Tatsqif

Makkah Al-Mukarramah dan Makna Nama-Namanya Sepanjang Sejarah

Makkah Al-Mukarramah dan Makna Nama-Namanya Sepanjang Sejarah

Allah Ta’ala menetapkan dalam hikmah dan sunnah-Nya bahwa sebagian makhluk memiliki keutamaan atas sebagian yang lain. Demikian pula pada tempat dan waktu; Allah Ta’ala telah melebihkan jenis manusia dari kalangan Bani Adam atas seluruh makhluk lainnya, menjadikannya makhluk yang dimuliakan dan dijaga kehormatannya.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا﴾
“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas banyak makhluk yang telah Kami ciptakan.”
(QS. Al-Isra’: 70)
Kemudian Allah memilih dari keturunan Adam para nabi dan rasul, menjadikan mereka sebagai tempat turunnya wahyu dan pembawa risalah-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
﴿إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ﴾
“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran di atas seluruh alam.”
(QS. Ali Imran: 33)
Keutamaan tersebut tidak hanya berlaku pada manusia, tetapi juga pada tempat-tempat. Allah Ta’ala telah memuliakan Makkah Al-Mukarramah di atas seluruh penjuru bumi, menjadikannya pusat bumi, tempat yang paling mulia dan paling agung di antara seluruh wilayah di muka bumi.
Karena banyaknya nama dan beragamnya sebutan merupakan tanda kemuliaan dan kedudukan sesuatu yang dinamai, maka Makkah memiliki jumlah nama yang tidak dimiliki oleh kota atau negeri lain, kecuali Madinah Al-Munawwarah.
Imam An-Nawawi رحمه الله berkata dalam Tahdzib Al-Asma’ wa Al-Lughat (3/332):
[واعلم أنَّ كثرة الأسماء تدل على عِظَم المسمَّى؛ كما في أسماء الله تعالى، وأسماء رسوله صلى الله عليه وآله وسلم، ولا نعلم بلدًا أكثر أسماء مِن مكة والمدينة؛ لكونهما أفضل الأرض، وذلك لكثرة الصفات المقتضية للتسمية] اهـ.
“Ketahuilah bahwa banyaknya nama menunjukkan agungnya sesuatu yang dinamai, sebagaimana pada nama-nama Allah Ta’ala dan nama-nama Rasul-Nya ﷺ. Kami tidak mengetahui suatu negeri yang memiliki nama lebih banyak daripada Makkah dan Madinah, karena keduanya merupakan bumi yang paling utama, dan karena banyaknya sifat yang melahirkan penamaan tersebut.”

Makkah memperoleh kekhususan eksistensialnya bukan semata-mata karena ia adalah sebidang wilayah geografis di antara berbagai tempat di muka bumi, melainkan karena makna sejarah yang lahir dari berdirinya Al-Baitul ‘Atiq (Ka’bah) di atas tanahnya yang suci. Antara rumah Allah itu dan bapak para nabi, Nabi Ibrahim Al-Khalil alaihis salam, terjalin hubungan yang terus-menerus, daya tarik yang kuat, serta keselarasan antara tempat dan makna.

Keselarasan itu bermula dari doa Nabi Ibrahim alaihis salam kepada Rabbnya agar menyempurnakan nikmat-Nya atas tanah yang suci ini dengan keamanan, kedamaian, dan kestabilan, sehingga menjadi tempat berlabuhnya hati manusia dan tujuan kerinduan jiwa.

Allah Ta’ala berfirman:
{َوِإْذَقاَلِ إْبَراِهيُمَ رِّب اْجَعْلَٰ هَذا اْلَبَلَد آِمًنا َواْجُنْبِني َوَبِنَّيَ أنَّ نْعُبَد اَْلأْصَناَم (35)َ رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ فَمَن تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَّحِيم (36)َّرَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُون}.[إبراهيم:35-37].
> “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: ‘Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala. Ya Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak manusia. Maka barang siapa mengikutiku, maka sesungguhnya dia termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di sebuah lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati, ya Rabb kami, agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari berbagai buah-buahan agar mereka bersyukur.'”

