Apakah Salat di Raudhah Lebih Utama daripada di Tempat Lain di Masjid Nabawi?

*Apakah Salat di Raudhah Lebih Utama daripada di Tempat Lain di Masjid Nabawi?*
Siapa saja yang salat di bagian mana pun dari Masjid Nabawi, maka ia memperoleh keutamaan salat yang dilipatgandakan menjadi seribu kali lipat dibandingkan salat di masjid selainnya (kecuali Masjidil Haram). Keutamaan ini berlaku baik di Raudhah maupun di bagian lain Masjid Nabawi.
Akan tetapi, disunnahkan memperbanyak salat sunah, doa, dan zikir di Raudhah, selama tidak mengganggu atau berdesak-desakan dengan kaum muslimin. Salat sunah di Raudhah lebih utama karena adanya keutamaan khusus tempat tersebut.
Pertama: Apa itu Raudhah?
Raudhah adalah tempat yang terletak di antara rumah Nabi ﷺ (kini kamar beliau) dan mimbar beliau.
Keutamaannya disebutkan dalam hadis-hadis sahih.
Dalil Pertama
عن عبد الله بن زيد المازني رضي الله عنه أن رسول الله ﷺ قال:
> «مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ»
“Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga.”
HR. al-Bukhari no. 1195 dan Muslim no. 1390.
Dalil Kedua
وعن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله ﷺ قال:
> «مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي»
“Antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga, dan mimbarku berada di atas telagaku.”
HR. al-Bukhari no. 1196 dan Muslim no. 502.
Dalam riwayat Ahmad disebutkan:
> «إِنَّ مِنْبَرِي عَلَى تُرْعَةٍ مِنْ تُرَعِ الْجَنَّةِ، وَمَا بَيْنَ مِنْبَرِي وَحُجْرَتِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ»
“Sesungguhnya mimbarku berada di atas salah satu dataran tinggi surga, dan antara mimbarku dengan kamarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga.”
HR. Ahmad no. 9338; dinyatakan sahih oleh Syu’aib al-Arna’uth.
Kedua: Apa makna “Raudhah adalah taman surga”?
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,
> ذكروا في معناه قولين: أحدهما: أن ذلك الموضع بعينه يُنقل إلى الجنة، والثاني: أن العبادة فيه تؤدي إلى الجنة.
“Para ulama menjelaskan dua makna:
1. Tempat itu sendiri kelak akan dipindahkan ke surga.
2. Ibadah yang dilakukan di sana menjadi sebab masuk surga.”
Syarh Shahih Muslim (9/161).
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan,
> أن العبادة فيها تؤدي إلى الجنة… أو أنه روضة حقيقة ينقلها الله إلى الجنة يوم القيامة.
“Maksudnya bisa jadi ibadah di sana menjadi sebab masuk surga, atau memang tempat itu benar-benar akan dipindahkan ke surga pada hari kiamat.”
Fathul Bari (4/100).
Ketiga: Dianjurkan memperbanyak salat di Raudhah
Karena keutamaannya, para ulama menganjurkan memperbanyak salat sunah di Raudhah.
Dalil
يزيد بن أبي عبيد قال:
> «رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَتَحَرَّى الصَّلَاةَ عِنْدَهَا»
“Aku melihat Nabi ﷺ sengaja memilih tempat tersebut untuk salat.”
HR. al-Bukhari no. 502 dan Muslim no. 509.
Ibnu Batthal rahimahullah berkata,
> «إن ذلك الموضع للمصلي فيه والذاكر الله عنده كالعامل في روضة من رياض الجنة، وأن ذلك يقود إلى الجنة.»
“Orang yang salat dan berzikir di tempat tersebut seperti berada di salah satu taman surga, dan amalan itu menjadi sebab masuk surga.”
Syarh Shahih al-Bukhari (3/184).
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,
> «ويستحب أن يكثر من صلاة النافلة في الروضة الشريفة؛ لما سبق من الحديث الصحيح في فضلها.»
“Disunnahkan memperbanyak salat sunah di Raudhah karena hadis-hadis sahih yang menjelaskan keutamaannya.”
Majmu’ Fatawa Ibnu Baz (16/103).
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata,
> «وينبغي أن يتحرى الصلاة في الروضة إن تيسر له… وإن لم يتيسر له صلى في أي جهة من المسجد.»
“Hendaknya seseorang berusaha salat di Raudhah apabila memungkinkan. Jika tidak memungkinkan, maka salatlah di bagian mana pun dari Masjid Nabawi.”
Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin (24/344).
Keempat: Untuk salat berjamaah, saf pertama lebih utama
Keutamaan Raudhah tidak mengalahkan keutamaan saf pertama dalam salat berjamaah.
Dalil
قال رسول الله ﷺ:
> «لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا»
“Seandainya manusia mengetahui keutamaan azan dan saf pertama, lalu mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka akan mengundi untuk mendapatkannya.”
HR. al-Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437.
Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,
> «ولكن لا يبقى فيها وقت الصلاة ويترك الصفوف المقدمة.»
“Jangan sampai seseorang tetap berada di Raudhah ketika salat berjamaah sehingga meninggalkan saf-saf terdepan.”
Al-Hulal al-Ibriziyyah (1/360).
Kelima: Apakah pahala seribu kali lipat hanya berlaku di Raudhah?
Tidak.
Keutamaan salat seribu kali lipat berlaku untuk seluruh Masjid Nabawi, bukan hanya Raudhah.
Dalil
قال رسول الله ﷺ:
> «صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ»
“Salat di masjidku ini lebih utama daripada seribu salat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram.”
HR. al-Bukhari no. 1190 (dalam riwayat lain no. 1133) dan Muslim no. 1394.
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,
> «والمسجد النبوي حكمه واحد في الثواب، حتى التوسعات التي طرأت عليه حكمها حكم الأصل في الثواب.»
“Hukum seluruh Masjid Nabawi dalam hal pahala adalah sama, termasuk seluruh perluasan masjid; semuanya memiliki pahala yang sama seperti bangunan aslinya.”
Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin (23/422).
Kesimpulan
1. Pahala salat seribu kali lipat berlaku di seluruh Masjid Nabawi, bukan hanya di Raudhah.
2. Raudhah memiliki keutamaan khusus, sehingga dianjurkan memperbanyak salat sunah, doa, dan zikir di sana.
3. Saat salat berjamaah, saf pertama lebih utama daripada mengejar tempat di Raudhah.
4. Dianjurkan mendatangi Raudhah tanpa menyakiti, mendorong, atau berdesak-desakan dengan kaum muslimin.
Semoga bermanfaat.



