Tatsqif

Khokhah Abu Bakar di Masjid Nabawi: Pintu yang tidak pernah tertutup atas perintah Nabi Muhammad ﷺ

Khokhah Abu Bakar di Masjid Nabawi: Pintu yang tidak pernah tertutup atas perintah Nabi Muhammad ﷺ

Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwarah menaungi banyak lokasi religius dan situs bersejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan hidup Nabi Muhammad ﷺ, Sang Nabi rahmat dan petunjuk. Tempat-tempat tersebut menjadi perhatian dan tujuan para peziarah yang datang ke kota Nabi ﷺ.

Di antara peninggalan bersejarah yang terdapat di Masjid Nabawi adalah “Khokhah Abu Bakar” (خوخة أبي بكر), yaitu sebuah pintu kecil yang Nabi ﷺ perintahkan agar tetap terbuka menuju masjid. Perintah ini beliau sampaikan dalam khutbahnya menjelang wafat beliau pada tahun 11 Hijriah.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri رضي الله عنه, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ duduk di atas mimbar lalu bersabda:
« إنَّ عَبْدًا خَيَّرَهُ اللَّهُ بيْنَ أنْ يُؤْتِيَهُ مِن زَهْرَةِ الدُّنْيا ما شاءَ، وبيْنَ ما عِنْدَهُ، فاخْتارَ ما عِنْدَهُ فَبَكَى أبو بَكْرٍ وقالَ: فَدَيْناكَ بآبائِنا وأُمَّهاتِنا، فَعَجِبْنا له، وقالَ النَّاسُ: انْظُرُوا إلى هذا الشَّيْخِ، يُخْبِرُ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ عن عَبْدٍ خَيَّرَهُ اللَّهُ بيْنَ أنْ يُؤْتِيَهُ مِن زَهْرَةِ الدُّنْيا، وبيْنَ ما عِنْدَهُ، وهو يقولُ: فَدَيْناكَ بآبائِنا وأُمَّهاتِنا، فَكانَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ هو المُخَيَّرَ، وكانَ أبو بَكْرٍ هو أعْلَمَنا به».
> “Sesungguhnya ada seorang hamba yang Allah beri pilihan antara diberi kenikmatan dunia sebanyak yang ia kehendaki atau memperoleh apa yang ada di sisi Allah, maka ia memilih apa yang ada di sisi Allah.”

Mendengar hal itu, Abu Bakar رضي الله عنه menangis seraya berkata:

> “Kami tebus engkau dengan ayah dan ibu kami.”

Abu Sa’id berkata:

> “Kami merasa heran melihat Abu Bakar, sementara orang-orang berkata: ‘Lihatlah orang tua ini! Rasulullah ﷺ mengabarkan tentang seorang hamba yang diberi pilihan antara dunia dan apa yang ada di sisi Allah, namun ia berkata: “Kami tebus engkau dengan ayah dan ibu kami.”‘ Ternyata Rasulullah ﷺ-lah hamba yang diberi pilihan itu, dan Abu Bakar adalah orang yang paling mengetahui maksud beliau di antara kami.”

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:
“إنَّ مِن أمَنِّ النَّاسِ عَلَيَّ في صُحْبَتِهِ ومالِهِ أبا بَكْرٍ، ولو كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا مِن أُمَّتي لاتَّخَذْتُ أبا بَكْرٍ، إلَّا خُلَّةَ الإسْلامِ، لا يَبْقَيَنَّ في المَسْجِدِ خَوْخَةٌ إلَّا خَوْخَةُ أبِي بَكْرٍ”.
> “Sesungguhnya orang yang paling besar jasanya kepadaku dalam persahabatan dan hartanya adalah Abu Bakar. Seandainya aku boleh mengambil seorang khalil (sahabat yang paling dekat) dari umatku, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai khalil. Akan tetapi yang ada adalah persaudaraan dan kasih sayang dalam Islam. Janganlah ada satu pun khokhah (pintu kecil) yang tetap terbuka menuju masjid kecuali khokhah Abu Bakar.

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bagaimana tidak demikian, sementara Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه adalah orang yang paling dekat dengan Nabi ﷺ, sahabat beliau dalam hijrah, dan merupakan manusia yang paling agung keimanannya serta paling besar pembenarannya terhadap risalah Nabi ﷺ di antara umat ini setelah para nabi.

Apa itu Khokhah?

Khokhah (الخَوْخَة) adalah sebuah pintu kecil, mirip jendela besar yang dipasangi pintu, yang dibuat sebagai penghubung antara dua bangunan atau dua rumah.

Adapun Khokhah Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه adalah pintu kecil yang dahulu menghubungkan rumah Abu Bakar dengan Masjid Nabawi. Lokasinya berada di bagian barat Masjid Nabawi, tepatnya setelah tiang terakhir dari area perluasan Masjid Nabawi yang dilakukan pada tahun ke-7 Hijriah.

Faedah dan Pelajaran

Khokhah Abu Bakar merupakan salah satu dalil yang menunjukkan keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه di atas seluruh sahabat lainnya.

Isyarat Nabi ﷺ untuk menutup seluruh pintu menuju masjid kecuali pintu Abu Bakar dipahami oleh banyak ulama sebagai salah satu petunjuk akan kekhalifahan Abu Bakar setelah wafatnya Rasulullah ﷺ.

Kisah ini menunjukkan kedalaman pemahaman Abu Bakar terhadap ucapan-ucapan Nabi ﷺ, sehingga beliau memahami isyarat wafat Nabi ﷺ ketika para sahabat lain belum memahaminya.

Bagi jamaah yang ingin memperoleh kesempatan shalat di saf-saf terdepan Masjid Nabawi, disarankan untuk masuk melalui Pintu Abu Bakar (باب أبي بكر) atau Pintu Nomor 2.

Kedua pintu ini berada di bagian selatan Masjid Nabawi dan termasuk akses yang paling dekat menuju area imam dan saf-saf depan. Oleh karena itu, jamaah yang datang lebih awal melalui pintu ini memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan tempat di barisan pertama atau beberapa saf terdepan.

Namun demikian, tetap perhatikan arahan petugas masjid dan kondisi kepadatan jamaah, terutama pada waktu-waktu ramai seperti Maghrib, Isya, dan Subuh.

Semoga bermanfaat

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button