(QS. Ibrahim: 35–37)

Sejak dahulu hingga kini, Makkah Al-Mukarramah tetap menjadi ibu kota agama, budaya, dan sosial bagi seluruh kaum muslimin di setiap tempat dan zaman. Ia adalah tempat berlabuhnya hati mereka, simbol persatuan mereka, dan tempat berhimpunnya ukhuwah mereka. Makkah merupakan ibu kota Islam dengan seluruh dimensi spiritual dan emosionalnya.

Sejak terbitnya cahaya risalah Islam, kaum muslimin terbiasa menjadikan Masjidil Haram pada musim haji sebagai tempat pertemuan antara ulama dan penuntut ilmu, serta pusat penyebaran ilmu dan pemahaman agama.

Karena itu, Makkah memiliki makna budaya dan sejarah yang sangat mendalam, di samping makna geografis, sosial, dan materialnya. Namun, yang membedakannya adalah kekayaan makna spiritual dan religius yang melengkapi dimensi kemanusiaan dan sosialnya.

Allah Ta’ala berfirman:

> “Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk manusia ialah rumah yang di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya, niscaya dia aman. Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah bagi orang yang mampu menempuh jalan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya dari seluruh alam.”

(QS. Ali Imran: 96–97)

Keistimewaan ini tidak terpisahkan dari posisi Makkah dalam sejarah kuno. Berkat kesuciannya, Makkah menjadi pusat budaya, ekonomi, dan sosial yang memberikan penduduknya pengaruh moral dan material yang besar, sebagaimana tercermin dalam sastra Arab pra-Islam.

Citra Makkah juga dipenuhi oleh berbagai makna, rahasia, dan mukjizat yang menjadikannya simbol yang melampaui batas ruang menuju budaya dan pengetahuan, bahkan melampaui akal menuju wilayah rasa dan hati.

Islam kemudian menambahkan makna-makna baru bagi Makkah, memperkaya sejarah dan nilainya, hingga menjadikannya memiliki dimensi universal yang terbuka bagi seluruh bangsa dan wilayah manusia.

Nama-Nama Makkah dan Maknanya

Para ahli bahasa, leksikograf, dan sejarawan menghimpun sekitar 30 nama bagi Makkah Al-Mukarramah. Nama-nama tersebut mengandung makna alamiah, spiritual, dan emosional yang beragam.

1. Al-Amin (الآمن)

Karena di dalamnya diharamkan peperangan.

2. Al-Aman (الأمن)

Maknanya adalah keamanan dan ketenteraman.

3. Al-Burrat (البرت)

Dalam bahasa Yaman berarti gula kristal (thabarzad).

4. Al-Balad (البلد)

Yakni “negeri” secara mutlak, sebagai bentuk pengagungan terhadap Makkah.

5. Al-Baldah (البلدة)

Sebutan yang digunakan oleh para ulama bahasa untuk Makkah.

6. Bakkah (بكة)

Mayoritas ulama berpendapat bahwa Bakkah dan Makkah adalah satu tempat yang sama. Sebagian suku Arab mengganti huruf mim dengan ba’.

Dikatakan berasal dari kata البكّ yang berarti mematahkan atau merendahkan kesombongan para penguasa zalim.

7. Al-Bait Al-Haram (البيت الحرام)

Karena di dalamnya diharamkan peperangan.

8. Al-Bait Al-‘Atiq (البيت العتيق)

Bermakna rumah yang tua dan rumah yang dibebaskan dari kekuasaan para tiran.

9. Al-Bassah (الباسة)

Karena Makkah menghancurkan dan membinasakan orang yang melakukan ilhad (penyimpangan) di dalamnya.

10. Ats-Tsaniyyah (الثنية)

Disebutkan oleh Imam As-Suyuthi sebagai salah satu nama Makkah.

الثَّنِيَّةُ dalam bahasa Arab secara asal berarti:

1. Jalan atau celah di antara gunung-gunung yang digunakan untuk melintas, seperti tanjakan atau jalur pegunungan.
2. Bukit atau tanjakan yang menonjol pada sebuah jalan.
3. Dapat pula bermakna jalan tinggi yang berkelok atau mendaki.

Dalam kamus Arab disebutkan:

> الثَّنِيَّةُ: الطريق في الجبل، أو العقبة فيه.

“Ats-Tsaniyyah adalah jalan di gunung atau jalur pendakian di dalamnya.”

