Mukhtashar Fi Tafsir: Hal 9
Ayat 58
Ingatlah ketika Allah berfirman kepada Bani Israil agar mereka memasuki sebuah negeri yang diberkahi, dan menikmati berbagai makanan yang baik di dalamnya dengan leluasa dari mana saja mereka kehendaki. Mereka diperintahkan untuk masuk dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri kepada Allah, serta memohon ampun dengan ucapan yang menunjukkan pengakuan dosa, agar Allah mengampuni kesalahan-kesalahan mereka. Allah juga menjanjikan tambahan pahala bagi orang-orang yang berbuat baik dan bersungguh-sungguh dalam ketaatan.
Ayat 59
Namun orang-orang zalim di antara mereka mengganti perintah itu. Mereka mengubah ucapan yang diperintahkan dan mempermainkan bentuk ketaatan yang diminta dari mereka sebagai bentuk pelecehan terhadap perintah Allah. Akibatnya Allah menurunkan azab dari langit kepada mereka karena kefasikan dan pelanggaran yang mereka lakukan.
Ayat 60
Ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya saat mereka kehausan di padang yang gersang. Allah memerintahkannya memukul batu dengan tongkatnya. Maka terpancarlah darinya dua belas mata air sesuai jumlah suku mereka. Setiap kelompok mengetahui tempat minumnya masing-masing agar tidak terjadi perselisihan. Allah memerintahkan mereka untuk makan dan minum dari rezeki-Nya tanpa usaha berat dari mereka, serta melarang mereka berbuat kerusakan di bumi.
Ayat 61
Ingatlah ketika mereka merasa bosan dengan makanan yang Allah turunkan berupa makanan yang baik dan mencukupi, lalu mereka meminta makanan dari hasil bumi seperti sayur-mayur, mentimun, biji-bijian, kacang, dan bawang. Musa menegur mereka dengan heran: apakah mereka ingin menukar sesuatu yang lebih baik dengan yang lebih rendah? Jika mereka menginginkannya, mereka bisa pergi ke negeri lain dan mendapatkannya di sana.
Karena sikap mengikuti hawa nafsu, terus-menerus menolak pilihan Allah, dan tidak bersyukur atas nikmat-Nya, mereka ditimpa kehinaan, kemiskinan, dan kesengsaraan. Mereka kembali membawa kemurkaan Allah karena kekufuran terhadap ayat-ayat-Nya, pembunuhan terhadap para nabi tanpa hak, kedurhakaan, dan kebiasaan melampaui batas.
Faedah dari Ayat-ayat Ini
- Siapa pun yang mempermainkan dan memanipulasi teks-teks syariat memiliki kemiripan dengan sikap Bani Israil, dan perbuatan itu mengundang ancaman hukuman dari Allah.
- Nikmat Allah kepada Bani Israil sangat besar, tetapi mereka membalasnya dengan pengingkaran, pembangkangan, dan berpaling dari hukum Allah.
-
Di antara dampak buruk maksiat dan melampaui batas-batas Allah adalah datangnya kehinaan, kemiskinan, dan dominasi musuh atas seseorang atau suatu kaum.