Ketika Rabb Bergembira Bag. 1

Ketika Rabb Bergembira
Betapa tingginya kedudukan taubatmu di sisi Tuhanmu!
Sungguh, itu adalah kunci kepuasan-Nya terhadapmu dan tanda kasih-Nya kepadamu dan rahasia kedekatanmu dengan-Nya, serta Jalan terdekat menuju kepada-Nya.
Penghargaan termulia, kedudukan tertinggi, dan tujuan paling diinginkan…
Mengapa Harus Bertaubat?!
- Karena Allah memerintahkanmu dan memerintahkan setiap orang beriman bersamamu: (“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah wahai orang-orang beriman agar kamu beruntung.”) Jika seorang mukmin yang bertaubat mengaharapkan kebahagiaan, namun ia tidak meyakini akan bahagia dengan taubatnya, lalu apa yang akan dipikirkan oleh orang yang tenggelam dalam maksiat?!
- Karena timbangan amalmu akan dipasang di hadapanmu pada hari kiamat, lalu kebaikanmu diletakkan pada satu sisi dan keburukanmu pada sisi lain. Tidak ada cara untuk membuat sisi kebaikan lebih berat kecuali dengan taubat yang tulus yang menghapus keburukan, sehingga sisi lainnya menjadi lebih berat dan menghasilkan kemenangan yang nyata.
- Karena orang yang bertaubat adalah kekasih Allah Yang Maha Pengasih, dan orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa. Dan orang yang berdosa, jika dia mengingat dosanya lalu merasa takut akan hal itu, Allah menghapusnya dari Ummul Kitab dan membuat para malaikat penjaga melupakannya.
- Karena hak-hak Allah atas hamba-Nya terlalu besar untuk dipenuhi oleh siapa pun, dan nikmat-Nya terlalu banyak untuk dihitung. Oleh karena itu, hamba-hamba Allah yang cerdas ialah mereka yang memperbaiki kerusakan dan menutup kekurangan: jika mereka berbuat salah di pagi hari, mereka bertaubat, dan jika mereka berbuat salah di malam hari, mereka bertaubat.
- Karena Allah mencintai orang-orang yang bertaubat, mencintai orang-orang yang kembali kepada-Nya, mencintai orang-orang yang memohon ampunan, mencintai orang-orang yang menyucikan diri, dan mencintai orang-orang yang baik.
- Karena kita semua tahu bahwa Iblis terus menggodamu selama kamu hidup, dan dengan tekadnya untuk menyesatkanmu selama kamu bernafas, maka dengan rahmat Allah, Allah telah menetapkan untuk membuka pintu taubat bagimu selama kamu menyesali dosa-dosamu dan memohon ampunan agar bisa kembali kepada rahmat-Nya.
“Bertaubatlah agar Allah Taala bergembira, para malaikat berbahagia, setan benci dan marah, saudara-saudara (seiman) bersukacita, musuh-musuh ketakutan, lembaran amalmu menjadi putih, derajatmu terangkat, makammu menjadi lapang, dan kemuliaanmu meninggi.
Bertaubatlah karena ia mengundang kebaikan, menghilangkan kesedihan, memperluas rezeki, memudahkan kesulitan, mendatangkan keberkahan, mendekatkan tujuan, dan memberikan jiwa ketenteraman, menjadikan ruh terasa damai, dan menghidupkan hati.
Karena Tuhanmu berfirman: “Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” Dari ayat ini dijelaskan bahwa manusia terbagi menjadi dua kelompok, tidak ada kelompok ketiga bagi mereka: orang yang bertaubat atau orang yang zalim. Jadi, termasuk kelompok manakah kamu?!
Syarat-syarat Taubat
– Meninggalkan Dosa
Meninggalkan dosa adalah syarat taubat agar diterima. Apa artinya taubat bagi orang yang meminta ampunan kepada Allah sambil minum khamar dan gelas masih berada di tangannya?! Atau hatinya berniat untuk meninggalkan kebohongan sementara lidahnya tidak melakukan apa-apa selain menyebarkan kebohongan?! Atau orang yang terang-terangan melakukan maksiat kepada Allah kemudian meminta keamanan dari-Nya?!!
