Motivasi Islami

Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus-menerus

Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus-menerus

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya: “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab:

«أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ»

“Yang paling kontinu, meskipun sedikit.”

(HR. al-Bukhari no. 6465 dan Muslim no. 782, lafaz milik Muslim)

Allah Ta‘ala menjadikan amalan-amalan salih itu bertingkat-tingkat keutamaannya. Dan yang paling utama adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus oleh pelakunya. Sebagaimana dalam hadis ini, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan bahwa Rasulullah ﷺ ditanya:

أَيُّ العَمَلِ أَحَبُّ إِلى اللَّهِ ؟، أي: ما أَفضَلُ الأعمال التي تُقرِّبُ مِنَ اللهِ عزَّ وجلَّ، وتكون سببًا في نَيلِ فَضْلِهِ وَثَوَابِهِ، فَقَالَ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّم: أَدْوَمُه وإنْ قَلَّ

 “Amalan apakah yang paling dicintai Allah?” — yakni: amalan apa yang paling besar nilainya, paling mendekatkan kepada Allah, dan menjadi sebab meraih keutamaan serta pahala-Nya.

Maka Rasulullah ﷺ menjawab: “Yang paling terus-menerus dikerjakan meski sedikit.”

Maksudnya: amalan terbaik adalah amalan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan oleh seseorang, meskipun bentuk ibadah yang ia rutinkan itu tampak kecil atau sederhana. Karena ketika ia terus-menerus melakukannya, amalan itu akan bertambah banyak dengan sendirinya, dan membuat pelakunya selalu terhubung dengan amal salih.

Hadis ini menegaskan bahwa amalan sedikit tetapi rutin lebih baik daripada banyak tetapi terputus.

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button