Dalam konteks sejarah Islam, istilah ini sering digunakan untuk menyebut beberapa jalur masuk dan keluar kota Madinah, seperti:

ثنية الوداع
Jalur yang terkenal dalam sejarah karena dikaitkan dengan penyambutan Rasulullah ﷺ ketika tiba di Madinah menurut sebagian riwayat.

Adapun penyebutan الثنية sebagai salah satu nama Makkah sebagaimana disebut oleh Imam As-Suyuthi, kemungkinan karena Makkah dikelilingi oleh pegunungan dan memiliki beberapa jalur masuk berupa celah dan tanjakan di antara gunung-gunung tersebut, sehingga nama ini menggambarkan karakter geografis kota tersebut.

Jadi secara ringkas:

> الثنية = jalan pegunungan, celah gunung, atau tanjakan di antara gunung-gunung.

11. Al-Haram (الحرم)

Yakni kawasan suci Makkah beserta batas-batas tanah haramnya.

12. Al-Hathimah (الحاطمة)

Karena ia menghancurkan orang-orang yang berbuat zalim di dalamnya.

13. Ar-Ra’s (الرأس)

Karena Makkah adalah bagian bumi yang paling mulia, sebagaimana kepala adalah bagian paling mulia dari tubuh manusia.

14. Ar-Ritaj (الرتاج)

Maknanya pintu besar yang tertutup rapat.

15. Ummu Rahm (أم رحم)

Karena manusia saling menyambung kasih sayang dan hubungan di sana.

16. Ummu Zahm (أم زحم)

Karena padatnya manusia yang berkumpul di dalamnya.

17. Al-Masjid Al-Haram (المسجد الحرام)

Disebutkan As-Suyuthi sebagai salah satu nama Makkah.

18. Shalah (صلاح)

Karena di sana terdapat perbaikan manusia dan banyak amal saleh dilakukan.

19. Thayyibah (طيبة)

Disebutkan oleh As-Suyuthi sebagai salah satu nama Makkah.

20. Al-‘Arsy dan Al-‘Arisy (العرش والعريش)

Karena rumah-rumah di Makkah dahulu dibuat dari batang-batang kayu yang diberi naungan.

21. Al-‘Athsyah (العطشة)

Karena dahulu Makkah dikenal dengan sedikitnya sumber air.

22. Al-Muqaddasah dan Al-Qadisah (المقدسة والقادسة)

Bermakna tanah yang diberkahi dan disucikan.

23. Al-Qadis (القادس)

Berasal dari makna penyucian (taqdis).

24. Ummul Qura (أم القرى)

Karena ia merupakan pusat seluruh negeri dan tujuan manusia dalam urusan agama maupun dunia.

Allah Ta’ala berfirman:
{َوَما َكاَن َرُّبَكُ مْهِلَك اْلُقَرٰىَ حَّتٰىَ يْبَعَثِ فيُ أِّمَهاَ رُسوًلا} [القصص: 59].
> “Dan tidaklah Rabbmu membinasakan negeri-negeri sebelum Dia mengutus pada ibu kota negeri itu seorang rasul.”

(QS. Al-Qashash: 59)