Itu memang taubat… tapi taubat para pendusta dan perilaku yang tidak sesuai dengan ciri orang-orang beriman, yang meremehkan hukum-hukum Tuhan semesta alam…
Adapun orang mukmin, dia meninggalkan dosa dengan taubat yang sungguh-sungguh, kembali kepada Allah dengan air mata, menjauhkan dirinya dari tempat maksiat, dan membangunkan hatinya dari kehidupan yang lalai.
Peringatan
Apakah artinya bahwa orang yang bertaubat meninggalkan dosanya lalu tidak pernah kembali lagi kepadanya?!
Tidak. Dalam hadits dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam: “Tidak ada seorang mukmin pun kecuali dia memiliki dosa yang dia kembali padanya dari waktu ke waktu, atau dosa yang terus melekat padanya hingga dia meninggalkan dunia. Sesungguhnya orang mukmin itu diciptakan tidak lepas dari cobaan, ia sering lupa, dan kemudian kembali bertaubat, jika diingatkan ia akan tersadar.” (Hadis shahih, dalam kitab Shahih al Jami al Shagir no. 5735).
Saudaraku yang bertaubat.. bacalah hadits tersebut sekali lagi.
Renungkanlah julukan yang diberikan kepada hamba ini.. yaitu “Mukmin” !! Ya.. seorang Mukmin.. Sebagaimana setiap pejuang yang kuat memiliki saat-saat lemah, begitu pula setiap Mukmin memiliki kelemahan. Setiap Mukmin memiliki titik lemah yang melaluinya setan menyelinap masuk dan memengaruhinya. Namun itu hanyalah satu ronde, bukan pertempuran akhir, dan hanya satu pukulan, bukan kekalahan total. Maka ketika nasihat yang jujur, kata-kata yang menuntun, dan nasihat yang bijak datang kepadanya, dia ingat lalu takut, dan dia bertaubat lalu gembira, dan jadilah dia seperti orang yang tidak pernah melakukan dosa, dan seperti kesalahan
Katup Pengaman Iman
Ingatlah: Jangan terang-terangan melakukan maksiat, jangan bangga dengan dosa, jangan menolak nasihat, dan jangan melakukan dosa sambil tertawa hingga akhirnya masuk neraka sambil menangis.
Ingatlah: Jauhi maksiat, orang-orang yang bermaksiat, tempat-tempat maksiat, dan segala sesuatu yang mengingatkan pada maksiat.
Ingatlah: Pahamilah bahwa saat kamu terjatuh dalam dosa, kamu telah jatuh dalam pandangan Allah dan terlepas dari perhatian-Nya. Maka tenggelamlah kamu dalam dosa. Namun sebaliknya jika kamu menjaga kemuliaanmu di sisi-Nya, maka keselamatan, keamanan, pertolongan, dan petunjuk-Nya akan selalu menyertaimu.
Apakah kamu sekarang mengerti makna firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka menyadari kesalahan-kesalahannya.” (Al-A’raf : 201).
Segera setelah dosa terjadi pada mereka, kesadaran mereka kembali kepada mereka.
Ingatlah sebelum iblis mengangkat bendera kemenangan di atas kepala mereka… Kalahkanlah dia sebelum dia bernafas, hinakanlah dia sebelum dia bangga, dan usirlah dia dari tempat tinggi ke lembah yang jauh… Semua itu karena taubatmu.
Kamu memiliki tenggang waktu enam jam!!
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pemilik catatan amal di sebelah kiri mengangkat penanya selama enam jam dari hamba Muslim yang berdosa. Jika dia menyesal dan memohon ampunan kepada Allah untuknya, dia akan menghapusnya; jika tidak, dia akan mencatatnya sebagai satu kesalahan.” (Hadits hasan, dalam kitab Shahih al Jami al Shagir no. 2097).
(Diterjemahkan dari kita Hibbi Ya Rihal Iman, karya Khalid Abu Syadi)



