Konsultasi

Bulan Rabi‘ul Awwal: Bulan Kelahiran, Hijrah, dan Wafatnya Rasulullah ﷺ

Artikel Islami

Nomor Fatwa: 194

Bulan Rabi‘ul Awwal: Bulan Kelahiran, Hijrah, dan Wafatnya Rasulullah ﷺ

Bulan Rabi‘ul Awwal memiliki keterikatan yang sangat erat dengan Rasulullah ﷺ. Pada bulan ini beliau dilahirkan, berhijrah, dan wafat. Cukuplah tiga peristiwa agung ini menjadikan Rabi‘ul Awwal bulan yang mengingatkan hati setiap muslim kepada al-Muṣṭafā ﷺ, sebab ia merupakan tonggak besar dalam kehidupan umat Islam, sejarah manusia, dan seluruh alam.

☷ Daftar Isi Artikel
  1. Kelahiran Rasulullah ﷺ
  2. Hijrah Nabi ﷺ
  3. Wafat Nabi ﷺ
  4. Penutup
  5. Ringkasan Jawaban
  6. Kapan Rasulullah ﷺ Dilahirkan?
  7. Perkataan Dr. Muhammad ath-Thayyib an-Najjar
  8. Hal yang Disepakati Mengenai Kelahiran Nabi ﷺ
  9. Tahun Kelahiran — Tahun Gajah
  10. Hari Kelahiran — Hari Senin
  11. Perselisihan Mengenai Tanggal Kelahiran Nabi ﷺ
  12. Pendapat 2 Rabiul Awal
  13. Pendapat 8 Rabiul Awal
  14. Pendapat 10 Rabiul Awal
  15. Pendapat 12 Rabiul Awal
  16. Pendapat 9 Rabiul Awal Berdasarkan Perhitungan Astronomi
  17. Kapan Rasulullah ﷺ Wafat?
  18. Kesimpulan Penting

Kelahiran Rasulullah ﷺ

Beliau dilahirkan pada hari Senin, bulan Rabi‘ul Awwal, tahun Gajah (‘Ām al-Fīl). Hal ini disepakati oleh para ulama, meski mereka berbeda pendapat mengenai tanggal pastinya:

Sebagian besar ulama berpendapat beliau lahir pada tanggal 12 Rabi‘ul Awwal, sebagaimana ditegaskan oleh Ibn Kathīr رحمه الله bahwa itu adalah pendapat jumhur ulama.

Ada yang berpendapat tanggal 2, ada yang mengatakan tanggal 8, dan ada pula yang berpendapat tanggal 9 Rabi‘ul Awwal.

Saat itu dunia berada dalam kegelapan jahiliyyah, sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis Muslim:

«إنَّ الله نظر إلى أهلِ الأرضِ، فمَقَتهم عربهم وعَجَمهم، إلَّا بقايا من أهل الكتاب»

“Sesungguhnya Allah melihat kepada penduduk bumi lalu membenci mereka, baik Arab maupun non-Arab, kecuali sisa-sisa dari Ahlul Kitab.”

(HR. Muslim)

Maka kelahiran beliau ﷺ merupakan cahaya, petunjuk, dan hadiah agung bagi seluruh alam.

Seorang penyair berkata:

وُلِدَ الهُدى فَالكائِناتُ ضِياءُ
وَفَمُ الزَمانِ تَبَسُّمٌ وَثَناءُ
الروحُ وَالمَلَأُ المَلائِكُ حَولَهُ
لِلدينِ وَالدُنيا بِهِ بُشَراءُ

“Telah lahir petunjuk, maka semesta pun bercahaya,
Mulut zaman tersenyum penuh pujian,
Ruh dan para malaikat mengelilinginya,
Menyampaikan kabar gembira bagi agama dan dunia.”

Ibn Sa‘d meriwayatkan, ketika Nabi ﷺ lahir, ibunya (Āminah) berkata: “Tatkala aku melahirkannya, keluarlah dariku cahaya yang menerangi istana-istana Syam.”

Abdul Muṭṭalib, kakek beliau, segera bergembira, membawanya masuk ke Ka‘bah, berdoa, bersyukur kepada Allah, lalu memberinya nama Muḥammad.

Rasulullah ﷺ pun mencintai hari kelahirannya. Dalam hadis riwayat Muslim dari Abū Qatādah رضي الله عنه, ketika beliau ditanya tentang puasa hari Senin, beliau menjawab:

«ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَأُنزِلَ عَلَيَّ فِيهِ»

“Itulah hari aku dilahirkan dan diturunkan wahyu kepadaku.”

(HR. Muslim)

Beliau berpuasa setiap Senin untuk memperingati kelahiran beliau, tetapi beliau tidak pernah merayakan tanggal kelahirannya secara khusus, tidak pula memerintahkan umatnya untuk merayakannya.

Kelahiran beliau ﷺ adalah peristiwa agung bagi seluruh umat manusia, penanda turunnya wahyu Allah untuk memperbaiki manusia, mengeluarkannya dari kegelapan menuju cahaya, dan menyeru kepada tauhid serta meninggalkan syirik.

Hijrah Nabi ﷺ

Pada bulan Rabi‘ul Awwal pula Rasulullah ﷺ berhijrah dari Makkah—tanah kelahirannya dan tempat beliau tumbuh besar—menuju Ṭayyibah (Madinah). Beliau meninggalkan Makkah karena gangguan kaumnya semakin berat hingga mereka berusaha membunuh beliau.

