Mimbar Jumat

Khutbah Jumat: Menyambut Ramadhan Dengan Iman Dan Amal Saleh

 

Download Pdfnya Klik

Khutbah pertama:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بَلَّغَنَا مَوَاسِمَ الْخَيْرَاتِ، وَأَفَاضَ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ الطَّاعَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الَّذِي جَعَلَ الصَّوْمَ جُنَّةً مِنَ النَّارِ، وَسَبِيلاً لِأَعْمَالِ الْأَبْرَارِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَفْوَةُ الْخَلْقِ وَخَيْرُ مَنْ صَامَ وَصَلَّى.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ الْكِرَامِ، وَأَصْحَابِهِ الْأَعْلَامِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا تَعَاقَبَ الضِّيَاءُ وَالظَّلَامُ. أَمَّا بَعْدُ:

Wahai kaum mukminin, aku wasiatkan kepada kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah; karena takwa adalah jalan keselamatan, serta sarana meraih keberuntungan dan kemuliaan. Firman Allah Ta’ala: “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu pembeda antara hak dan batil, menghapus kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah memiliki karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal: 29)

Sidang Jumat yang Berbahagia, tamu agung yang penuh rahmat telah mengetuk pintu kehidupan kita. Pertanyaannya, bagaimanakah suasana hati kita saat ini?

Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah (Muhammad), ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan’.” (QS. Yunus: 58).

Kegembiraan menyambut Ramadhan adalah bukti iman. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah pernah berkata, “Bagaimana mungkin seorang mukmin tidak gembira dengan dibukanya pintu-pintu surga? Bagaimana mungkin seorang pendosa tidak gembira dengan ditutupnya pintu-pintu neraka?”

Jamaah yang dimuliakan Allah, meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat adalah kunci kesuksesan ibadah kita. Rasulullah tidak membiarkan Ramadhan datang begitu saja. Beliau mempersiapkan diri dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban sebagai “pemanasan” agar jiwa siap saat memasuki Ramadhan.

Para Salafus Saleh merindukan bulan ini dengan kerinduan yang luar biasa. Sebagaimana disebutkan oleh Mu’alla bin Al-Fadhl, “para ulama terdahulu berdoa selama enam bulan sebelum Ramadhan agar Allah mempertemukan mereka dengannya. Lalu, enam bulan setelahnya, mereka terus berdoa agar amalan mereka diterima.”

Ini menunjukkan bahwa bagi mereka, Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan proyek besar akhirat yang sangat menentukan keselamatan mereka.

Hadirin yang Dirahmati Allah, lantas, bagaimana kita mengisi hari-hari di bulan tersebut? Allah menjanjikan ampunan total bagi siapa saja yang menghidupkan Ramadhan dengan dua pilar utama: Imanan (iman yang kokoh) dan Ihtisaban (mengharap pahala hanya dari Allah).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim).

Namun, amal saleh ini harus dijaga kemurniannya. Pastikan setiap sujud, setiap butir sedekah, dan setiap ayat yang kita baca dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam. Jangan sampai kita terjebak pada ritual yang luar biasa di mata manusia, namun kosong di hadapan Allah karena dicampuri rasa riya atau perbuatan bid’ah.

Sidang Jumat yang Berbahagia, kita juga harus waspada terhadap ancaman bagi mereka yang menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Ramadhan bisa menjadi saksi yang membela kita, namun bisa juga menjadi penggugat kita di akhirat.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. An-Nasa’i & Ibnu Majah).

Kerugian yang paling nyata adalah saat Allah memberikan ampunan besar-besaran, namun kita justru sibuk dengan urusan duniawi yang tidak ada habisnya. Kita lebih sibuk memikirkan menu berbuka daripada kualitas shalat malam. Kita lebih sibuk berbelanja daripada bersedekah. Sungguh, itu adalah kerugian yang amat sangat besar.

