Berapa Rakaat Salat Ba’diyah Jum’at?

79

PERTANYAAN: 

Kita melaksanakan salat Jumat, kemudian dianjurkan untuk salat sunah ba’diyah setelahnya, berapa jumlah rakaat yang benar bagi salat ba’diyah Jumat?. 

JAWABAN: 

Al-hamdulillah, wash-shalatu was-salamuala Rasulillah 

Terdapat beberapa riwayat hadis dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang jumlah rakaat ba’diyah Jumat; 

Pertama: ba’diyah Jumat berjumlah dua rakaat, sebagaimana dalam hadis: 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم (كَانَ لاَ يُصَلِّى بَعْدَ الْجُمُعَةِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ). رواه البخاري، ومسلم. 

Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahuanhuma meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahualaihi wa sallam dahulu tidak melaksanakan ba’diyah Jumat sampai beliau meninggalkan masjid, kemudian beliau melaksanakan salat ba’diyah dua rakaat (di rumahnya).” (HR. Bukhari: 937, dan Muslim: 882). 

Kedua: ba’diyah Jumat berjumlah empat rakaat, sebagaimana dalam hadis: 

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا). رواه مسلم. 

Artinya: Abu Hurairah radhiyallahuanhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda, Jika salah satu di antara kalian melaksanan salat Jumat, maka hendaknya salat setelahnya empat rakaat‘.” (HR Muslim: 881). 

Bertumpu pada hadis di atas, terjadi perbedaan pendapat terkait dengan jumlah rakaat salat ba’diyah Jumat di kalangan para ulama: 

Pendapat pertama: salat ba’diyah Jumat adalah 2 rakaat. Hal ini berdasarkan hadis dari Abdullah bin Umar di atas dan juga berlandaskan perbuatan dari beliau. 

Pendapat kedua: ia berjumlah 4 rakaat. Ini adalah pendapat mayoritas fukaha, di antaranya; pendapat dari Abdullah bin Mas’ud dan pengikutnya (Mushannaf Ibn Abi Syaibah: 5410), dan juga pendapat yang dipilih oleh Mazhab Hanafi sebagaimana di kitab Raddul-Mukhtar (2/12-13) dan pendapat yang dipilih oleh Imam Asy-Syafi’iy sebagaimana dalam kitab Al-Umm (7/176), beliau mengatakan, Adapun kami, maka salat ba’diyah Jumat adalah empat rakaat.” 

Pendapat ketiga: boleh memilih antara melaksanakan 2 rakaat atau 4 rakaat. Imam Ahmad berkata, Jika mau boleh melaksanakan salat ba’diyah Jumat 2 rakaat, dan jika mau boleh 4 rakaat.” (Al-Mugni: 2/109). 

Pendapat keempat: jika dilaksanakan di masjid, maka salatnya berjumlah 4 rakaat, dan jika dilaksanakan di rumah, maka salatnya berjumlah 2 rakaat. Ibnul-Qayyim berkata, Ibnu Taimiyah mengatakan: jika dikerjakan di masjid, maka salat 4 rakaat, dan jika dikerjakan di rumah maka salat 2 rakaat.” Kemudian Ibnul-Qayyim menyatakan, Riwayat-riwayat hadis mendukung pendapat ini, dan Abu Daud telah meriwayatkan dari Abdullah bin Umar; bahwa beliau salat 4 rakaat jika mengerjakannya di masjid, dan 2 rakaat jika mengerjakannya di rumah.” Zadul-Ma’ad (1/417).  

Para ulama di Komite Fatwa Arab Saudi memilih pendapat ini pula. Lihat Fatawa Lajnah Daimah (6/131). 

Pendapat kelima: disunahkan mengerjakannya 6 rakaat. Ini adalah pendapat Ali bin Abi Thalib dan sekelompok ulama salaf (lihat: Mushannaf Ibn Abi Syaibah: 2/40-41), pendapat Abu Yusuf dan Ath-Thahawiy dari Hanafiyah (lihat: Syarh Ma’anil-Atsar: 1/337), dan salah satu riwayat pendapat dari Imam Ahmad sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qudamah di Al-Mugni, namun Ibnu Rajab menganggap ganjil pendapat ini (lihat; Al-Qawaid hal: 15). 

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah ditanya, “Bagaimana menggabungkan antara sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: jika salah seorang di antara kalian melaksanakan salat Jumat, hendaklah salat setelahnya empat rakaat“, dengan perbuatan beliau; bahwa beliau melaksanakan salat ba’diyah Jumat di rumahnya dua rakaat?” 

Beliau menjawab: Para ulama berselisih pendapat terkait masalah ini; 

Sebagian ulama berpendapat: melaksanakan salat enam rakaat. Dua rakaat berlandaskan pada perbuatan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dan yang empat rakaat berlandaskan pada sabda Rasulullah. 

Pendapat yang kedua: bahwa ba’diyah Jumat adalah empat rakaat saja. 

Pendapat yang ketiga: ada perincian, yaitu; jika salat dilaksanakan di masjid maka salatnya empat rakaat, namun jika dilaksanakan di rumah maka salatnya dua rakaat, dan pendapat ini dipilih oleh Ibnu Taimiyah. 

Alhamdulillah, ada keluasan dalam masalah ini, maksudnya; jika setelah menunaikan salat Jumat seseorang melaksanakan salat ba’diyah di rumahnya empat rakaat dengan dua kali salam, maka hal tersebut diperbolehkan insya Allah. (Liqa‘ Al-Bab Al-Maftuh ke 214, pertanyaan no. 8). 

Pendapat yang lebih kuatAllahu a’lam-; adalah pendapat yang boleh memilih antara dua rakaat atau empat rakaat, atau pendapat yang membedakan antara pelaksanaan salat di masjid dengan 4 rakaat atau melaksanakannya di rumah dengan 2 rakaat. Tentunya persoalan dalam perbedaan pendapat ini lapang, Allahu a’lam.  

Dari pertanyaan di atas mungkin akan disalahpahami bahwa pelaksanaan salat ini (ba’diyah Jumat) dilakukan secara berjamaah. Bila demikian (yakni dilakukan berjamaah) maka itu menyelisihi Sunnah Nabi shallallahualaihi wasallam. Yang lebih utama dalam salat sunah adalah dilaksanakan secara sendiri-sendiri, namun jika kadang-kadang dilaksanakan secara berjamaah, maka diperbolehkan. 

Sumber:https://islamqa.info/ar/answers/112031/%D9%83%D9%85-%D8%B1%D9%83%D8%B9%D8%A9-%D9%8A%D8%B5%D9%84%D9%8A-%D8%A8%D8%B9%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D8%AC%D9%85%D8%B9%D8%A9 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.