Kaitan Antara Salat Dan Tadabur Al-Quran Dalam Ibadah Salat

326

Membaca Al-Quran dalam salat merupakan kunci tadabur yang sangat penting. Ada beberapa dalil Al-Quran dan hadis yang menegaskan urgensi kunci tadabur ini, di antaranya: 

 

  • QS. al isra: 79 

﴿ وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا   

Artinya: Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. 

 

  • QS. Al-Muzammil: 1-5 

﴿ يَاأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (1) قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا (2) نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا (3) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا (4) إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا (5)  

Artinya: Hai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah AlQuran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. 

 

  • QS. Ali ‘Imran: 113 

﴿ لَيْسُوا سَوَاءً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ   

Artinya: Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). 

 

  • QS. Az-Zumar: 9 

﴿ أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ  

Artinya: (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. 

 

  • Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda, 

﴿ لا حسد إلا في اثنتين رجل آتاه الله القرآن فهو يقوم به آناء الليل وآناء النهار ورجل آتاه الله مالا فهو ينفقه آناء الليل وآناء النهار رواه البخاري ومسلم 

Artinya: “Tidak boleh iri hati kecuali kepada dua macam orang: yaitu orang yang diberi Allah Ta’ala pengetahuan tentang Al-Qur’an dan diamalkannya sepanjang malam dan siang; dan orang yang dianugerahi Allah Ta’ala harta, kemudian dia menginfakkannya sepanjang malam dan siang.” (Riwayat Bukhari & Muslim( 

 

Perhatikan sabda Rasul ﴿ ينفقه ﴾ dan sabdanya ﴿ يقوم به ﴾, di antara faedah yang bisa dipetik adalah barang siapa yang diberi kemuliaan berupa hafalan Al-Quran namun tidak membacanya dalam salat, maka ia seperti orang yang diberi harta namun tidak berinfak. Hal tersebut dikuatkan oleh sabda Rasulullah shallallahualaihi wa sallam yang lain: 

 

تَعَلَّموا القرآنَ فأقرؤهُ فاِنَّ مَثَلَ القُرآنِ لمِنْ تَعَلمَ فَقَرأ وَقَامَ بِهِ كَمَثلِ جِرابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكاً تَفُوْحُ رِيْحُهُ كُلَّ مَكَانٍ وَمَثَلُ مَنْ تَعَلَّمَهُ فَرَقَدَ وَهُوَ فيِ جَوفِه كَمَثلِ جِرابِ اُوْكيَ على مِسْكٍ. (رواه الترمذي والنسائي وابن ماجه وابن حبان) 

Artinya: “Pelajarilah AlQuran dan bacalah ia, karena sesungguhnya perumpamaan AlQuran bagi orang yang mempelajarinya, lalu membacanya dan mengamalkannya adalah seperti sebuah wadah terbuka yang penuh dengan kasturi, wanginya semerbak menyebar keseluruh tempat. Dan perumpamaan orang yang belajar Al-Quran, tetapi ia tidur sementara Al-Quran berada di dalam hatinya adalah seperti sebuah wadah yang penuh dengan kasturi tetapi tertutup.” (HR. Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, dan Ibnu Hiban). 

 

Rasulullah juga menjelaskan bahwa orang konsisten membaca Al-Quran dalam salatnya maka ia akan selalu mengingat hafalan Al-Qurannya, beliau bersabda: 

وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ فَقَرَأَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ ، وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ نَسِيَهُ 

Artinya: Kalau pemilik Al-Quran berdiri dan dia membaca waktu malam dan siang hari, maka dia akan ingat. Kalau tidak melakukannya, maka dia akan lupa.” (HR.  Muslim). 