Hadirin rahimakumullah, Agar kita tidak termasuk golongan yang merugi, izinkan saya menyampaikan beberapa tips praktis untuk memaksimalkan Ramadhan:

  1. Luruskan Niat: Mulailah dengan taubat yang tulus.
  2. Manajemen waktu yang baik: Ramadhan hanya 30 hari. Kurangi waktu yang terbuang sia-sia di media sosial atau tontonan yang tidak bermanfaat. Setiap menit di bulan Ramadhan adalah emas yang tak ternilai.
  3. Fokus ibadah: Jagalah shalat liwa waktu berikut sunnah qabliah dan ba’diahnya, perbanyaklah shalat sunnah lainnya, maksimalkan baca Al-Qur’an, qiyamullail, berzikir, berdoa, dan ibadah lainnya.
  4. Jauhi segala dosa yang bisa membatalkan puasa atau mengurangi pahala puasa, jagalah lisan, ingatlah, puasa bukan hanya menahan mulut dari makanan, tapi juga dari ghibah, dusta, dan kata-kata kotor.

Wahai kaum mukminin, sesungguhnya bulan Ramadhan adalah momen agung untuk melakukan evaluasi diri, ia juga medan yang luas untuk berlomba-lomba. Di dalamnya seluruh umat Islam setara; semuanya berpuasa karena Tuhannya, memohon ampun atas dosanya.

Mereka menahan lapar pada waktu yang sama dan berbuka pada waktu yang sama, demi mewujudkan firman Sang Khaliq Yang Maha Esa: “Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.” (QS. Al-Mukminun: 52)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan langkah kita, melunakkan hati kita, dan menerima kita sebagai hamba-hamba-Nya yang bertaubat.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah kedua:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أما بعد:

Jamaah jum’at yang dirahmati Allah, menutup rangkaian khutbah hari ini, marilah kita merenung sejenak. Berapa banyak kawan dan kerabat kita yang tahun lalu masih duduk bersimpuh di masjid ini, namun hari ini mereka sudah berada di bawah tanah, tak lagi memiliki kesempatan untuk menambah satu pun amal saleh?

Ramadhan tahun ini mungkin adalah Ramadhan terakhir bagi kita. Tidak ada jaminan kita akan bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Maka, hadapilah Ramadhan ini dengan semangat seorang musafir yang hampir sampai ke tujuan. Kerahkan seluruh kemampuan untuk meraih ridha-Nya.

Jadikan setiap sujud kita di bulan ini sebagai sujud yang paling khusyuk, dan setiap doa kita sebagai rintihan seorang hamba yang sangat haus akan ampunan Robb-nya.

Wahai kaum muslimin, Allah telah memerintahkan kita semua dengan perintah mulia, yang dimulai dari Zat-Nya, Firman-Nya:

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab:56)

الَّلهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ وبَارِكْ عَلى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ، اللهمَّ ارْضَ عنْ صحابَتِه أجمعين، وعنِ التَّابِعينَ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إلَى يومِ الدِّين، وعَنَّا معَهُمْ بِعَفْوِكَ وكَرَمِك يا ربَّ الْعَالمِين.

الَّلهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلامَ والْمُسلِمين، وأّذِلَّ الْكُفْرَ والْكافِرِين، ودَمِّرْ أعداءَ الدِّين، وانْصُرْ عبادَكَ المُوَحِّدِين.

الَّلهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ولِلمُؤْمِنِين والمُؤمِناتِ والمُسلمِين والمُسلِماتِ، الأَحْياءِ مِنْهُم وَالْأَمْواتِ.

الَّلهُمَّ أَعِنَّا علَىَ صِيَامِ رَمَضانَ وقِياَمِه، وقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيِم، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْم.

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤءِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. اَقِيْمُوا الصَّلَاةَ.

markazinayahofficial

@markazinayah

t.me/markaz_inayah

@markazinayah

@markazinayah

add/markaz_inayah

pin.it/27A9yFJT5

@markazinayah

@markazinayah

www.markazinayah.com

+6285333345252

Abu Mutsanna, Lc., M.A., Ph.D.

Doktor Bidang Fiqih dan Ushul, King Saud University, Riyadh, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button