Allah Ta’ala telah memuliakan Makkah Al-Mukarramah di atas seluruh penjuru bumi, menjadikannya pusat bumi, tempat yang paling mulia dan paling agung di antara seluruh wilayah di muka bumi.
Karena banyaknya nama dan beragamnya sebutan merupakan tanda kemuliaan dan kedudukan sesuatu yang dinamai, maka Makkah memiliki jumlah nama yang tidak dimiliki oleh kota atau negeri lain, kecuali Madinah Al-Munawwarah.
Imam An-Nawawi رحمه الله berkata dalam Tahdzib Al-Asma’ wa Al-Lughat (3/332):
“Ketahuilah bahwa banyaknya nama menunjukkan agungnya sesuatu yang dinamai, sebagaimana pada nama-nama Allah Ta’ala dan nama-nama Rasul-Nya ﷺ. Kami tidak mengetahui suatu negeri yang memiliki nama lebih banyak daripada Makkah dan Madinah, karena keduanya merupakan bumi yang paling utama, dan karena banyaknya sifat yang melahirkan penamaan tersebut.”
Di antara nama khusus Makkah Al-Mukarramah adalah Ummul Qura (أم القرى).
Allah Ta’ala berfirman:
﴿وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا﴾
“Dan ini adalah Kitab yang Kami turunkan yang penuh berkah, membenarkan kitab-kitab sebelumnya, agar engkau memberi peringatan kepada Ummul Qura dan orang-orang yang berada di sekitarnya.”
(QS. Al-An’am: 92)
Dan Allah berfirman:
﴿وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا﴾
“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur’an berbahasa Arab agar engkau memberi peringatan kepada Ummul Qura dan orang-orang di sekitarnya.”
(QS. Asy-Syura: 7)
Mengapa Makkah dinamakan “Ummul Qura”?
Para ulama menyebutkan beberapa penjelasan mengenai sebab penamaan ini:
1. Karena bumi dibentangkan dari bawahnya
Artinya, bumi dihamparkan dan dibentangkan mulai dari tempat Ka’bah, sehingga Makkah seolah-olah menjadi asal lahirnya bumi sebagaimana seorang ibu menjadi asal kelahiran anak-anaknya.
Imam Ath-Thabari رحمه الله berkata dalam Jami’ Al-Bayan (1/108):
“Dikatakan bahwa Makkah dinamakan Ummul Qura karena kedudukannya mendahului seluruh negeri lainnya dan menghimpun semuanya. Ada pula yang mengatakan bahwa ia dinamakan demikian karena bumi dibentangkan darinya sehingga ia menjadi ibu bagi seluruh bumi.”
Al-‘Allamah Makki bin Abi Thalib رحمه الله berkata dalam Al-Hidayah ila Bulugh An-Nihayah (3/2102):
“Ummul Qura adalah Makkah … dinamakan demikian karena bumi dibentangkan darinya.”
2. Karena Makkah adalah negeri yang paling agung kedudukannya
Seluruh manusia dari berbagai negeri menuju ke sana untuk berhaji, berumrah, dan beribadah, sehingga kedudukannya bagi seluruh negeri seperti kedudukan seorang ibu bagi anak-anaknya.
Al-‘Allamah Az-Zajjaj رحمه الله berkata dalam Ma’ani Al-Qur’an wa I’rabuh (2/271):
“Ummul Qura adalah Makkah. Ia dinamakan demikian karena merupakan negeri yang paling agung kedudukannya.”
3. Karena seluruh manusia menghadap kepadanya dalam ibadah
Ka’bah yang berada di Makkah menjadi kiblat seluruh kaum muslimin di seluruh dunia, sehingga manusia selalu menghadap dan menuju kepadanya.
Al-‘Allamah As-Samarqandi رحمه الله berkata dalam Bahr Al-‘Ulum (1/501):
“Dikatakan bahwa Makkah dinamakan Ummul Qura karena seluruh bumi dibentangkan dari bawah Ka’bah. Dikatakan pula karena ia adalah kiblat seluruh manusia, yakni mereka menghadap kepadanya. Dan dikatakan pula karena ia adalah negeri yang paling agung kedudukan dan kemuliaannya.”
4. Karena rumah ibadah pertama dibangun di sana
Ibnu Abi Hatim رحمه الله berkata dalam tafsirnya (4/1345):
“Adapun Ummul Qura adalah Makkah, dan ia dinamakan demikian karena rumah pertama yang dibangun untuk manusia berada di sana.”
5. Karena Makkah adalah negeri tertua dan paling terkenal
Al-‘Allamah Ath-Thahir Ibnu ‘Asyur رحمه الله berkata dalam At-Tahrir wa At-Tanwir (7/372):
“Makkah dinamakan Ummul Qura karena ia merupakan negeri tertua dan paling terkenal. Tidaklah perkampungan-perkampungan di Jazirah Arab berkembang kecuali setelah adanya Makkah. Oleh karena itu bangsa Arab menamakannya Ummul Qura, sementara bangsa Arab Hijaz sebelum itu masih hidup berpindah-pindah di kemah-kemah.”
Kesimpulan
Dari penjelasan para ulama tersebut dapat disimpulkan bahwa penamaan أم القرى (Ummul Qura) bagi Makkah mengandung beberapa makna sekaligus:
karena bumi dibentangkan dari bawah Ka’bah,
karena Makkah adalah negeri paling mulia dan paling agung,
karena seluruh manusia menuju kepadanya untuk ibadah,
karena rumah ibadah pertama dibangun di sana,
dan karena ia merupakan kota tertua dan paling terkenal di dunia Arab.

