Sirah Nabawiyah

Durus Minas Sirah – Perjalanan Menuju Madinah

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah • Bagian 29

الطَّرِيقُ إِلَى الْمَدِينَةِ

Perjalanan Menuju Madinah

أَرْسَلَتْ قُرَيْشٌ الطَّلَبَ فِي كُلِّ جِهَةٍ، وَجَعَلُوا مِئَةَ نَاقَةٍ لِمَنْ يَأْتِي بِمُحَمَّدٍ ﷺ حَيًّا أَوْ مَيِّتًا، وَوَصَلَ الطَّلَبُ إِلَى بَابِ الْغَارِ الَّذِي يَخْتَبِئُ فِيهِ النَّبِيُّ ﷺ وَصَاحِبُهُ، حَتَّى لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ نَظَرَ إِلَى قَدَمَيْهِ لَرَآهُمَا، فَاشْتَدَّ حُزْنُ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ: «مَا ظَنُّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا؟ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا»، لَكِنِ الْقَوْمَ لَمْ يَرَوْهُمَا.

Kaum Quraisy mengerahkan orang-orang untuk mencari Nabi ﷺ ke segala penjuru. Mereka menjanjikan hadiah seratus ekor unta bagi siapa saja yang berhasil membawa Muhammad ﷺ, baik dalam keadaan hidup maupun mati. Para pencari itu bahkan sampai di mulut gua tempat Nabi ﷺ dan sahabat beliau bersembunyi. Seandainya salah seorang dari mereka melihat ke arah kedua kakinya, niscaya ia akan melihat keduanya. Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pun sangat mengkhawatirkan keselamatan Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda kepadanya, “Bagaimana menurutmu, wahai Abu Bakar, tentang dua orang yang Allah menjadi pihak ketiganya? Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” Namun, orang-orang itu tidak melihat keduanya.

مَكَثَ النَّبِيُّ ﷺ وَصَاحِبُهُ فِي الْغَارِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ، ثُمَّ انْطَلَقَا إِلَى الْمَدِينَةِ، وَكَانَ الطَّرِيقُ طَوِيلًا، وَالشَّمْسُ حَارِقَةً، وَفِي مَسَاءِ الْيَوْمِ الثَّانِي مَرَّا بِخَيْمَةِ رَجُلٍ يُقَالُ لَهُ أَبُو مَعْبَدٍ، فَطَلَبَا الطَّعَامَ وَالشَّرَابَ، فَلَمْ يَجِدَا عِنْدَهُ شَيْئًا، إِذْ لَمْ يَكُنْ فِي غَنَمِهِ شَيْءٌ مِنَ اللَّبَنِ.

Nabi ﷺ bersama sahabat beliau tinggal di dalam gua selama tiga hari, kemudian keduanya berangkat menuju Madinah. Perjalanan itu panjang dan terik matahari sangat menyengat. Pada petang hari kedua, keduanya melewati sebuah kemah milik seorang laki-laki bernama Abu Ma‘bad. Mereka meminta makanan dan minuman, tetapi tidak mendapatkan apa pun darinya karena kambing-kambing miliknya tidak menghasilkan susu.

فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِلَى إِحْدَاهَا، فَمَسَحَ ضَرْعَهَا فَدَرَّ الْحَلِيبُ، ثُمَّ حَلَبَهَا وَمَلَأَ إِنَاءً كَبِيرًا فَشَرِبُوا حَتَّى ارْتَوَوْا؛ فَلَمَّا رَأَى أَبُو مَعْبَدٍ ذَلِكَ، قَالَ: «أَنْتَ الَّذِي تَزْعُمُ قُرَيْشٌ أَنَّهُ صَابِئٌ؟» قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «إِنَّهُمْ يَقُولُونَ». قَالَ أَبُو مَعْبَدٍ: «أَشْهَدُ أَنَّ مَا جِئْتَ بِهِ حَقٌّ».

Rasulullah ﷺ kemudian mendekati salah seekor kambing tersebut dan mengusap ambingnya. Seketika susu pun mengalir. Beliau memerahnya hingga memenuhi sebuah wadah besar, lalu mereka minum sampai puas. Ketika Abu Ma‘bad menyaksikan peristiwa itu, ia bertanya, “Apakah engkau orang yang oleh Quraisy dituduh sebagai seorang yang meninggalkan agama kaumnya?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Begitulah yang mereka katakan.” Abu Ma‘bad berkata, “Aku bersaksi bahwa apa yang engkau bawa adalah kebenaran.”

ثُمَّ قَالَ: «أَتْبَعُكَ؟» قَالَ: «لَا، حَتَّى تَسْمَعَ أَنَّا قَدْ ظَهَرْنَا». وَوَاصَلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَصَاحِبُهُ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَيْرَهُمَا إِلَى الْمَدِينَةِ. وَحِينَ ظَهَرَ أَمْرُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، اتَّبَعَهُ أَبُو مَعْبَدٍ.

Kemudian Abu Ma‘bad bertanya, “Bolehkah aku mengikutimu?” Beliau menjawab, “Jangan dahulu, sampai engkau mendengar bahwa kami telah memperoleh kemenangan.” Rasulullah ﷺ bersama Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu pun meneruskan perjalanan ke Madinah. Ketika dakwah dan kedudukan Rasulullah ﷺ telah nyata dan kuat, Abu Ma‘bad pun mengikuti beliau.

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دروس من السيرة), pembahasan Aṭ-Ṭarīq ilā al-Madīnah (الطريق إلى المدينة), halaman 46 kitab (halaman 47 PDF). Tanda baca, harakat, dan pembagian pasangan paragraf disesuaikan untuk kemudahan membaca; catatan kaki sumber turut diterjemahkan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button