Mukhtashar Fi Tafsir: Hal 32
Al-Baqarah: 203
Berzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang berbilang, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah, dengan memperbanyak takbir, tahlil, dan zikir lainnya. Siapa yang ingin menyegerakan keberangkatan dari Mina setelah melontar jumrah pada tanggal 12, maka tidak ada dosa baginya, karena Allah memberikan keringanan. Siapa yang menunda hingga tanggal 13 untuk melontar jumrah pada hari itu, maka tidak ada dosa baginya pula. Bahkan itu lebih sempurna dan sesuai dengan amalan Nabi ﷺ.
Semua itu berlaku bagi orang yang bertakwa kepada Allah dalam hajinya, yaitu melaksanakannya sesuai dengan perintah Allah. Maka bertakwalah kepada Allah dengan menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa hanya kepada-Nyalah kalian akan dikumpulkan dan dikembalikan, lalu Dia akan membalas kalian sesuai amal perbuatan kalian.
Al-Baqarah: 204
Di antara manusia ada orang munafik yang ucapannya tentang kehidupan dunia memikat hatimu, wahai Nabi. Tutur katanya tampak indah sehingga engkau menyangka ia jujur dan tulus. Ia bahkan bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa apa yang ada di dalam hatinya adalah iman dan kebaikan. Padahal ia adalah orang yang paling keras dalam perseteruan dan paling kuat permusuhannya terhadap kaum Muslimin.
Al-Baqarah: 205
Apabila ia berpaling dan meninggalkanmu, ia berusaha keras di muka bumi untuk membuat kerusakan dengan melakukan kemaksiatan, merusak tanaman, dan membinasakan hewan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan di muka bumi dan tidak mencintai orang-orang yang membuat kerusakan.
Al-Baqarah: 206
Apabila orang yang membuat kerusakan itu dinasihati, “Bertakwalah kepada Allah dengan menghormati batas-batas-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya,” maka kesombongan dan keangkuhan menguasainya sehingga ia enggan kembali kepada kebenaran dan tetap bertahan dalam dosanya. Maka cukuplah baginya neraka Jahanam sebagai balasan, dan sungguh itu adalah seburuk-buruk tempat tinggal.
Al-Baqarah: 207
Di antara manusia ada pula orang mukmin yang menjual dirinya demi mencari keridaan Allah. Ia mengorbankan dirinya dalam ketaatan kepada Tuhannya dan berjihad di jalan-Nya. Allah Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya dan Maha Penyayang kepada mereka.
Al-Baqarah: 208
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan. Janganlah kalian mengambil sebagian ajaran dan meninggalkan sebagian lainnya sebagaimana dilakukan oleh Ahli Kitab yang beriman kepada sebagian kitab dan mengingkari sebagian yang lain. Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, karena ia adalah musuh yang nyata bagi kalian.
Al-Baqarah: 209
Jika kalian tergelincir dan menyimpang setelah datang kepada kalian dalil-dalil yang jelas dan tidak mengandung keraguan, maka ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa dalam kekuasaan dan penaklukan-Nya, lagi Mahabijaksana dalam pengaturan dan penetapan hukum-Nya. Karena itu takutlah kepada-Nya dan agungkanlah Dia.
Al-Baqarah: 210
Orang-orang yang mengikuti langkah setan dan menyimpang dari jalan kebenaran itu tidak menunggu kecuali kedatangan Allah kepada mereka pada hari Kiamat dengan cara yang sesuai dengan keagungan-Nya, dalam naungan awan, dan para malaikat pun datang mengelilingi mereka dari segala sisi. Saat itu keputusan telah ditetapkan dan perkara telah diselesaikan. Kepada Allah semata seluruh urusan makhluk dikembalikan.
Faedah ayat-ayat ini
- Takwa yang sejati bukan sekadar memperbanyak amal, tetapi dengan mengikuti dan berpegang teguh kepada petunjuk syariat secara menyeluruh.
- Menilai manusia tidak cukup dari penampilan dan kata-katanya saja, tetapi dari hakikat perbuatannya yang menunjukkan apa yang tersembunyi di dalam hatinya.
- Membuat kerusakan di muka bumi dalam bentuk apa pun merupakan sifat orang-orang yang sombong, dan Allah tidak menyukai kerusakan serta tidak mencintai pelakunya.
-
Seseorang tidak menjadi Muslim sejati sampai ia menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada agama ini dan menerimanya secara lahir maupun batin.