Merasa Diawasi Oleh Sang Pencipta, Allah Subhana Wa Ta’ala

48

Allah Subhaanahu wata’aala berfirmal dalam QS Al Gafir : 19 

يعلم خآئنة الأعين وما تخفى الصدور 

Dia (Allah) mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang tersembunyi di dalam dada. 

Di dalam tafsir Ibnu Katsir beliau menjelaskan ayat di atas bahwasannya Allah Subhaanahu wata’aala mengabarkan tentang ilmu yang sempurna yang meliputi segala sesuatu, Dia mengetahui mana yang terhormat ataukah yang terhina dan mengetahui yang kecil ataukah yang besar, dan juga mengetahui segala yang tipis dan halus agar manusia itu lebih berhati-hati ketika melakukan suatu perbuatan dan senantiasa malu kepada Allah Subhaanahu wata’aala dengan sebenar-benar malu lagi bertakwa kepada Allah Subhaanahu wata’aala sebenar-benar takwa. 

Allah Subhaanahu wata’aala betul-betul mengawasi hambaNya dengan pengawasan yang detail. Sungguh Allah mengetaui mata yang menghianat walaupun dia memperlihatkan bahwa dia tidak berhianat. 

Begitu juga pada hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam yang  berbicara tentang ihsan beliau bersabda yang artinyaEngkau menyembah Allah Subhaanahu wata’aala seolah-olah Allah Subhaanahu wata’aala melihatmu, dan kalau kamu tidak bisa melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu.” 

Muraqabah adalah merasa selalu diawasi oleh Allah Subhaanahu wata’aala sehingga dengan kesadaran ini mendorong manusia senantiasa melaksanakan perintah Allah Subhaanahu wata’aala dan menjauhi laranganNya. 

Syaikh Abu Utsman Al Magriby mengatakan ; “Abu Hafsh mengatakan kepadaku ; ‘Manakala engkau duduk mengajar orang banyak jadilah seorang penasehata kepada hati dan jiwamu sendiri dan jangan biarkan dirimu tertipu oleh ramainya orang berkumpul di sekelilingmu, sebab mungkin mereka hanya melihat wujud lahiriyahmu, sedangkan Allah Subhaanahu wata’aala memperhatikan wujud batinmu’.” 

Pengetahuan tentang muraqabah dapat menghasilkan bahwasannya Allah Subhaanahu wata’aala mengawasinya, melihat kepadanya, mendengar apa yang dikatakan dan mengamati semua gerak gerik hamba setiap waktu dan detiknya. 

Berkata Dzunnun rahimahullah ; ‘Tanda-tanda muraqabah adalah mengutamakan apa yang diturunkan oleh Allah Subhaanahu wata’aala (Al-Qur’an dan Hadis) dan mengagungkan apa yang diagungkan apa yang diagungkan oleh Allah Subhaanahu wata’aala dan mengkerdilkan apa yang dikerdilkan oleh Allah Subhaanahu wata’aala. 

Ingatlah sesungguhnya semua perbuatan dan perkataan baik yang lahir maupun yang batin akan senantiasa dikontrol olehmalaikat-malaikat Allah Subhaanahu wata’aala sebagaimana firman Allah Subhaanahu wata’aala dalam QS Qaf : 18 

ما يلفظ من قول الا لديه رقيب عتيد 

“Tidak suatu kata yang diucapkan melainkan ada disisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatatnya”. 

Leave A Reply

Your email address will not be published.