Sumur Budha’ah dan Hubungannya dengan Saqifah Bani Sa’idah

Sumur Budha’ah dan Hubungannya dengan Saqifah Bani Sa’idah
Di antara peninggalan bersejarah Madinah yang berkaitan dengan perjalanan hidup Nabi ﷺ adalah sumur-sumur yang pernah digunakan oleh Rasulullah ﷺ. Beliau menyukai air dari sebagian sumur tersebut dan sering meminta agar airnya diambil untuk dibawa ke rumah-rumah beliau ﷺ.
Sumur-sumur ini dikenal dengan beberapa sebutan, seperti:
Sumur-sumur bersejarah.
Sumur-sumur Nabi ﷺ.
Sumur-sumur yang diberkahi.
Di antara sumur-sumur yang paling terkenal adalah sumur-sumur tersebut pernah diabadikan dalam syair:
إذا رمت آبار النبي بطيبة
فعدتها سبع مقالاً بلا وهن
Jika engkau ingin menghitung sumur-sumur Nabi di kota Thayyibah (Madinah), maka jumlahnya ada tujuh, sebagaimana disebutkan tanpa keraguan.
أريس وغرس رومة بضاعة
كذا بصة قل بئر حاء مع العهن
Yaitu Sumur Aris, Ghars, Rumah, dan Budha’ah, demikian pula Al-Bushshah, lalu Bi’r Ha’ dan Al-‘Ihn.
Ketujuh sumur Nabi ﷺ yang dimaksud dalam syair ini adalah:
بئر أريس (Bi’r Aris)
بئر غرس (Bi’r Ghars)
بئر رومة (Bi’r Rumah atau Sumur Utsman)
بئر بضاعة (Bi’r Budha’ah)
بئر البصة (Bi’r Al-Bushshah)
بئر حاء (Bi’r Ha’ atau Bairuha’)
بئر العهن (Bi’r Al-‘Ihn)
Ejaan Budha’ah
Para ahli bahasa Arab berbeda pendapat mengenai cara membaca huruf ba’ (ب) pada kata بضاعة:
Sebagian membacanya dengan dhammah pada huruf ba’, yaitu: بُضاعة (Budha’ah).
Sebagian lagi membacanya dengan kasrah, yaitu: بِضاعة (Bidha’ah).
Namun, lafaz yang terjaga dan diriwayatkan dalam hadits adalah dengan dhammah, yaitu:
> بُضَاعَة
Budha’ah
Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mafātīḥ.
Lokasi Sumur Budha’ah
Sumur Budha’ah (بئر بضاعة) terletak di perkampungan Bani Sa’idah, dekat dengan Saqifah Bani Sa’idah.
Bahkan sumur ini terkadang disebut pula dengan nama:
> بئر بني ساعدة
“Sumur Bani Sa’idah.”
Bani Sa’idah merupakan salah satu cabang dari kaum Anshar.
Sumur Budha’ah (بئر بضاعة)
Sumur Budha’ah terletak di perkampungan Bani Sa’idah di Madinah. Bani Sa’idah merupakan salah satu kabilah atau cabang dari suku Khazraj.
Dengan demikian, penyebutan yang lebih sesuai dengan riwayat hadits adalah:
> بئر بُضَاعَة
Bi’ru Budha’ah atau Sumur Budha’ah.
Adapun lokasi sumur ini dahulu berada di wilayah perkampungan Banu Sa’idah, yang juga terkenal karena adanya Saqifah Bani Sa’idah, tempat berlangsungnya musyawarah para sahabat setelah wafatnya Rasulullah ﷺ yang berakhir dengan pembaiatan Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه sebagai khalifah pertama kaum muslimin.
> “Disebutkan dalam kitab Al-Badr Al-Munir mengenai kata Budha’ah (بضاعة):
‘Ada yang berpendapat bahwa Budha’ah adalah nama pemilik sumur tersebut, dan ada pula yang berpendapat bahwa Budha’ah adalah nama tempat atau lokasi di mana sumur itu berada.'”
Dengan demikian, para ulama berbeda pendapat mengenai asal-usul penamaan Bi’r Budha’ah (بئر بضاعة):
1. Pendapat pertama: Budha’ah adalah nama seseorang, yaitu pemilik atau orang yang dinisbatkan kepada sumur tersebut.
2. Pendapat kedua: Budha’ah adalah nama daerah atau lokasi tempat sumur itu berada, sehingga sumur tersebut dinamakan sesuai dengan nama tempatnya.
Sebagaimana banyak tempat di Madinah yang dinamakan berdasarkan nama pemiliknya atau nama kawasan tempat ia berada.
Apa itu Saqifah Bani Sa’idah?
Saqifah (السقيفة) adalah sebuah bangunan beratap atau serambi tempat orang-orang berkumpul dan duduk di bawah naungannya.
Saqifah Bani Sa’idah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah Islam, karena di tempat inilah setelah wafat Rasulullah ﷺ berlangsung musyawarah besar kaum Muhajirin dan Anshar yang akhirnya menghasilkan pembaiatan Abu Bakr As-Siddiq رضي الله عنه sebagai khalifah pertama kaum muslimin.
