Tadabbur Al-Quran

TADABBUR SURAH AL KAHFI 4

*TADABBUR SURAH AL KAHFI 4*

 *Munasabah (korelasi dan keterkaitan) antara Surah Al-Kahfi dan Surah Maryam*

Surah Maryam dalam urutan mushaf datang setelah Surah Al-Kahf.

Adapun kesesuaian (hubungan maknawi) antara keduanya adalah:

 *Pertama: Kisah keajaiban dalam surah Al-Kahfi dan surah Maryam*

Bahwa Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā telah menceritakan kepada kita dalam Surah Al-Kahf—sebagaimana telah kita pelajari—kisah-kisah yang termasuk kisah paling menakjubkan. Allah menceritakan kisah Ashḥābul Kahf, kisah Musa bersama Khidr, dan kisah Dzulqarnain. Dan Allah memulai kisah pertama itu dengan firman-Nya:

﴿ أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا ﴾

“Apakah engkau mengira bahwa para penghuni gua dan ar-Raqim itu termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan?” (Al-Kahf: 9)

Maka Allah ‘Azza wa Jalla telah memperlihatkan dalam kisah-kisah Surah Al-Kahf hal-hal yang menakjubkan sebagai tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya.

Demikian pula Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menceritakan kepada kita dalam Surah Maryam kisah-kisah yang sangat menakjubkan. Allah menceritakan kisah kelahiran Nabi Yahya bin Zakariya ‘alaihimas-salām — dan ini adalah sesuatu yang mengherankan, karena bukanlah hal yang biasa seorang laki-laki yang telah sangat tua, berusia tujuh puluh atau delapan puluh tahun, dapat memiliki keturunan; dan seorang perempuan yang sudah lanjut usia—enam puluh atau tujuh puluh tahun—melahirkan.

Maka kelahiran Yahya ‘alaihissalām adalah sesuatu yang menakjubkan.

Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah kisah kedua dalam Surah Maryam, yaitu kisah kelahiran Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalām. Jika kelahiran seorang anak dari pasangan tua yang sudah lanjut usia adalah sesuatu yang mengagumkan, maka lebih mengagumkan lagi kelahiran seorang anak dari seorang perempuan yang tidak pernah disentuh oleh seorang lelaki — baik melalui pernikahan maupun selainnya.

Maka ketika Allah menceritakan kepada kita dalam Surah Al-Kahf hal-hal yang menakjubkan, sangat sesuai (layak/tepat) jika Surah Maryam datang setelahnya, karena Surah Maryam juga memuat kisah-kisah yang sangat mengagumkan dan penuh dengan keajaiban tanda-tanda kekuasaan Allah.

 *Kedua: Keterkaitan antara Akhir Surah Al-Kahf dan Awal Surah Maryam*

Di akhir Surah Al-Kahf, Allah menyebutkan tentang Nabi Muhammad ﷺ,

serta penegasan bahwa beliau adalah seorang manusia dan seorang rasul yang menerima wahyu.

Allah Ta‘ālā berfirman:

﴿ قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ ﴾

“Katakanlah: Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diberi wahyu kepadaku.” surah Al-Kahfi: 110.

Sedangkan pada awal Surah Maryam, terdapat pemuliaan terhadap Allah dan penyebutan wahyu

yang Allah turunkan kepada hamba-Nya Zakariya ‘alayhis-salām.

Allah berfirman:

﴿ ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا ﴾

“Inilah penyebutan rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakariya.”

 *Ketiga: Keterkaitan Umum antara Surah Al-Kahf dan Surah Maryam*

Surah Al-Kahf dipenuhi karunia-karunia Ilahi:

– *Karunia kepada para pemuda beriman di dalam gua:*

﴿ وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَت تَّزَاوَرُ عَن كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَت تَّقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِّنْهُ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ۗ مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُّرْشِدًا ﴾

(سورة الكهف: 17)

“Dan engkau akan melihat matahari ketika terbit condong ke kanan dari gua mereka,

dan apabila terbenam menjauh ke kiri,

sedangkan mereka berada di tempat yang luas di dalam gua itu.

Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah.

Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk;

dan barang siapa disesatkan-Nya, maka engkau tidak akan mendapatkan baginya seorang penolong pun yang dapat membimbingnya.”

Ayat ini memberi informasi karunia Allah kepada para pemuda beriman di dalam gua :

• Bagaimana Allah menjaga jasad Ashḥābul Kahf

• Hikmah condongnya sinar matahari

• Pelajaran tawakkal dan istikamah

– *Karunia kepada Dzulqarnain:*

﴿ إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا ﴾

(سورة الكهف: 84)

“Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.”

Ayat ini berbicara tentang Dzulqarnain, yang Allah karuniai:

– Kekuasaan di bumi

– Kemampuan, ilmu, dan sarana untuk menegakkan keadilan dan kebaikan.

 *3. Karunia kepada Khidr ‘alayhis-salām berupa ilmu dari sisi Allah.*

Allah berfirman dalam Surah Al-Kahf ayat 65:

﴿ فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا ﴾

(سورة الكهف: 65)

“Lalu mereka menemukan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami anugerahkan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan Kami telah mengajarkannya ilmu dari sisi Kami.”

Ayat ini berbicara tentang Khidr ‘alayhis-salām, yang Allah beri:

– Rahmat khusus

– Ilmu ladunni (ilmu langsung dari Allah, bukan hasil belajar biasa)

Kemudian datang Surah Maryam untuk menyempurnakan rangkaian karunia tersebut:

1. Karunia kepada Zakariya: diberi anak di usia sangat tua.

2. Karunia kepada Maryam: melahirkan anak tanpa suami.

3. Karunia kepada Ibrahim: dianugerahi dua putra nabi setelah usia lanjut.

 *Keempat: Surah Al-Kahf menggambarkan gerakan dan perjuangan: hijrah demi agama, perjalanan mencari ilmu, dan dakwah menyebarkan kebenaran.*

Sedangkan Surah Maryam penuh dengan khalwah ibadah, doa, munajat, dan ketundukan.

Ia menjadi taman ketenangan hati setelah perjalanan panjang dan berat dalam Surah Al-Kahf.

 *Kelima: Penegasan tentang Kemanusiaan Para Nabi*

Surah Al-Kahf menutup dengan penegasan kemanusiaan Nabi Muhammad ﷺ:

“Sesungguhnya aku hanyalah manusia seperti kalian.”

Surah Maryam menegaskan kemanusiaan Nabi Isa ‘alayhis-salām:

“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku kitab dan menjadikanku nabi.”

 *Keenam: Kehormatan Para Nabi*

Surah Al-Kahf diawali dengan pemuliaan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad ﷺ, dan penyifatan beliau sebagai ‘hamba’, kedudukan tertinggi seorang manusia.

Surah Maryam memuliakan Nabi Zakariya, dan menyebut sifat-sifat baiknya

dalam kitab yang paling mulia:

﴿ ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا ﴾

(سورة مريم: 2)

“(Inilah) penyebutan rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakariya.”

 *Ketujuh: Teladan Orang-Orang yang Berjalan di Jalan Lurus*

Surah Al-Kahf ditutup dengan jalan keberhasilan:

﴿ قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا ﴾

(سورة الكهف: 110)

“Katakanlah (Muhammad): Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia beramal saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”

Surah Maryam menyebut teladan nyata dari orang-orang yang menapaki jalan itu:

Zakariya, Yahya, Maryam, Isa, Ibrahim, Ishaq, Ya‘qub, Musa, Harun, Isma‘il, dan Idris.

 *Kedelapan: Balasan Orang Beriman*

Surah Al-Kahf ditutup dengan penyebutan surga-surga penuh kemuliaan:

﴿ إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا ﴾

(سورة الكهف: 107)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka disediakan surga Firdaus sebagai tempat tinggal.”