 

Inilah kiat terpenting dalam tadabur Al-Quran dan meraih manfaat darinya, yaitu selalu ingat dengan ayat-ayat Al-Quran. Ayat-ayat tersebut selalu hadir dalam hati kita setiap saat, terutama di saat genting dan darurat, di saat kita diuji dan dicoba, maka barang siapa yang melazimkan membaca Al-Quran dalam salat baik di malam hari ataupun siang, maka dia akan mendapatkan solusi ujiannya dengan cepat dan kuat, tidak bergerak kecuali mengikuti petunjuknya. Adapun orang yang lalai dari membacanya maka dia akan cepat terjatuh dan tersungkur dalam ujian tersebut. 

  

Allah Ta’ala menegaskan hal ini dalam firmanNya (QS. Al-Baqarah: 153): 

﴿ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ   

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. 

 

Sabar adalah buah ilmu, sedangkan membaca dengan tadabur adalah sarana ilmu, dan hal tersebut bisa terwujud bagi siapa saja yang membaca Al-Quran dalam salatnya. 

 

Oleh karenanya, Allah selalu menyatukan sabar dan salat dalam beberapa ayat Al-Quran. Rasulullah pun bersegera salat bila menghadapi masalah yang genting, dan beliau memanjangkan bacaannya, sebagaimana beliau lakukan dalam salat gerhana. 

 

Barang siapa yang terdidik di atas kunci tadabur yang ke 3 ini, apalagi sedari kecil, maka dengan mudah dia akan mendapatkan manfaat Al-Quran, namun siapa saja yang tidak terdidik di atasnya, maka dia akan merasakan sempitnya hidup saat teruji, dan akan tersia-siakan saat lapang. 

 

Bersatunya Al-Quran dan salat seperti bercampurnya oksigen dan hidrogen yang akan menghasilkan air yang merupakan sumber kehidupan tubuh, demikian juga bersatunya Al-Quran dan salat akan menghasilkan air kehidupan hati dan kekuatannya. Maka tidak mengherankan besarnya keutamaan amalan tersebut. Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda, 

 مَنْ قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتَبْ مِنْ الْغَافِلِينَ ، وَمَنْ قَامَ بِمِائَةِ آيَةٍ كُتِبَ مِنْ الْقَانِتِينَ ، وَمَنْ قَامَ بِأَلْفِ آيَةٍ كُتِبَ مِنْ الْمُقَنْطِرِينَ 

Artinya: Barang siapa yang salat dengan membaca sepuluh ayat, maka dia tidak termasuk golongan orang-orang lalai. Barang siapa yang salat dengan membaca seratus ayat, maka dia termasuk qanithin (ahli ibadah). Barang siapa yang salat dengan membaca seribu ayat, maka dia termasuk golongan muqanthirin.” (Disahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Abu Daud, no. 1264) 

 

Rasulullah juga bersabda, 

أيحب أحدكم إذا رجع إلى أهله أن يجد فيه ثلاث خلفات عظام سمان ؟ قلنا : نعم ، قال : فثلاث آيات يقرأ بهن أحدكم في صلاته خير له من ثلاث خلفات عظام سمان 

Artinya: Apakah salah satu dari kalian suka, jika kembali kepada keluarganya mendapatkan tiga unta bunting yang besar lagi gemuk? Kami menjawab: Ya. Beliau lalu bersabda, “Tiga ayat yang dibaca oleh salah satu dari kalian dalam salatnya lebih baik daripada tiga unta bunting yang besar lagi gemuk. (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu.( 

 

Membaca Al-Quran dalam salat di malam hari selain memiliki keutamaan- keutamaan yang agung, juga memiliki keistimewaan, di antaranya: 

 

  • Jika seorang hamba salat maka ia akan bertambah dekat dengan Allah Ta’ala,  
  • Salat akan memutus segala hal yang akan mengganggu dan melalaikannya, 
  • Orang yang sedang salat tidak akan diganggu oleh orang lain yang tidak salat. 

 

Keistimewaan-keistimewaan tersebut sangat membantu  proses tadabur, tafakur dan hati lebih fokus serta khusyuk kepada Allah Ta’ala. 

Leave A Reply

Your email address will not be published.