Nabi ﷺ Pernah Duduk di Saqifah Ini dan Minum dari Sumur Budha’ah
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d dari ayahnya dari kakeknya, ia berkata:
> Rasulullah ﷺ pernah duduk di saqifah mereka yang berada di dekat masjid. Kemudian beliau meminta minum kepadaku. Maka aku mencampurkan air untuk beliau di dalam sebuah wadah, lalu beliau meminumnya.
Setelah itu beliau berkata:
“Tambahkan lagi untukku.”
Maka aku menyiapkan lagi untuk beliau, lalu beliau meminumnya dan bersabda:
“Air yang pertama lebih enak daripada yang kedua.”
Aku berkata:
“Keduanya berasal dari sumber yang sama wahai Rasulullah.”
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim juga disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ suatu hari datang bersama beberapa sahabat menuju perkampungan Bani Sa’idah dan duduk di sana, kemudian Sahl bin Sa’d menyuguhkan susu kepada beliau.
Karena itulah sejarah Sumur Budha’ah sangat erat kaitannya dengan Saqifah Bani Sa’idah.
Terjemahannya:
> Saat ini lokasinya berada di sebelah barat laut Masjid Nabawi, berhadapan dengan Hotel Al-Harithiyah, tepat di area parkir kendaraan.”
Adapun mengenai lokasinya saat ini, sebagian peneliti sejarah Madinah menyebutkan:
> “Lokasi Sumur Budha’ah sekarang berada di sekitar lokasi Hotel Mövenpick Madinah.”
Dengan berbagai perluasan Masjid Nabawi dan pembangunan kawasan sekitarnya, lokasi asli sumur ini kini telah masuk ke dalam kawasan pembangunan modern di sekitar masjid, sebagaimana juga terjadi pada beberapa situs sejarah Madinah lainnya.
Disebutkan bahwa Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri رضي الله عنه, beliau berkata:
> سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يقال له: إنه يستقى لك من بئر بضاعة، وهي يلقى فيها لحوم الكلاب والمحايض وعذر الناس؟
“Aku mendengar Rasulullah ﷺ ketika beliau ditanya: ‘Wahai Rasulullah, air untukmu diambil dari Sumur Budha’ah, padahal ke dalamnya dibuang bangkai anjing, kain haid, dan kotoran manusia?’
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
> « إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ »
“Sesungguhnya air itu suci dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Riwayat An-Nasa’i menyebutkan:
> Aku berkata:
“Apakah engkau berwudhu dari sumur ini padahal dibuang ke dalamnya sesuatu yang tidak disukai karena baunya?”
Beliau menjawab:
« الْمَاءُ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ »
“Air tidak dapat dinajiskan oleh sesuatu.”
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud bukanlah para sahabat sengaja membuang najis ke dalam sumur tersebut, tetapi karena sumur itu berada dekat tempat pembuangan dan aliran air hujan atau angin terkadang membawa sebagian kotoran ke sekitarnya.
Imam Al-Fairuzabadi رحمه الله berkata:
> “Tidak boleh dinisbatkan kepada para sahabat bahwa mereka membuang kain haid atau bangkai anjing ke sumur yang dipakai Rasulullah ﷺ untuk berwudhu.”
Nabi ﷺ Pernah Berwudhu dan Meludah ke Dalam Sumur Ini
Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah mendatangi Sumur Budha’ah, lalu beliau berwudhu dari timba sumur tersebut, kemudian sisa air wudhunya dikembalikan ke dalam sumur dan beliau meludah ke dalamnya serta meminum airnya.
Pada masa itu apabila ada seseorang yang sakit, Nabi ﷺ pernah mengatakan:
> “Mandikanlah dia dengan air Budha’ah.”
Seakan-akan setelah itu penyakitnya menjadi ringan dan ia memperoleh kesembuhan.
Demikian pula Asma bint Abu Bakr رضي الله عنها berkata:
> “Kami biasa memandikan orang-orang sakit dengan air Sumur Budha’ah selama tiga hari, lalu mereka sembuh.”
Ukuran Sumur Budha’ah
Menurut Ibnu An-Najjar رحمه الله, ukuran sumur tersebut adalah:
Kedalaman sekitar 11 hasta dan satu jengkal.
Lebarnya sekitar 6 hasta.
Air berada pada kedalaman sekitar dua hasta dari dasar sumur.
Diperkirakan ukuran sumur tersebut sekitar:
Kedalaman sekitar 5,5 meter.
Diameter sekitar 3 meter.
Hubungan Saqifah dengan Sistem Syura dalam Islam
Penulis artikel menjelaskan bahwa beliau sering membawa murid-muridnya ke lokasi Saqifah Bani Sa’idah dan menerangkan bahwa tempat tersebut merupakan simbol besar dalam sejarah Islam.
Di bawah naungan saqifah inilah salah satu penerapan terbesar sistem:
> الشورى
Musyawarah.
Allah Ta’ala bahkan menamakan satu surah dalam Al-Qur’an dengan nama:
> سورة الشورى
Surah Asy-Syura.
Firman Allah:
> ﴿ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ ﴾
“Dan urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka.”
(QS. Asy-Syura: 38)
Kondisi Saat Ini
Saqifah Bani Sa’idah saat ini sudah tidak ada lagi dan telah digantikan oleh sebuah taman kecil.
Sedangkan Sumur Budha’ah telah masuk ke dalam area perluasan Masjid Nabawi yang selesai beberapa dekade yang lalu.



