Hakikat Kemuliaan Hamba dalam Kefakirannya kepada Allah

Hakikat Kemuliaan Hamba dalam Kefakirannya kepada Allah
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata pada kitab Ṭarīq al-Hijratain wa Bāb as-Sa‘ādatain hlm. 33:
وَلَمَّا كَانَ الْفَقْرُ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ هُوَ عَيْنَ الْغِنَى بِهِ، فَأَفْقَرُ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَغْنَاهُمْ بِهِ، وَأَذَلُّهُمْ لَهُ أَعَزُّهُمْ، وَأَضْعَفُهُمْ بَيْنَ يَدَيْهِ أَقْوَاهُمْ، وَأَجْهَلُهُمْ عِنْدَ نَفْسِهِ أَعْلَمُهُمْ بِاللَّهِ.
“Ketika kefakiran seorang hamba kepada Allah ‘Azza wa Jalla merupakan hakikat kekayaan dengannya, maka manusia yang paling fakir kepada Allah adalah yang paling kaya dengan-Nya.
Yang paling hina di hadapan-Nya adalah yang paling mulia.
Yang paling lemah di sisi-Nya adalah yang paling kuat.
Dan yang paling merasa bodoh terhadap dirinya adalah yang paling mengenal Allah.”
Faedah dan Pelajaran:
1. Kefakiran kepada Allah adalah hakikat kekayaan sejati.
Semakin seseorang merasa butuh kepada Allah, semakin Allah cukupkan dan kayakan hatinya.
2. Kemuliaan di sisi Allah lahir dari kerendahan diri di hadapan-Nya.
Orang yang paling tunduk kepada Allah, dialah yang paling dimuliakan oleh Allah.
3. Kekuatan seorang hamba terletak pada kelemahannya di hadapan Rabb-nya.
Ketika ia bersandar kepada Allah, Allah memberinya kekuatan lahir dan batin.
4. Ilmu tentang Allah lahir dari pengakuan akan kebodohan dan kelemahan diri.
Siapa yang merasa dirinya lemah dan tidak berdaya, Allah akan bukakan baginya pintu ma‘rifat.
5. Ini adalah manhaj para salaf dalam tazkiyatun nafs.
Membersihkan jiwa dimulai dengan merendahkan diri dan merasa faqir di hadapan Allah.
6. Menumbuhkan tauhid dan tawakkal dalam hati.
Karena sumber kekayaan, kemuliaan, kekuatan, dan ilmu hanyalah Allah semata.
Ya Allah, jadikanlah kami kaya denganmu, anugerahkan kami kefakiran yang jujur yang terus-menerus kepada-Mu, kemuliaan dengan ketaatan kepada-Mu, kekuatan dengan bertawakal kepada-Mu, serta ilmu yang bermanfaat yang mendekatkan kami kepada-Mu.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang merendahkan diri kepada-Mu lalu Engkau muliakan mereka, yang merasa butuh kepada-Mu lalu Engkau kayakan mereka, yang lemah di hadapan-Mu lalu Engkau kuatkan mereka, dan yang mengenal dirinya lalu Engkau perkenalkan mereka kepada-Mu.
Wahai Rabb kami, janganlah Engkau serahkan kami kepada diri kami walau sekejap mata, perbaikilah seluruh urusan kami, ampunilah kami, kedua orang tua kami, para guru kami, dan siapa saja yang memiliki hak atas kami, serta ampunilah kaum muslimin dan muslimat.
Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kami Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya seluruhnya.