Surah Maryam ditutup dengan kemuliaan tambahan:

Allah menanamkan kecintaan terhadap mereka di hati manusia:

> ﴿ إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمـٰنُ وُدًّا ﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pengasih akan menjadikan bagi mereka rasa kasih sayang (penerimaan dan cinta) di hati manusia.” surah Maryam: 96.

 *Munasabah yang dijelaskan oleh As Suyuti dalam kitabnya*

As Suyuti berkata dalam kitabnya _Tanasjqid durar fitanasubis suwar_ :

أقول: ظهر لى في وجه مناسبتها لما قبلها: أن سورة الكهف اشتملت على عدة أعاجيب: قصة أصحاب الكهف، وطول لبثهم هذه المدة الطويلة بلا أكل ولا شرب، وقصة موسى مع الخضر، وما فيها من الخارقات، وقصة ذي القرنين، وهذه السورة فيها أعجوبتان: قصة ولادة يحيى بن زكريا١، وقصة ولادة عيسى، فناسب تتاليهما.

وأيضًا فقد قيل: إن أصحاب الكهف يُبعثون قبل قيام الساعة، ويحجون مع عيسى ابن مريم حين ينزل، ففي ذكر سورة مريم بعد [ذكر] سورة أصحاب الكهف مع ذلك -إن ثبت- ما لا يخفى من المناسبة.

وقد قيل أيضًا: إنهم من قوم عيسى، وإن قصتهم كانت في الفترة، فناسب توالي [سورة] قصتهم و [سورة] قصة نبيهم.

Aku berkata: Telah tampak bagiku sisi keterkaitan (munāsabah) antara Surah Maryam dan surah sebelumnya (Al-Kahf), yaitu bahwa Surah Al-Kahf mengandung sejumlah kisah yang menakjubkan: kisah para penghuni gua (Ashḥābul Kahf) dan lamanya mereka tinggal di sana selama masa yang panjang tanpa makan dan minum; kisah Musa bersama Khidr yang di dalamnya terdapat berbagai kejadian yang luar biasa; serta kisah Dzulqarnain.

Sedangkan dalam Surah Maryam terdapat dua keajaiban besar:

(1) Kisah kelahiran Yahya bin Zakariya ‘alayhimas-salām, dan

(2) Kisah kelahiran ‘Isa.

Maka sangat sesuai (tepat) kedua surah ini saling berurutan.

Juga telah dikatakan bahwa para penghuni gua akan dibangkitkan sebelum Hari Kiamat, dan mereka akan berhaji bersama ‘Isa bin Maryam ketika beliau turun pada akhir zaman. Maka penyebutan Surah Maryam setelah penyebutan Surah Al-Kahf—jika hal ini benar—mengandung kecocokan (hubungan kemiripan) yang jelas.

Dan telah dikatakan pula bahwa para penghuni gua adalah dari kaum Nabi ‘Isa, dan bahwa kisah mereka terjadi pada masa fatrah (masa kekosongan rasul sebelum Nabi Muhammad ﷺ). Maka sangat sesuai jika Surah yang berisi kisah mereka berada berurutan dengan Surah yang berisi kisah Nabi mereka.

 *Catatan:*

Pendapat as Suyuti bahwa Ashabul Kahfi *akan dibangkitkan sebelum Hari Kiamat, dan mereka akan berhaji bersama ‘Isa bin Maryam ketika beliau turun pada akhir zaman* Tidak ditemukan pendapat ini pada sumber-sumber yang ada di hadapan kami.

*Kesimpulan Keserasian Naskah Kedua Surah*

Surah Al-Kahf memuat kisah-kisah yang menakjubkan,maka Surah Maryam datang dengan kisah yang lebih menakjubkan, seperti:

Kelahiran Yahya dari orang tua yang sangat tua.

Kelahiran Isa tanpa seorang ayah.

Maka Surah Maryam merupakan kelanjutan (penyempurna makna) bagi Surah Al-Kahf.

Wallāhu a‘lam.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button