang mengenal beliau pun mengalir.
3. هٰذَا رَسُولُ اللَّهِ نِبْرَاسُ الْهُدَى، هٰذَا لِكُلِّ الْعَالَمِينَ رَسُولٌ.
Inilah Rasul Allah, pelita petunjuk. Inilah utusan Allah bagi seluruh alam.
4. يَا سَيِّدَ الْكَوْنَيْنِ، يَا عَلَمَ الْهُدَى، هٰذَا الْمُتَيَّمُ فِي حِمَاكَ نَزِيلٌ.
Wahai pemimpin dua alam, wahai panji petunjuk, hamba yang diliputi cinta ini datang berlindung di bawah naunganmu.
5. لَوْ صَادَفَتْنِي مِنْ لَدُنْكَ عِنَايَةٌ، لَأَزُورَ طَيْبَةَ وَالنَّخِيلُ جَمِيلٌ.
Seandainya aku memperoleh karunia dan pertolongan, niscaya aku akan berziarah ke Ṭaibah (Madinah), yang dihiasi indahnya pohon-pohon kurma.
6. هٰذَا رَسُولُ اللَّهِ، هٰذَا الْمُصْطَفَى، هٰذَا لِرَبِّ الْعَالَمِينَ رَسُولٌ.
Inilah Rasul Allah, inilah al-Muṣṭafā (yang terpilih), inilah utusan Rabb semesta alam.
7. هٰذَا الَّذِي رَدَّ الْعُيُونَ بِكَفِّهِ، لَمَّا بَدَتْ فَوْقَ الْخُدُودِ تَسِيلُ.
Inilah beliau yang mengembalikan mata dengan telapak tangannya ketika mata itu keluar dan tampak menjuntai di atas pipi.
8. هٰذِهِ الْغَمَامَةُ ظَلَّلَتْهُ إِذَا مَشَى، كَانَتْ تُقِيلُ إِذَا الْحَبِيبُ يَقِيلُ.
Awan senantiasa menaunginya ketika beliau berjalan, dan ia berhenti menaungi ketika Sang Kekasih berhenti beristirahat.
9. هٰذَا الَّذِي شَرَّفَ الضَّرِيحَ بِجِسْمِهِ، مِنْهَاجُهُ لِلسَّالِكِينَ سَبِيلٌ.
Inilah beliau yang jasadnya memuliakan makamnya; manhaj dan sunnahnya adalah jalan bagi orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. 🤲🏻
Catatan ilmiah: Bait-bait ini adalah syair pujian (madīḥ). Sebagian isinya mengisyaratkan mukjizat Nabi ﷺ yang sahih, seperti kisah mata Qatadah bin Nu’man yang dikembalikan oleh Rasulullah ﷺ. Adapun sebagian redaksi lainnya bersifat ungkapan sastra, bukan lafaz hadis, sehingga dipahami sebagai syair pujian, bukan dalil syariat.



