Khutbah Jumat: Hukum-Hukum Seputar Haji dan Umrah

Download Pdfnya Klik
Hukum-Hukum Seputar Haji dan Umrah
Penulis:
Ustaz Sadnanto, Lc., M.A.
(Mahasiswa S3 Universitas Islam Madinah, KSA)
Khutbah pertama:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ.
أما بعد:﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾
Ma’asyiral muslimin rahimani warahimakumullah,
Ibadah haji dan umrah adalah ibadah yang agung, dan merupakan ibadah yang menggabungkan antara fisik dan harta. Haji adalah menuju tempat-tempat suci di Makkah untuk melaksanakan rangkaian manasik di waktu tertentu sebagai bentuk ibadah kepada Allah subḥānahu wata’ālā. Adapun Umrah adalah beribadah kepada Allah Ta‘ala dengan melakukan thawaf di Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, serta bertahallul dengan mencukur rambut atau memendekannya.
Sidang jumat yang berbahagia,
Haji hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi setiap manusia yang memenuhi syarat, yaitu: Islam, baligh, berakal, merdeka, dan mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan. Maka orang yang belum mampu, tidak berdosa jika belum berhaji. Allah subḥānahu wata’ālā berfirman:
﴿وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا﴾
“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana” (QS. Ali Imran: 97).
Adapun umrah, para ulama berbeda pendapat. Namun pendapat yang kuat menyatakan bahwa umrah juga wajib sekali seumur hidup. Aisyah raḍiyallāhu ‘anha bertanya: Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?
Beliau menjawab: “Ya, mereka memiliki jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umrah” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).
Ma’asyiral muslimin,
Kedua ibadah ini memiliki beberapa rukun dan kewajiban.
Rukun adalah amalan-amalan yang yang harus dilakukan, jika ditinggalkan maka ibadah tersebut tidak sah. Rukun-rukun haji adalah: Ihram, wukuf di Arafah, tawaf Ifadhah, dan sa’i antara Shafa dan Marwah.
Sedangkan rukun-rukun umrah adalah: Ihram, tawaf, dan sa’i.
Adapun wajib haji dan umrah jika ditinggalkan maka harus membayar dam (denda). Hal-hal yang termasuk wajib haji adalah ihram dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jumrah, tahallul (mencukur rambut atau memendekannya), dan tertib dalam pelaksanaan manasik.
Sedangkan wajib umrah adalah ihram dari miqat dan tahallul.
أَقُولُ هَذَا الْقَوْلَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah kedua:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
أَمَّا بَعْدُ:
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,
Ketika anda sedang keadaan ihram baik haji maupun umrah, jauhilah larangan-larangan ihram; seperti memakai wewangian, pakaian berjahit yang membentuk tubuh, dan penutup kepala. Memotong kuku dan rambut atau bulu tubuh. Berburu hewan darat, melakukan akad nikah dan hubungan suami istri dan pendahuluannya.
Sidang jumat yang berbahagia,
Ibadah haji mengajarkan kita untuk mentauhidkan Allah, melatih ketaatan total, kesabaran, pengorbanan diri, dan keikhlasan dalam beribadah kepada-Nya, menumbuhkan kesederhanaan dan persatuan, serta mengajarkan kita untuk menjauhi segala dosa dan kemaksiatan.
Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ، رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ»
“Barangsiapa berhaji dan tidak berkata kotor serta tidak berbuat maksiat, maka ia kembali seperti hari dilahirkan oleh ibunya” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ma’asyiral muslimin rahimani warahimakumullah,
Semoga Allah subḥānahu wata’ālā memanggil kita ke Baitullah dan menerima amal ibadah kita.
Marilah kita bershalwat kepada baginda Nabi kita Muuhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Allah berfirman:
﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهم َّاغْفِرِ للمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ، والمُؤْمِنِينَ والمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.
عبادَ اللهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُ اللَّهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ، قُوْمُوْا إِلَى صَلَاتِكُمْ.
+6285333345252



