Motivasi Islami

Istiqamah

Istiqamah (الاستقامة)

Allah Ta‘ala berfirman:

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Maka beristiqamahlah sebagaimana engkau diperintahkan, dan (juga) orang yang bertobat bersamamu, dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.” (QS. Hūd: 112)

Dan Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Rabb kami adalah Allah,’ kemudian mereka beristiqamah, akan turun kepada mereka para malaikat (pada saat kematian), (seraya berkata): ‘Janganlah kalian takut (terhadap apa yang akan datang), dan jangan bersedih (atas apa yang telah berlalu), dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepada kalian.’” (QS. Fuṣṣilat: 30)

Dari Sufyān bin ‘Abdillah ats-Tsaqafī radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, katakan kepadaku satu ucapan dalam Islam yang aku tidak perlu lagi bertanya kepada selain engkau.” (Dalam riwayat lain: “selainmu.”)

Maka beliau bersabda:

«قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ»

“Ucapkanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah.” (HR. Muslim no. 38)

Makna dan Penjelasan

Iman kepada Allah dengan iman yang benar, serta istiqamah di atas syariat-Nya sesuai kemampuan: inilah jalan keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Penjelasan Ayat Pertama

Dalam ayat pertama, Allah Ta‘ala memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ agar tetap teguh di atas agama yang telah Allah wajibkan atas beliau, dan begitu pula orang-orang yang mengikuti beliau dari kalangan kaum mukminin.

Allah juga melarang mereka melampaui batas dari koridor istiqamah yang telah Dia tetapkan. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala amal mereka, baik dan buruknya — tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya — dan Dia akan memberi balasan atas semuanya.

 Penjelasan Ayat Kedua

Dalam ayat kedua, Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang berkata — baik dengan lisan maupun dengan keyakinan hati — “Rabb kami adalah Allah”, kemudian mereka beristiqamah:

  • tetap teguh di atas tauhid,
  • menjalankan perintah-perintah Allah,
  • menjauhi larangan-larangan-Nya,
  • terus-menerus dalam ketaatan dengan ikhlas,
  • dan sesuai dengan syariat-Nya tanpa berlebih-lebihan dan tanpa meremehkan,

maka ketika ajal datang, para malaikat turun menenangkan mereka:

  • “Jangan takut terhadap apa yang akan kalian hadapi nanti,”
  • “Jangan bersedih atas apa yang kalian tinggalkan,”
  • serta membawa kabar gembira berupa surga yang dijanjikan sebagai balasan atas iman mereka dan istiqamah mereka dalam agama Allah.

Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya istiqamah: tetap teguh di atas agama Allah, tidak berubah, tidak menyimpang.

Siapa yang berlebihan dalam agama, terlalu keras, atau justru meremehkan dan mengubah-ubah agama, maka ia telah keluar dari batasan istiqamah.

Penjelasan Hadis Sufyān

Dalam hadis Sufyān radhiyallahu ‘anhu, ia meminta Nabi ﷺ untuk mengajarinya sebuah ucapan yang ringkas namun mencakup seluruh ajaran Islam sehingga tidak perlu lagi bertanya kepada siapa pun setelah itu.

Ungkapan: “Dalam Islam” maksudnya adalah ucapan yang menyempurnakan Islam, menegakkan hak-haknya, dan menunjukkan jalan lurusnya.

Maka Nabi ﷺ menjawab dengan kalimat yang sangat padat namun sempurna:

“Katakan: Aku beriman kepada Allah, lalu istiqamahlah.”

Maksudnya:

ucapkanlah dengan lisanmu, sambil engkau yakini dalam hatimu, bahwa engkau benar-benar beriman kepada Allah; kemudian teguhkan dirimu di atas iman itu, istiqamahlah, dan amalkan konsekuensinya.

Istiqamah mencakup menjalankan seluruh perintah sesuai kemampuan, serta menjauhi segala yang dilarang.

Maka sandaran utama adalah tetap teguh di atas iman, disertai terus-menerus melakukan amal salih yang akan membimbing pelakunya menuju jalan yang lurus.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button