Durus Minas Sirah – Hijrah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 32
Hijrah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu
Umar bin Al-Khattab, ‘Ayyasy bin Abi Rabi‘ah, dan Hisyam bin Al-‘Ash bin Wa’il As-Sahmi radhiyallahu ‘anhum bersepakat untuk bertemu secara diam-diam di luar Makkah guna berhijrah ke Madinah. Akan tetapi, kaum musyrikin menangkap Hisyam dan menyiksanya hingga ia terpaksa meninggalkan agamanya.
Ketika Umar dan ‘Ayyasy telah sampai di Madinah, Abu Jahal dan Al-Harits bin Hisyam mendatangi ‘Ayyasy. Keduanya berkata, “Sesungguhnya ibumu telah bernazar tidak akan menyisir rambutnya dan tidak akan berteduh dari panas matahari sampai ia bertemu denganmu.” Berita itu terasa berat bagi ‘Ayyasy. Namun, Umar menyadari bahwa hal tersebut hanyalah tipu daya. Ia berkata, “Demi Allah, mereka tidak menginginkan apa pun selain memalingkanmu dari agamamu. Karena itu, waspadalah terhadap mereka!” ‘Ayyasy menjawab, “Aku ingin memenuhi sumpah ibuku. Lagi pula, aku masih mempunyai harta di sana yang ingin kuambil.” Umar pun berkata, “Engkau boleh mengambil setengah hartaku, tetapi jangan pergi bersama mereka berdua.” Meskipun demikian, ‘Ayyasy tetap bersikeras untuk berangkat. Akhirnya, Umar memberikan untanya kepada ‘Ayyasy agar ia dapat melarikan diri dengan unta itu jika diperlukan.
Dalam perjalanan kembali, kedua laki-laki itu memperdaya ‘Ayyasy. Mereka menyerangnya dan mengikatnya, kemudian membawanya masuk ke Makkah dan menyiksanya hingga ia terpaksa meninggalkan agamanya.
Ketika turun firman Allah Ta‘ala, “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (QS. Az-Zumar: 53), Umar radhiyallahu ‘anhu segera menyampaikan kabar gembira kepada Hisyam bin Al-‘Ash bahwa pintu tobat terbuka. Umar mengirimkan ayat-ayat tersebut kepadanya melalui selembar tulisan. Setelah membacanya, Hisyam bertobat dan berhijrah ke Madinah sebagai seorang Muslim. ‘Ayyasy kemudian menyusul setelah berhasil melarikan diri dari kaum Quraisy.