Tatsqif

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq di Madinah

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq (مسجد أبي بكر الصديق) di Madinah

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah salah satu mushalla Nabi ﷺ yang terletak sekitar 150 meter dari pelataran Masjid Nabawi. Rasulullah ﷺ pernah melaksanakan shalat Id di lokasi ini, dan setelah beliau wafat, khalifah pertama kaum muslimin, Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه, juga melaksanakan shalat Id di tempat tersebut. Oleh karena itu, tempat ini kemudian dikenal dengan nama Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Salah Satu Masjid di Kawasan Mushalla Nabi

Masjid ini merupakan salah satu masjid yang berada di kawasan Al-Mushalla, yaitu lapangan tempat Rasulullah ﷺ dahulu melaksanakan shalat Id dan shalat istisqa’.

Kemungkinan besar masjid ini dinamakan demikian karena Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه melaksanakan shalat Id di lokasi tersebut pada masa kekhalifahannya, sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.

Sejarah Pembangunan Masjid

Diperkirakan bangunan pertama masjid ini dibangun pada masa Daulah Umayyah, ketika Umar ibn Abd al-Aziz menjabat sebagai gubernur Madinah antara tahun 87–93 H.

Adapun bangunan yang berdiri saat ini berasal dari sekitar abad ke-13 Hijriah.

Pada masa pemerintahan Saudi, bentuk arsitektur bersejarah masjid ini tetap dipertahankan dan beberapa kali dilakukan renovasi dan pemeliharaan, di antaranya:

Tahun 1411 H pada masa Raja Fahd bin Abdul Aziz.

Tahun 1434 H pada masa Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Pada masa Raja Salman bin Abdul Aziz, masjid ini dimasukkan dalam proyek pengembangan dan pelestarian situs-situs sejarah Islam di Madinah.

Tempat Shalat Rasulullah ﷺ dan Khalifah Pertamanya

Masjid ini merupakan salah satu lokasi shalat Id Nabi ﷺ.

Setelah perluasan besar Masjid Nabawi, jarak antara masjid ini dengan pelataran Masjid Nabawi menjadi sangat dekat.

Lokasinya:

Berjarak sekitar 455 meter dari bangunan utama Masjid Nabawi.

Berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Al-Ghamamah.

Memiliki luas sekitar 78 meter persegi.

Masjid ini dinamakan dengan nama Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه karena beliau pernah melaksanakan shalat Id di tempat tersebut pada masa kekhalifahannya.

Sebab Penamaan Masjid

Telah diketahui bahwa Rasulullah ﷺ menjadikan kawasan Al-Munakhah (المناخة) sebagai tempat pelaksanaan shalat Id dan shalat istisqa’.

Beliau melaksanakan shalat di beberapa lokasi berbeda di kawasan tersebut.

Ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه menjadi khalifah, beliau melaksanakan shalat Id di salah satu lokasi yang pernah digunakan Rasulullah ﷺ di kawasan Al-Munakhah tersebut.

Karena itulah lokasi tersebut kemudian dikenal dengan nama:

> مسجد أبي بكر الصديق

Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Perlu diketahui bahwa pada masa Abu Bakar رضي الله عنه bangunan masjid ini belum ada; yang ada hanyalah lokasi tanah tempat beliau melaksanakan shalat.

Perhatian Terhadap Masjid Sepanjang Sejarah

Masjid ini mendapatkan perhatian besar dari para khalifah dan penguasa muslim sepanjang sejarah.

Masjid ini mengalami berbagai renovasi dan perbaikan, dan salah satu renovasi besar terakhir sebelum era Saudi dilakukan pada tahun 1254 H.

Pada masa Saudi, masjid ini beberapa kali dipugar sambil tetap mempertahankan karakter arsitektur aslinya.

Pada masa Raja Salman bin Abdul Aziz, masjid ini juga dimasukkan dalam proyek pengembangan dan rehabilitasi situs-situs sejarah Islam di Madinah.

Arsitektur Masjid

Masjid ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Memiliki satu kubah besar.

Dinding bagian timurnya dilapisi batu hitam.

Perpaduan warna putih dan hitam pada bagian luar bangunan memberikan kesan estetis yang indah.

Tampilan ini sangat serasi dengan tampilan Masjid Al-Ghamamah yang berada tidak jauh darinya, sehingga kedua masjid tersebut tampak harmonis di tengah kawasan Mushalla.

Mengunjungi Masjid Abu Bakar

Saat ini para pengunjung dan jamaah dapat melihat masjid ini dari bagian luar sebagai salah satu peninggalan sejarah penting yang berkaitan dengan pelaksanaan shalat Id pada masa Rasulullah ﷺ dan para Khulafaur Rasyidin.

Masjid ini menjadi salah satu titik penting dalam wisata sejarah Islam di Madinah bersama:

Masjid Al-Ghamamah

Masjid Abu Bakr As-Siddiq

Masjid Ali ibn Abi Talib

Masjid Umar ibn Al-Khattab

yang semuanya berada di sekitar kawasan Mushalla dan Al-Munakhah di sebelah barat daya Masjid Nabawi.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button