Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Download Pdfnya Klik
KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH
Penulis:
Ustaz Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.
(Kandidat Doktor Qassim University, KSA)
Khutbah pertama:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أما بعد:
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.
﴿يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ﴾
﴿يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا﴾
﴿يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا﴾
Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’la…
Tidak henti-hentinya kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah ﷻ. Dengan limpahan nikmat-Nya, kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul pada hari dan di tempat yang mulia ini. Ketahuilah, bahwa rasa syukur merupakan sebab Allah ﷻ menambah nikmat-Nya kepada kita semua.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ. Dengan petunjuk beliau, kita dapat beribadah kepada Allah ﷻ dengan sebaik-baiknya. Semoga shalawat dan salam tersebut juga tercurah kepada keluarga beliau, para sahabat, serta orang-orang yang mengikuti sunnahnya hingga hari kiamat.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Ketika Allah ﷻ menciptakan makhluk-Nya, Dia memilih sebagian di antara mereka untuk diberi keutamaan atas yang lain. Hal ini sebagaimana firman-Nya:
﴿وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ وَيَخْتَارُ ۗ﴾
Artinya: “Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki”. QS. Al Qasas : 68.
Dari sunnatullah ini kita memahami bahwa keutamaan adalah pilihan Allah ﷻ. Maka ketika Allah menciptakan manusia, Dia memilih Nabi Muhammad ﷺ sebagai manusia yang paling mulia. Ketika Allah menciptakan tempat, Dia menjadikan masjid sebagai tempat yang paling mulia. Ketika Allah menciptakan kota, Dia memilih Makkah Al-Mukarramah sebagai kota yang paling mulia. Ketika Allah menciptakan hari, Dia memilih hari Jumat sebagai hari yang paling utama. Ketika Allah menciptakan bulan, Dia memilih bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh kemuliaan.
Demikian pula ketika Allah ﷻ menciptakan hari-hari dalam bulan Dzulhijjah, Dia memilih sepuluh hari pertamanya sebagai hari-hari yang paling mulia di antara hari-hari lainnya.
Oleh karena itu, pada kesempatan yang mulia ini, khutbah kita akan membahas tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah serta amalan-amalan yang dianjurkan di dalamnya.
Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala…
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan lainnya dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هٰذِهِ الْأَيَّامِ ـ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ ـ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذٰلِكَ بِشَيْءٍ.
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari (awal Dzulhijjah).”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab: “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan membawa apa pun (gugur semuanya di jalan Allah).” (HR. Bukhari dan Abu Daud)
Dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ، وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ، مِنْ هٰذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ.
“Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.”
Dan Ibnu Hibban meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَفْضَلُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ.
“Tidak ada hari yang lebih utama di sisi Allah daripada hari Arafah.”
Dari ketiga hadis yang telah disebutkan, jelas bagi kita bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki kedudukan yang sangat agung di sisi Allah ﷻ.
Hari-hari ini merupakan waktu yang Allah pilih untuk dilipatgandakannya pahala amal saleh, bahkan amal pada hari-hari tersebut lebih dicintai Allah dibandingkan amal pada waktu-waktu lainnya, sampai-sampai lebih utama daripada jihad di jalan Allah dalam kondisi tertentu.
Di dalamnya juga terdapat anjuran untuk memperbanyak dzikir, berupa tahlil, takbir, dan tahmid, serta terdapat hari Arafah yang menjadi hari paling utama di antara hari-hari tersebut. Maka hal ini menunjukkan bahwa seorang muslim seharusnya bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan kesempatan emas ini dengan memperbanyak amal ketaatan kepada Allah ﷻ.
Maka setelah mengetahui besarnya keutamaan dan kemuliaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini, selayaknya bagi setiap muslim untuk tidak menyia-nyiakannya dengan kelalaian. Sebaliknya, ia hendaknya mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghidupkan hari-hari tersebut dengan amal-amal ketaatan yang dicintai oleh Allah ﷻ. Di antara bentuk kesungguhan dalam memanfaatkan waktu yang mulia ini adalah dengan mengenali dan mengamalkan berbagai jenis ibadah yang dianjurkan di dalamnya. Berikut ini beberapa amalan yang dapat dikerjakan pada sepuluh hari yang penuh berkah tersebut.
