Janji: Surga Bag 2

4) Awan surga
Katsîr bin Murrah berkata: “Telah sampai kepada kami bahwa termasuk tambahan kenikmatan (di surga) adalah: ada awan yang melintas di atas penduduk surga lalu berkata, ‘Apa yang kalian sukai untuk aku hujankan kepada kalian?’ Maka mereka tidak menginginkan sesuatu pun kecuali akan dihujankan kepada mereka.”
Katsîr berkata lagi: “Demi Allah, jika Allah memperlihatkan kepadaku pemandangan itu, sungguh aku akan meminta agar ia menghujaniku dengan bidadari-bidadari bermata jeli.”( Hādī al-Arwāḥ)
Kita berdoa kepada Allah agar Dia menganugerahkan kepada kita hujan ini dan agar Dia menaungi kita dengan awan tersebut, karena kita berbaik sangka kepada-Nya.
Maka hendaklah ia memperbaiki amalnya; dan siapa yang memiliki sifat seperti ini, hendaklah sejak hari ini ia menyibukkan dirinya dengan (amal untuk meraih) jenis hujan yang ia dambakan.
Latifah (sebuah faidah indah)
Saudaraku yang tercinta…
Negeri (akhirat) itu adalah surga ‘Adn jika engkau beramal dengan sesuatu yang diridhai oleh Allah; dan bila engkau menyia-nyiakannya maka (tempatmu) adalah neraka.
Hanya ada dua tempat itu saja, manusia tidak punya tempat lain selain keduanya,
maka lihatlah untuk dirimu sendiri, mana yang engkau pilih.
5) Luasnya lebar surga
Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
“Dan bersegeralah kalian menuju ampunan dari Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran: 133)
Allah hanya menyebut lebar karena biasanya lebar itu lebih pendek dari panjang.
Jika lebarnya saja seluas langit dan bumi, maka bagaimana dengan panjangnya?!
Umair bin al-Hammam mendengar ayat ini, lalu ia pun pergi sambil melantunkan (ucapan kagum) dengan gembira: “Bakh bakh!”
Maka Nabi ﷺ bertanya kepadanya: “Apakah yang mendorongmu mengucapkan bakh bakh?”
Ia menjawab: “Harapan agar aku termasuk penghuninya (surga itu).”
Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya: “Engkau termasuk penghuninya.”
Ia pun merenungkan kabar gembira ini. Ia pun tahu bahwa tidak ada lagi penghalang antara dirinya dan masuk surga selain bahwa ia harus terkena sabetan pedang saja. Saat itu di tangannya ada beberapa butir kurma. Ia teringat bahwa apa yang ada di surga lebih baik dan lebih kekal, dan bahwa kurma surga lebih manis daripada kurma dunia.
Maka ia melemparkan (kurma-kurma) dunia dari tangannya dan melemparkannya ke belakang punggungnya, seraya berkata:
“Sesungguhnya hidup ini terlalu panjang kalau aku masih menunggu sampai menghabiskan kurma-kurma ini.”
Lalu ia bergegas maju, berperang… ia pun terbunuh… dan masuklah ia ke dalam surga itu.
Latifah
Muhammad bin al-Hanafiyyah berkata:
“Sesungguhnya tubuh-tubuh kalian ini, tidak ada harga yang pantas bagi mereka selain surga. Maka jangan kalian ‘menjualnya’ kecuali dengan surga itu.”
6– Harum Surga
Rasulullah ﷺ bersabda tentang surga:
“Sesungguhnya baunya benar-benar dapat tercium dari jarak perjalanan lima ratus tahun.”
(Hadits shahih sebagaimana dalam kitab Shahih al-Jāmi‘ al-Shaghir no. 5988).
Jika lebar surga itulah yang menggugah Umair bin Al-Hammam, maka harum surga adalah yang menggerakkan Anas bin An-Nadhr.
Harum ini pernah dicium oleh Anas radhiyallahu ‘anhu pada hari Perang Uhud. Ia pun bergegas sambil menyeru kepada manusia:
“Duhai, wangi surga! Menuju Uhud! Aku tidak akan mendapatkan wanginya jika aku berada di belakang (tidak ikut berperang)!”
