Mimbar Jumat

Khutbah Jumat: Dosa-Dosa Kecil Yang Diremehkan

 

Download Pdfnya Klik

Dosa-dosa Kecil Yang Diremehkan

Penulis:

Ustaz Fahmi Alfian, Lc., M.A.

(Kandidat Doktor Qassim University, KSA)

Khutbah pertama:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

أما بعد:﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ada sebuah pohon nan tinggi menjulang, tak tergoyahkan oleh angin kencang. Namun ternyata bisa tumbang oleh sekelompk rayap kecil yang tak terlihat, yang perlahan tetapi pasti menggerogoti dari dalam.

Ada juga bangunan besar yang berdiri tegak, bertahun-tahun kokoh menghadapi badai, tetapi runtuh karena sesuatu yang kecil yang mengikisnya sedikit demi sedikit. Bahkan ada batu yang keras, yang tak mampu dipecahkan oleh manusia kuat, tapi bisa berlubang hanya oleh tetesan air yang terus-menerus.

Semua ini adalah gambaran bagi sesuatu yang sering kita remehkan: dosa-dosa kecil yang tidak kita anggap wajar.

Mari bersama merenungkan sabda Nabi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam:

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ، فَإِنَّمَا مَثَلُ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ كَمَثَلِ قَوْمٍ نَزَلُوا بَطْنَ وَادٍ، فَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، وَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، حَتَّى حَمَلُوا مَا أَنْضَجُوا بِهِ خُبْزَهُمْ، وَإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ مَتَى يَأْخُذْ بِهَا صَاحِبُهَا تُهْلِكْهُ.

“Jauhilah dosa-dosa kecil yang diremehkan. Perumpamaannya ialah seperti suatu kaum yang singgah di lembah. Lalu masing-masing orang membawa sebatang ranting hingga terkumpul banyak, lalu dengan itu mereka menyalakan api untuk memasak roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa kecil itu, jika menumpuk pada seseorang, akan membinasakannya.”

Seperti orang yang mengumpulkan ranting demi ranting hingga menjadi api besar, demikian pula dosa yang kecil jika dikumpulkan dapat membakar pelakunya. Bukankah kebanyakan api besar bermula dari percikan kecil?

Wahai hamba Allah,

Seseorang mungkin mampu menjauhi dosa besar. Ia merasa benci terhadap perbuatan keji. Jika ia terjatuh, ia segera menyesal dan bertaubat. Namun di sisi lain, ia meremehkan dosa-dosa kecil yang Ia lakukan berulang kali setiap hari.

Ia tidak berzina, tetapi ia meremehkan pandangan haram padahal itu adalah zina mata.

Ia menjauhi riba yang jelas, tetapi tidak berhati-hati terhadap harta haram yang samar.

Ia tidak berniat berdusta atau menggunjing, namun lisannya mengucapkan kata-kata yang tidak dipikirkan sebelum diucapkan, yang bisa menjatuhkannya sejauh timur dan barat.

Di sinilah letak bahaya yang sesungguhnya.

Karena orang yang terbiasa dengan dosa kecil hari ini, akan mudah terjatuh ke dalam dosa besar esok hari. Pengulangan dosa akan menghilangkan rasa benci terhadap maksiat, hingga hati menjadi terbiasa, lalu berani melangkah lebih jauh.

Perhatikanlah setiap kejahatan besar. Hampir semuanya berawal dari hal kecil yang diremehkan.

Zina, misalnya, bukankah diawali dari pandangan?

Jika pandangan itu ditahan, niscaya langkah berikutnya pun mudah dihentikan. Namun ketika dibiarkan, ia berlanjut pada kata-kata, lalu pertemuan, hingga akhirnya terjatuh pada dosa besar.

Memang benar, dosa kecil dapat dihapus oleh amal shalih. Namun dosa kecil jika dilakukan dengan sikap meremehkan, ia menjadi besar di sisi Allah. Karena itu dikatakan:

لَا صَغِيرَةٌ مَعَ الْإِصْرَارِ.

“Tidak ada dosa kecil jika terus-menerus dilakukan.”

Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa ukuran dosa tidak hanya dilihat dari besar-kecilnya perbuatan, tetapi juga dari kondisi hati pelakunya.

Dosa besar bisa menjadi “ringan” jika diiringi rasa malu, takut, dan penyesalan yang dalam. Sebaliknya, dosa kecil bisa menjadi “berat” jika dilakukan dengan santai, tanpa rasa bersalah, bahkan diremehkan hingga bisa setara dengan dosa besar.

Beliau juga mengingatkan bahwa meremehkan dosa itu sendiri adalah dosa, sebagaimana membanggakan amal juga merupakan kesalahan. Orang yang benar-benar mengenal Allah akan selalu merasa amal baiknya masih sedikit, dan justru melihat dosa-dosanya sebagai sesuatu yang besar.

