Keluarga

Nasihat Nabi ﷺ Berkaitan dengan Rumah (Bag.2)

Nasihat Nabi Berkaitan dengan Rumah (Bag.2)

11) Larangan melarang wanita ke masjid

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian melarang para hamba perempuan Allah untuk pergi ke masjid-masjid Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma)

  • Nasihat ini menjelaskan bahwa wanita tidak boleh dihalangi untuk pergi ke masjid guna melaksanakan salat. Yang penting adalah tetap menjaga adab dan aturan syariat ketika keluar menuju masjid.

12) Anjuran mengucapkan salam saat masuk rumah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau memasuki rumahmu, ucapkanlah salam. Dengan itu akan turun keberkahan untukmu dan bagi penghuni rumahmu.”
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Anas radhiyallahu ‘anhu)

  • Nasihat ini mengajarkan adab penting ketika masuk rumah, yaitu memberi salam. Ucapan salam mendatangkan keberkahan, menumbuhkan ketenangan, serta menghadirkan kebaikan bagi seluruh anggota keluarga.

13) Adab meminta izin sebelum masuk rumah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Meminta izin itu dilakukan tiga kali. Jika diberi izin, masuklah. Jika tidak, maka pulanglah.”
(HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu)

  • Nasihat ini mengajarkan adab meminta izin sebelum masuk ke rumah, dan bahwa berlebih-lebihan dalam memaksa setelah tiga kali meminta izin tidak dianjurkan.”

14) Anjuran menjaga rumah saat malam tiba

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika malam mulai datang atau kalian memasuki malam, tahanlah anak-anak kalian, karena setan berkeliaran ketika itu. Jika sudah berlalu satu jam dari malam, lepaskanlah mereka. Tutup pintu-pintu kalian sambil menyebut nama Allah, karena setan tidak membuka pintu yang ditutup dengan menyebut nama Allah.”
(HR. Bukhari dan Muslim, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu)

  • Nasihat ini mengajarkan agar mengambil langkah-langkah perlindungan ketika malam tiba, seperti menahan anak-anak di dalam rumah (untuk menjaga keselamatan mereka) dan menutup pintu sambil menyebut nama Allah sebagai benteng dan bentuk penjagaan dari gangguan setan.

15) Shalat 2 rakaat ketika keluar dan masuk rumah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau keluar dari rumahmu, salatlah dua rakaat yang dapat mencegahmu dari keburukan ketika keluar. Dan jika engkau masuk rumahmu, salatlah dua rakaat yang dapat mencegahmu dari keburukan ketika masuk.”
(Diriwayatkan oleh al-Bazzar dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

  • Nasihat ini menunjukkan dianjurkannya salat dua rakaat ketika hendak keluar dan ketika kembali ke rumah sebagai bentuk memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan di luar dan di dalam rumah.

16) Larangan memata-matai rumah orang

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mengintip ke dalam rumah suatu kaum tanpa izin mereka, maka sungguh ia telah menghalalkan mereka untuk mencungkil matanya.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

  • Nasihat ini merupakan peringatan keras dari perbuatan mengintip atau melihat ke dalam rumah orang tanpa izin. Hal ini menunjukkan betapa besar kehormatan dan privasi rumah dalam Islam.

17) Peringatan dari sikap berlebihan dalam bangunan rumah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga manusia saling berlomba mempertinggi bangunan.”
(HR. al-Bukhari dari Umar radhiyallahu ‘anhu).

  • Nasihat ini menjadi peringatan dari sifat berlebihan dan bermegah-megahan dalam membangun rumah. Berlomba-lomba meninggikan dan menghias bangunan termasuk salah satu tanda dekatnya Hari Kiamat.

18) Keutamaan memberi makan keluarga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai ‘Aisyah, rumah yang tidak ada kurma di dalamnya adalah rumah yang penghuninya akan merasakan kelaparan.”
(HR. Muslim, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha)

  • Nasihat ini menunjukkan keberkahan kurma dan pentingnya menyediakan makanan bagi keluarga. Hadis ini menekankan bahwa kecukupan pangan adalah kebutuhan mendasar bagi rumah tangga.

19) Pentingnya memberi nasihat untuk mendidik keluarga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Letakkan cambuk di tempat yang terlihat oleh anggota rumah, karena itu membuat mereka bersikap baik.”
(Diriwayatkan dalam al-Mu‘jam al-Kabir karya ath-Thabrani, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

  • Nasihat ini memberikan isyarat agar orang tua menampakkan sikap tegas dalam mendidik keluarga. Bukan bermakna memukul, tetapi menegaskan bahwa pendidikan membutuhkan keseriusan, aturan, dan kejelasan batasan.

20) Larangan menghias rumah dengan berlebihan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya tidak masuk ke dalam rumah yang dihias dengan berlebihan.”
(Diriwayatkan oleh Ahmad, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

  • Nasihat ini menunjukkan larangan berlebihan dalam menghias rumah, terutama dekorasi dan pengeluaran yang berlebih. Ini menekankan pentingnya hidup sederhana dan menjauhi sikap bermewah-mewahan.

21) Pembagian tanggung jawab suami dan istri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia bertanggung jawab atas mereka. Dan wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan ia bertanggung jawab atas rumah itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

  • Nasihat ini menjelaskan pembagian peran dan tanggung jawab antara suami dan istri. Setiap dari keduanya memegang amanah yang harus dijaga dan ditunaikan sesuai perannya masing-masing.

22) Larangan memelihara anjing tanpa kebutuhan syar‘i

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa memelihara anjing tanpa kebutuhan berburu atau menjaga ternak, maka setiap hari pahalanya akan berkurang satu qirath.”
(HR. Bukhari dan Muslim, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

  • Nasihat ini melarang memelihara anjing kecuali untuk kebutuhan penting seperti menjaga ternak atau berburu. Memelihara anjing tanpa alasan syar‘i menyebabkan berkurangnya pahala sehari-hari, karena hal itu bukan termasuk perbuatan yang dianjurkan.

23) Larangan memelihara anjing dan gambar makhluk bernyawa di rumah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar (makhluk bernyawa).”
(HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu)

  • Nasihat ini berisi peringatan agar tidak memelihara anjing tanpa kebutuhan syar‘i dan tidak menyimpan gambar makhluk bernyawa di rumah. Hal-hal tersebut menjadi sebab terhalangnya malaikat rahmat untuk masuk ke dalam rumah.

24) Larangan menggunakan lonceng dan suara-suara menyerupai syaitan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lonceng adalah seruling syaitan.” Dan beliau juga bersabda, “Para malaikat tidak menyertai rombongan yang membawa anjing atau lonceng.”
(HR. Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

  • Nasihat ini memperingatkan agar tidak memakai lonceng atau alat yang mengeluarkan suara menyerupai suara syaitan. Larangan ini mencakup suara-suara tertentu, khususnya yang dibawa dalam perjalanan atau dipasang di rumah.

Hamdy Arifan Halim, S.H., Lc.

Alumni S1, Universitas Al Qashim, Arab Saudi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button