Begitulah kerinduan kepada surga setelah ia menghirup aromanya; ia tak sanggup lagi menunggu. Karena rasa malu yang mulia, ia enggan mundur, sampai tubuhnya yang tanpa pelindung menerima lebih dari delapan puluh tebasan pedang, tusukan tombak, atau lontaran anak panah. Hingga akhirnya saudara perempuannya tidak bisa mengenalinya kecuali dari ujung jari-jarinya.
Dengan itu Allah mengabadikan namanya dalam Al-Qur’an dan menurunkan firman-Nya:
“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.” (QS. Al-Ahzab: 23).
Wahai saudariku, berhati-hatilah
Wahai saudariku… engkau tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapati wanginya bila engkau termasuk salah satu dari dua golongan yang disebutkan Rasulullah ﷺ:
“Ada dua golongan dari penghuni neraka yang belum pernah aku lihat:
- Suatu kaum yang bersama mereka cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya.
(2) Para wanita yang berpakaian namun telanjang, menggoda dan condong (kepada maksiat); kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang miring.
Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, padahal sesungguhnya bau surga itu benar-benar tercium dari jarak sekian dan sekian perjalanan.”
(Hadis sahih sebagaimana disebutkan dalam Shahih al-Jāmi‘ al-Shaghir no. 3799).
Orang yang benar-benar pelit
Ummul Banin berkata:
“Orang yang paling pelit adalah orang yang pelit terhadap dirinya sendiri dari (meraih) surga.”
7 – Rumah-rumah di Surga
“Bangunan surga itu batanya dari perak dan batanya dari emas. Semennya adalah misk yang sangat harum. Kerikilnya mutiara dan yaqut, dan tanahnya za‘faran. Siapa yang memasukinya akan hidup senang dan tidak pernah berputus asa, kekal dan tidak akan mati. Pakaian mereka tidak akan usang dan masa muda mereka tidak akan sirna.” (Hadis sahih sebagaimana disebutkan dalam Shahih Jami‘ no. 3116).
Ucapan di atas adalah hadis sahih yang dikabarkan oleh Nabi ﷺ.
Jika engkau berkenan… bacalah lagi, ulangi dan renungkan setiap katanya… setiap kata.
Aku pilihkan untukmu kata “yaqut” (batu permata yaqut); dengarkan sifatnya yang diberitakan oleh Nabi ﷺ. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya Rukun (Yamani) dan Maqam (Ibrahim) itu dua buah yaqut dari yaqut-yaqut surga; Allah telah memadamkan cahayanya. Seandainya Dia tidak memadamkan cahayanya, niscaya keduanya akan menerangi apa yang ada di antara timur dan barat.” (Hadis sahih sebagaimana dalam Shahih al-Jāmi‘ al-Shaghir no. 1633).
Rumahmu di surga nanti akan engkau kenali di tengah jutaan, bahkan miliaran rumah. Engkau akan lebih mengenalnya daripada rumahmu yang engkau tinggali di dunia, padahal sebelumnya engkau belum pernah melihatnya dan belum pernah mendatanginya sama sekali. Akan tetapi Allah menanamkan pengetahuan itu ke dalam ruhmu. Atas hal ini Nabi yang jujur lagi dibenarkan ﷺ bersumpah, beliau bersabda:
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh salah seorang dari mereka di surga lebih mengenal tempat tinggalnya di surga itu daripada ia mengenal tempat tinggalnya di dunia.” (Hadis sahih sebagaimana dalam Shahih al-Jāmi‘ al-Shaghir no. 510).
Bagaimana membangun rumahmu di surga
Al-Hasan al-Bashri berkata:
“Para malaikat bekerja untuk anak-anak Adam di surga; mereka menanam dan membangun.
Kadang mereka berhenti, lalu dikatakan kepada mereka: ‘Kenapa kalian berhenti?’
Mereka menjawab: ‘Sampai nafkah (bekal/bahan) itu datang kepada kami.’
Maka sampaikanlah kabar gembira kepada mereka — ayah dan ibuku sebagai tebusan bagi kalian — (bahwa kelanjutannya) ada pada amal kalian.”
(Diterjemahkan dari kita Hibbi Ya Rihal Iman, karya Khalid Abu Syadi)



