Konsultasi
Adab-adab Berpuasa

Nomor Fatwa: 77
Pertanyaan:
apa saja adab² berpuasa
Jawaban
Adab-adab Berpuasa
- Mengikhlaskan niat karena Allah
Puasa hendaknya dilakukan dengan niat yang tulus hanya untuk mencari ridha Allah, bukan karena kebiasaan atau ingin dipuji orang. - Menjaga lisan dari perkataan buruk
Nabi ﷺ bersabda:
«مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ» (HR. Bukhari)
Artinya: “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dengannya, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.” - Menjaga anggota tubuh dari maksiat
Mata dijaga dari melihat yang haram, telinga dari mendengar yang tidak baik, serta tangan dan kaki dari perbuatan yang dilarang. - Memperbanyak amal kebaikan
Dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, bersedekah, dan berbagai amal saleh lainnya. - Menyegerakan berbuka ketika matahari terbenam
Rasulullah ﷺ bersabda:
«لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ» (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya: “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” - Mengakhirkan sahur
Sahur dianjurkan dilakukan mendekati waktu fajar selama tidak melewati waktunya. - Bersikap sabar dan tidak membalas keburukan
Jika ada orang yang mencaci atau mengajak bertengkar, hendaknya berkata:
«إِنِّي صَائِمٌ» (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” -
Berdoa ketika berbuka
Waktu berbuka termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa, sehingga dianjurkan memanfaatkan momen tersebut dengan berdoa kepada Allah.