أَقُولُ هَذَا الْقَوْلَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah kedua:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أَمَّا بَعْدُ:

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Setiap dosa meninggalkan titik hitam yang jika terus bertambah akan menggelapkan hati. Hingga akhirnya seseorang tidak lagi merasa bersalah ketika bermaksiat.

Lihatlah perbedaan hati manusia:

Ada orang yang gelisah hanya karena satu kesalahan kecil.

Namun ada pula yang meninggalkan shalat, bahkan berulang kali, tanpa sedikit pun rasa bersalah.

Dahulu para salaf sangat sensitif terhadap dosa. Ada di antara mereka yang menangis hanya karena satu kesalahan kecil. Bandingkan dengan keadaan kita hari ini.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata,

“Seorang mukmin melihat dosanya seperti gunung yang ia takut akan menimpanya. Sedangkan orang fajir melihat dosanya seperti lalat yang hinggap di hidungnya, lalu Ia usir begitu saja.”

Wahai kaum muslimin,

Selamat dari dosa besar adalah kebaikan. Namun dosa kecil yang diabaikan bisa membinasakan jika menumpuk, jika tidak dihapus dengan taubat, dan jika tidak dihentikan.

Salah seorang sahabat berkata: “Sesungguhnya seseorang melakukan satu kebaikan, lalu ia bergantung padanya, namun ia melupakan dosa-dosa kecil, hingga Ia bertemu Allah dalam keadaan dikelilingi dosa-dosa itu.”

Di antara tipu daya setan ialah ketika ia tidak mampu menjerumuskan seseorang ke dalam dosa besar, ia akan menghias dosa kecil agar tampak sepele.

Ia berkata: “Tidak apa-apa, selama kamu menjauhi dosa besar.”

Lalu ia terus meremehkan dosa itu hingga seseorang terbiasa, dan akhirnya binasa.

Ketahuilah: Tidak ada dosa besar jika diiringi taubat.

Dan tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus.

Wahai saudaraku,

Taubat dari dosa besar, namun masih terus melakukan dosa kecil, adalah taubat yang belum sempurna. Jika kita ingin jujur dalam taubat, maka tinggalkan dosa dan juga jalan-jalan yang mengantarkan kepadanya.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Bergaul dengan pelaku maksiat, sering melihat kemungkaran, dan lupa bahwa Allah selalu mengawasi, semua itu membuat seseorang meremehkan dosa.

Di antara dosa kecil yang sering dianggap sepele misalnya:

  • Ucapan kotor, kata-kata kasar
  • Memanggil dengan julukan buruk
  • Candaan yang melampaui batas
  • Musik yang dianggap biasa
  • Pandangan haram yang dianggap biasa

Itu semua meninggalkan bekas di hati.

Berikut ini beberapa hal yang dapat membantu kita menjauhi dosa:

  1. Mengingat bahwa Allah selalu melihat
  2. Menyadari bahwa maksiat menggelapkan hati
  3. Meyakini bahwa meninggalkan dosa lebih menenangkan
  4. Menutup pintu-pintu yang mengarah pada maksiat

Ibnu Qayyim berkata: “Bersabar meninggalkan dosa Itu lebih ringan daripada bersabar menanggung akibat setelah melakukannya.”

Wahai saudaraku,

Jangan pernah meremehkan dosa. Hati itu lemah, dan setan mencari celah kelalaian.

Jika engkau terjatuh, segera Istigfar.

Iringi dengan kebaikan.

Perbanyak amal shalih, karena kebaikan akan menghapus keburukan.

Ya Allah, jagalah kami dari dosa-dosa, dan tutupilah aib kami, wahai Dzat Yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi.

Marilah kita bershalwat kepada baginda Nabi kita Muuhammad ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam sebagaimana Allah berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللَّهم َّاغْفِرِ للمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ، والمُؤْمِنِينَ والمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، دِقَّهَا وَجِلَّهَا، أَوَّلَهَا وَآخِرَهَا، سِرَّهَا وَعَلَانِيَتَهَا.

اللَّهُمَّ اعْصِمْنَا مِنَ الْمَعَاصِي، وَوَفِّقْنَا لِلتَّوْبَةِ الصَّادِقَةِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

عبادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُ اللَّهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ، قُوْمُوْا إِلَى صَلَاتِكُمْ.

markazinayahofficial

@markazinayah

t.me/markaz_inayah

@markazinayah

@markazinayah

add/markaz_inayah

pin.it/27A9yFJT5

@markazinayah

@markazinayah

www.markazinayah.com

+6285333345252

Fahmi Alfian, Lc., M.A.

Kandidat Doktor Sunnah, Qassim University, KSA.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button