Durus Minas Sirah – Di Antara Teladan Pengorbanan
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 33
Di Antara Teladan Pengorbanan
Dalam hijrah Shuhaib Ar-Rumi radhiyallahu ‘anhu terdapat pelajaran yang sangat berharga tentang pengorbanan dan mendahulukan akhirat daripada dunia yang fana. Ia rela mengorbankan seluruh harta miliknya demi Allah dan Rasul-Nya ﷺ serta untuk menyusul kaum Muslimin di Madinah.
Ketika Shuhaib berangkat untuk berhijrah, penduduk Makkah mengejarnya dengan maksud menghalanginya. Maka, ia mengeluarkan empat puluh anak panah dari tempat penyimpanannya dan berkata, “Wahai kaum Quraisy! Demi Allah, kalian mengetahui bahwa aku termasuk orang yang paling mahir memanah dan paling tepat bidikannya. Demi Allah, kalian tidak akan dapat mendekatiku sampai aku menancapkan satu anak panah pada setiap orang di antara kalian. Setelah itu, barulah aku menggunakan pedang.”
Mereka berkata, “Dahulu engkau datang kepada kami di Makkah dalam keadaan miskin dan tidak berharta. Kemudian engkau menjadi kaya dan mencapai kedudukan seperti sekarang.”
Shuhaib pun berkata, “Bagaimana menurut kalian, jika aku menyerahkan hartaku kepada kalian, apakah kalian akan membiarkanku pergi?”
Mereka menjawab, “Ya.” Maka, Shuhaib menunjukkan tempat penyimpanan hartanya di Makkah. Mereka pun pergi mengambil harta tersebut dan membiarkannya melanjutkan hijrah.
Ketika Nabi ﷺ melihat Shuhaib datang, beliau menyambutnya dengan wajah berseri-seri dan penuh kegembiraan. Beliau bersabda, “Sungguh beruntung perniagaanmu, wahai Abu Yahya! Sungguh beruntung perniagaanmu, wahai Abu Yahya!” Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali. Benar, Shuhaib telah menebus keselamatan dirinya sebagai seorang mukmin demi meraih keridaan Allah dengan seluruh kekayaannya dan segala yang ia miliki. Ia sama sekali tidak menyesali hilangnya harta itu, selama ia telah mengorbankannya demi mencari rida Allah dan di jalan-Nya.