Pertama: Melaksanakan haji dan umrah, dan ini adalah amalan yang paling utama. Di antara dalilnya adalah sabda Nabi ﷺ:
“Umrah ke umrah adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Kedua: Berpuasa pada hari-hari tersebut atau sebagian darinya, terutama hari Arafah. Tidak diragukan bahwa puasa termasuk amalan terbaik, dan ia adalah ibadah yang Allah khususkan untuk diri-Nya, sebagaimana dalam hadits qudsi:
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Ia meninggalkan makan, minum, dan syahwatnya karena-Ku.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah kecuali Allah menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan.” Muttfaqun ‘alaih.
Dan diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)
Ketiga: Memperbanyak takbir dan dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan firman Allah:
﴿لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ﴾
“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.” (QS. Al-Hajj: 28).
Para ulama menafsirkan bahwa itu adalah sepuluh hari Dzulhijjah. Maka dianjurkan memperbanyak dzikir berdasarkan hadits Ibnu Umar:
“Perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.”
Diriwayatkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum keluar ke pasar pada hari-hari tersebut, lalu mereka bertakbir dan orang-orang pun ikut bertakbir.
Para tabi’in berkata:
“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah, Allahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd.”
Disunnahkan mengeraskan takbir di pasar, rumah, jalan, masjid, dan tempat lainnya berdasarkan firman Allah:
﴿وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ﴾
“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya.” )QS. Al-Baqarah: 185(
Namun tidak boleh bertakbir secara berjamaah dengan satu suara, karena tidak ada contoh dari salaf. Yang disunnahkan adalah masing-masing bertakbir sendiri-sendiri.
Keempat: Bertaubat dan meninggalkan seluruh maksiat dan dosa, agar mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adalah sebab dijauhkan dari Allah, sedangkan ketaatan adalah sebab kedekatan.
Dalam hadits, Nabi ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah adalah ketika seorang mukmin melakukan apa yang diharamkan-Nya.”
Muttafaqun ‘Alaih.
Kelima: Memperbanyak amal saleh seperti shalat sunnah, sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar, dan lainnya. Amalan tersebut dilipatgandakan pada hari-hari ini
بَارَكَ اللَّهُ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الذِّكْرِ وَالْحِكْمَةِ، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ، وَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، أَمَّا بَعْدُ:
Ma’asyiral Muslimin Waffaqakumullah…
Di antara amalan lainnya yang dianjurkan pada hari-hari mulia ini:
Keenam:Disyariatkan takbir mutlak setiap waktu siang dan malam hingga shalat Id. Juga takbir muqayyad (setelah shalat wajib berjamaah), dimulai bagi selain jamaah haji dari subuh hari Arafah, dan bagi jamaah haji dari zhuhur hari Nahr, hingga ashar hari terakhir tasyrik.
Ketujuh:Disyariatkan berkurban pada hari Nahr dan hari-hari tasyrik. Ini adalah sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Nabi ﷺ berkurban dengan dua kambing yang bertanduk, beliau menyembelihnya sendiri sambil membaca basmalah dan takbir.
Kedelapan: Diriwayatkan oleh Muslim dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Nabi ﷺ bersabda:
“Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari memotong rambut dan kukunya hingga ia berkurban.” (HR. Muslim)
Larangan ini khusus bagi orang yang berkurban.
Kesembilan: Seorang muslim hendaknya menjaga pelaksanaan shalat Id dan mendengarkan khutbah. Ia harus memahami bahwa hari raya adalah hari syukur dan amal kebaikan, bukan hari bermaksiat.
Kesepuluh: Seorang muslim hendaknya memanfaatkan hari-hari ini dengan ketaatan, dzikir, dan menjauhi larangan, agar mendapatkan ridha Allah.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Demikianlah penjelasan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah beserta sebagian amalan yang dianjurkan di dalamnya. Marilah kita berusaha untuk memanfaatkan kesempatan yang mulia ini dengan memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, serta menjauhi segala bentuk dosa dan kemaksiatan, agar kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan rahmat dan ridha Allah ﷻ.
Semoga Allah ﷻ menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa istiqamah di atas jalan-Nya.
Marilah kita bershalwat kepada baginda Nabi kita Muuhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Allah berfirman:
﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهم َّاغْفِرِ للمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ، والمُؤْمِنِينَ والمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا كُلَّهَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا، عَلَانِيَتَهَا وَسِرَّهَا.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عبادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُ اللَّهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ، قُوْمُوْا إِلَى صَلَاتِكُمْ.

+6285333345252



