Durus Minas Sirah – Abu Bakar dan Hijrah ke Habasyah
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 25
Abu Bakar dan Hijrah ke Habasyah
Ketika kaum Muslimin mendapat berbagai cobaan, Abu Bakar pun berangkat dengan maksud berhijrah ke Habasyah. Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan Ibnu Ad-Dughunnah yang bertanya, “Hendak ke mana engkau, wahai Abu Bakar?” Abu Bakar menjawab, “Kaumku telah mengusirku. Aku ingin pergi menjelajahi bumi agar dapat beribadah kepada Rabb-ku.” Ibnu Ad-Dughunnah berkata, “Orang sepertimu tidak sepantasnya pergi dan tidak sepantasnya diusir. Sesungguhnya engkau membantu orang yang tidak memiliki apa-apa, menyambung tali silaturahmi, meringankan beban orang yang tidak mampu mengurus urusannya, memuliakan tamu, dan menolong orang dalam menghadapi musibah demi menegakkan kebenaran. Aku akan memberikan perlindungan kepadamu. Kembalilah dan beribadahlah kepada Rabb-mu di negerimu sendiri.”
Abu Bakar pun kembali. Kaum Quraisy menerima jaminan perlindungan dari Ibnu Ad-Dughunnah. Namun, mereka berkata kepadanya, “Suruhlah Abu Bakar beribadah kepada Rabb-nya di dalam rumahnya. Biarkan ia shalat dan membaca apa saja yang ia kehendaki, tetapi jangan melakukannya secara terbuka. Kami khawatir ia akan memengaruhi anak-anak dan perempuan-perempuan kami.” Ibnu Ad-Dughunnah kemudian menyampaikan persyaratan itu kepada Abu Bakar. Maka Abu Bakar beribadah kepada Rabb-nya di dalam rumah, tanpa menampakkan shalat dan bacaan Al-Qur'annya kepada orang banyak.
Kemudian Abu Bakar mempunyai keinginan lain. Beliau membangun tempat shalat di halaman rumahnya dan mulai beribadah secara terbuka. Di tempat itu beliau melaksanakan shalat dan membaca Al-Qur'an. Para perempuan dan anak-anak kaum musyrikin pun berkumpul di sekitarnya; mereka merasa takjub dan memperhatikan beliau. Abu Bakar adalah seorang yang mudah menangis. Ketika membaca Al-Qur'an, beliau tidak mampu menahan air matanya. Keadaan tersebut membuat para pemuka Quraisy dari kalangan musyrikin merasa khawatir. Karena itu, mereka meminta Ibnu Ad-Dughunnah menegur Abu Bakar agar tidak menampakkan shalatnya kepada umum.
Ibnu Ad-Dughunnah lalu mendatangi Abu Bakar dan berkata, “Engkau mengetahui ketentuan perlindungan yang telah kusepakati denganmu. Maka pilihlah: engkau cukup melakukan apa yang telah disepakati, atau engkau mengembalikan jaminan perlindunganku. Sebab, aku tidak ingin bangsa Arab mendengar bahwa aku telah melanggar janji perlindungan yang kuberikan kepada seseorang.” Abu Bakar menjawab, “Sesungguhnya aku mengembalikan perlindunganmu kepadamu, dan aku ridha dengan perlindungan Allah.”