Amalan Apa Saja yang Disukai oleh Malaikat Penjaga Manusia?

Pertanyaan
Amalan Apa Saja yang Disukai oleh Malaikat Penjaga Manusia?
Jawaban
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya. Amma ba‘d:
Di antara dzikir dan amalan yang dengan sebabnya Allah menugaskan malaikat untuk menjaga dan membantu hamba-Nya yang beriman, adalah sebagai berikut:
1. Membaca Ayat Kursi ketika hendak tidur
Hal ini disebutkan dalam kisah Abu Hurairah dengan setan yang datang mencuri makanan sedekah.
Dalam kisah itu disebutkan sabda Nabi ﷺ:
*إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ، فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ مِنْ أَوْلِهَا حَتَّى تُخْتَمَ الآيَةُ: {اللَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [البقرة: 255]، وَقَالَ لِي: لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلا يُقْرِبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ.*
“Apabila engkau hendak berbaring di tempat tidurmu, maka bacalah Ayat Kursi dari awalnya hingga akhir ayat: ﴿اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ﴾ (QS. Al-Baqarah: 255). Maka engkau akan senantiasa dijaga oleh penjaga dari Allah, dan tidak ada setan yang mendekatimu hingga engkau bangun pagi.” (Kisah ini terdapat dalam Shahih al-Bukhari).
Dalam riwayat lain disebutkan:
*مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَأْخُذُ مُضْجَعَهُ، يَقْرَأُ سُورَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ، إِلَّا وَكَلَّ اللَّهُ بِهِ مَلَكًا، فَلَا يَقْرُبُهُ شَيْءٌ يُؤْذِيهِ حَتَّى يُبْهَ مَتَى هَبَّ.*
“Tidaklah seorang Muslim berbaring di tempat tidurnya, lalu membaca satu surah dari Kitab Allah, melainkan Allah menugaskan seorang malaikat untuk menjaganya. Tidak ada sesuatu pun yang mendekatinya dan membahayakannya hingga ia bangun.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, an-Nasā’ī dalam as-Sunan al-Kubrā, dan ath-Thabarani).
Para ulama berbeda pendapat dalam menilai sanad hadis ini; sebagian melemahkannya, namun al-Hafizh Ibnu Hajar menilainya hasan dalam kitab Natāij al-Afkār.
2. Tidur dalam keadaan suci (berwudhu)
Dalam hadis dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah ﷺ bersabda:
*مَنْ بَاتَ طَاهِرًا، بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلَّا قَالَ المَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلَانًا، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا.*
“Barang siapa tidur dalam keadaan suci (berwudhu), maka malaikat bermalam di dekat tubuhnya. Maka ketika ia terbangun, malaikat itu berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si Fulan, karena ia tidur dalam keadaan suci.’” (Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahih-nya).
3. Bersiwak ketika hendak shalat dan membaca Al-Qur’an
Diriwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib radlialallahu ‘anhu bahwa beliau memerintahkan untuk bersiwak dan berkata:
*إِنَّ العَبْدَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أَتَاهُ المَلَكُ فَقَامَ خَلْفَهُ، فَيَسْمَعُ القُرْآنَ وَيَدْنُو، فَلَا يَزَالُ يَسْتَمِعُ وَيَدْنُو حَتَّى يَضَعَ فَاهُ عَلَى فِيهِ، فَلَا يَقْرَأُ آيَةً إِلَّا كَانَتْ فِي جَوْفِ المَلَكِ.*
“Sesungguhnya apabila seorang hamba berdiri untuk shalat, datanglah malaikat dan berdiri di belakangnya. Malaikat itu mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan mendekat, hingga ia meletakkan mulutnya pada mulut sang hamba. Maka setiap ayat yang dibaca, masuklah ke dalam tubuh malaikat tersebut.” (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubrā dan Syu‘ab al-Imān, juga oleh al-Bazzār dan ‘Abdurrazzāq; dinilai sahih oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahīhah, no. 1213).
4. Mengucapkan dzikir “Lā ilāha illallāh…” sepuluh kali setelah Subuh dan Maghrib
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa mengucapkan:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ،
‘Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu, yuḥyī wa yumītu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr’
Sepuluh kali setelah Maghrib, maka Allah akan mengutus pasukan malaikat untuk menjaganya dari setan hingga pagi, Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan besar, menghapus sepuluh dosa besar, dan memberinya pahala seperti memerdekakan sepuluh budak mukmin.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dan at-Tirmidzi).
“Barang siapa mengucapkannya ketika pagi, maka baginya seperti itu juga. Dan barang siapa mengucapkannya setelah Maghrib, maka baginya penjagaan hingga pagi.”
(Diriwayatkan pula oleh Ibnu Hibban).
5. Menghadiri majelis dzikir (halaqah ilmu dan zikir)
Rasulullah ﷺ bersabda:
*لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ -عَزَّ وَجَلَّ- إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ.*
“Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla, melainkan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, diliputi oleh rahmat, turun kepada mereka ketenangan, dan Allah menyebut mereka di hadapan para malaikat di sisi-Nya.” (Diriwayatkan oleh Muslim).
Dan dalam hadis lain:
*إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً سَائِحِينَ فِي الْأَرْضِ فَضْلًا عَنْ كُتَّابِ النَّاسِ، فَإِذَا وَجَدُوا أَقْوَامًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَنَادَوْا: هَلُمُّوا إِلَى بَغِيتِكُمْ، فَيَجِيئُونَ فَيُحِفُّونَ بِهِمْ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا.*
“Sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang berkeliling di bumi mencari majelis dzikir. Jika mereka menemukan suatu kaum yang berdzikir kepada Allah, mereka saling menyeru: ‘Mari, inilah yang kita cari!’ Lalu mereka datang dan menaungi mereka hingga ke langit dunia.”
(Diriwayatkan oleh al-Hākim dan Ibnu Hibban).
6. Berdiam diri menunggu shalat di masjid
Rasulullah ﷺ bersabda:
*لَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ مَا دَامَ يَنْتَظِرُهَا، وَلَا تَزَالُ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي الْمَسْجِدِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، مَا لَمْ يُحْدِثْ.*
“Seseorang di antara kalian senantiasa terhitung dalam keadaan shalat selama ia menunggu shalat berikutnya. Dan para malaikat terus mendoakannya selama ia berada di masjid: ‘Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia.’ selama ia tidak berhadats.”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, dan at-Tirmidzi — dengan lafaz terakhir milik at-Tirmidzi).
Kesimpulan
Inilah beberapa hadis yang menjelaskan keutamaan amalan-amalan yang menyebabkan Allah menugaskan para malaikat untuk melindungi, mendukung, dan mendoakan hamba-hamba-Nya yang beriman — baik dengan penjagaan, pengampunan, maupun rahmat-Nya.
Wallāhu a‘lam.