25. Al-Qaryah (القرية)

Sebagaimana firman Allah:
{َوَقاُلواَلْوَلاُنِّزَل َٰهَذااْلُقْرآُن َعَلٰى َرُجٍلِّ مَن اْلَقْرَيَتْيِنَ عِظيٍم} (الزخرف:31).
> “Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dari dua negeri ini?”

(QS. Az-Zukhruf: 31)

Yang dimaksud dua negeri tersebut adalah Makkah dan Thaif.

26. Al-Ka’bah (الكعبة)

Penamaan keseluruhan wilayah dengan nama bagian terpentingnya.

27. Kautsa (كوثى)

Nama sebuah tempat di Makkah yang kemudian menjadi salah satu nama kota tersebut.

28. Makkah (مكة)

Terdapat beberapa pendapat mengenai asal katanya:

karena ia “menghisap” dosa-dosa sehingga menghapuskannya,

karena sedikitnya air di sana sehingga air harus diambil dengan susah payah,

karena Makkah membinasakan orang yang berbuat zalim dan menyimpang di dalamnya,

atau karena posisinya berada di tengah bumi sebagaimana sumsum berada di tengah tulang.

29. Makoraba (مكوربا)

Nama kuno Makkah menurut Ptolemaeus, berasal dari bahasa Saba’ yang bermakna tempat suci atau tanah haram.

30. An-Nassasah (النساسة)

Karena sedikitnya air dan kondisi tanahnya yang kering.
Az-Zamakhsyari berkata — dan dinukil oleh Imam As-Suyuthi —:
(نست دابتك، أي يبست من العطش) وقيل لمكة الناسة والنساسة، لجدبها ويبسها.
> “نَسَّتْ دَابَّتُكَ”

yakni:

“Hewan tungganganmu telah menjadi kering karena kehausan.”

Kemudian beliau menjelaskan:

> “Dan dikatakan bahwa Makkah dinamai dengan ‘An-Nāsah’ (الناسة) dan ‘An-Nassāsah’ (النساسة) karena kekeringan dan kegersangannya.”

Maksudnya, pada masa dahulu Makkah dikenal sebagai daerah yang minim sumber air, tanahnya kering, dan curah hujannya sedikit. Oleh karena itu, salah satu nama Makkah adalah النساسة atau الناسة, yang menunjukkan kondisi geografisnya yang gersang dan tandus.

Namun demikian, meskipun secara alamiah Makkah merupakan lembah yang kering dan tidak memiliki banyak tanaman, Allah Ta’ala menjadikannya sebagai negeri yang dipenuhi keberkahan dan rezeki, sebagaimana doa Nabi Ibrahim alaihis salam:

> ﴿رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ﴾

“Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di sebuah lembah yang tidak memiliki tanaman di dekat rumah-Mu yang suci.”

(QS. Ibrahim: 37)

Dan Allah mengabulkan doa tersebut sehingga buah-buahan dan berbagai kebutuhan manusia didatangkan ke Makkah dari berbagai penjuru dunia.

Penutup

Keanekaragaman nama-nama Makkah menunjukkan kekayaan makna yang dimilikinya:

Makna geografis, karena posisinya yang berada di pusat bumi menurut sebagian pendapat ulama terdahulu.

Makna sejarah, karena ia termasuk kota tertua yang terus dihuni manusia.

Makna spiritual dan keimanan, karena di sanalah berdiri rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia.

Makna sosial dan kemanusiaan, karena ia menjadi titik pertemuan umat manusia dari berbagai bangsa dan bahasa.

Sejak zaman jahiliyah hingga masa kini, Makkah senantiasa hadir dalam syair Arab sebagai simbol kerinduan, keamanan, persatuan, dan ketenangan. Ia bukan sekadar sebuah kota, tetapi simbol keberadaan manusia yang mencari kedamaian, persaudaraan, dan kedekatan kepada Allah Ta’ala.

Referensi:

1. Dr. Muhammad Sayyid Ali Al-Ballasi, Asma’ Makkah wa Al-Madinah fi Al-Lisan Al-‘Arabi, Dar Al-Wala’ li At-Turats, cet. 1, 2003.

2. Majallat At-Tarikh Al-‘Arabi, Universitas Al-Azhar, edisi 32, Musim Gugur 1425 H / 2004 M.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button