Beliau tiba di Madinah pada hari Senin, 12 Rabi‘ul Awwal. Disambut dengan penuh cinta oleh penduduknya, beliau membangun masjid, mendirikan negara Islam, dan mempersaudarakan kaum Muhājirīn dan Anṣār. Hijrah ini mengubah jalannya sejarah umat Islam dan dunia.

Wafat Nabi ﷺ

Pada tanggal 12 Rabi‘ul Awwal pula Rasulullah ﷺ wafat. Wafat beliau adalah musibah terbesar yang menimpa umat Islam hingga hari kiamat. Beliau bersabda:

«إذا أصابَ أحدُكم مصيبة فليذكر مصابَه بي؛ فإنَّها أعظمُ المصائبِ»

“Apabila salah seorang di antara kalian ditimpa musibah, maka hendaklah ia mengingat musibah karena wafatku, karena itu adalah musibah terbesar.”

Ibn Rajab رحمه الله berkata: “Ketika Rasulullah ﷺ wafat, kaum muslimin terguncang hebat: ada yang kehilangan akal, ada yang jatuh lemas tak kuasa berdiri, ada yang bisu tak sanggup berbicara, bahkan ada yang mengingkari wafat beliau.”

Dengan wafat beliau ﷺ, wahyu pun terputus, muncul fitnah riddah, dan menjadi awal dari berkurangnya kebaikan sebagaimana dikatakan Imam al-Qurṭubī رحمه الله.

‘Āisyah رضي الله عنها menggambarkan keadaan kaum muslimin setelah wafat beliau: “Mereka seperti domba yang kebasahan di malam yang dingin, karena kehilangan Nabi mereka.”

Anas رضي الله عنه berkata: “Pada hari ketika Rasulullah ﷺ masuk Madinah, segala sesuatu bersinar. Namun pada hari beliau wafat, segalanya menjadi gelap. Dan belum lagi tangan kami selesai menyingkirkan tanah dari tubuh beliau, hati kami telah terasa asing.”

Penutup

Tiga peristiwa agung ini—kelahiran, hijrah, dan wafat Rasulullah ﷺ—senantiasa mengingatkan kita kepada beliau, menumbuhkan kecintaan, kerinduan, dan dorongan untuk mengikuti sunnahnya. Kita mencintai beliau tanpa berlebihan sebagaimana Nasrani berlebihan dalam mencintai Nabi ‘Īsā عليه السلام. Kita mengikuti manhaj beliau tanpa membuat bid‘ah dalam agama.

اللهم صل وسلم على محمد عبدك ورسولك ونبيك ووليك وصفيك ونجيك ورضيك صلاةً وسلاماً دائمين متصلين إلى يوم الدين.

Ringkasan Jawaban

Di antara perkara yang disepakati mengenai kelahiran Rasulullah ﷺ adalah tahun dan harinya.

Adapun tahunnya, beliau ﷺ lahir pada Tahun Gajah (‘Āmul Fīl). Adapun harinya, beliau ﷺ lahir pada hari Senin.

Sedangkan yang diperselisihkan adalah bulan dan tanggal kelahiran beliau ﷺ. Terdapat banyak pendapat, di antaranya:

  • tanggal 2 Rabiul Awal,
  • tanggal 8 Rabiul Awal,
  • tanggal 10 Rabiul Awal,
  • tanggal 12 Rabiul Awal.

Adapun wafatnya Nabi kita Muhammad ﷺ, tidak ada perselisihan bahwa beliau wafat pada hari Senin. Tahun wafat beliau juga tidak diperselisihkan, yaitu tahun 11 H. Demikian pula tidak ada perselisihan bahwa beliau wafat pada bulan Rabiul Awal.

Kapan Rasulullah ﷺ Dilahirkan?

Para ahli sirah dan sejarah berbeda pendapat dalam menentukan tanggal dan bulan kelahiran Nabi ﷺ. Hal ini mempunyai sebab yang dapat dimengerti, karena ketika beliau dilahirkan, belum diketahui betapa besar kedudukan yang kelak akan dimiliki oleh bayi tersebut. Maka keadaan kelahiran beliau pada waktu itu seperti kelahiran bayi-bayi lainnya.

Karena itu, tidak seorang pun dapat memastikan dengan keyakinan mutlak mengenai tanggal persis kelahiran Rasulullah ﷺ.

Perkataan Dr. Muhammad ath-Thayyib an-Najjar رحمه الله

Beliau berkata:

ولعل السر في هذا الخلاف أنه حينما ولد لم يكن أحد يتوقع له مثل هذا الخطر، ومن أجل ذلك لم تتسلط عليه الأضواء منذ فجر حياته، فلما أذِن الله أن يبلغ الرسول صلى الله عليه وسلم دعوته بعد أربعين سنة من ميلاده: أخذ الناس يسترجعون الذكريات التي علقت بأذهانهم حول هذا النبي، ويتساءلون عن كل شاردة وواردة من تاريخه، وساعدهم على ذلك ما كان يرويه الرسول صلى الله عليه وسلم نفسه عن الأحداث التي مرت به أو مر هو بها منذ نشأته الأولى، وكذلك ما كان يرويه أصحابه والمتصلون به عن هذه الأحداث.
وبدأ المسلمون – حينئذٍ – يستوعبون كل ما يسمعون من تاريخ نبيهم صلى الله عليه وسلم لينقلوه إلى الناس على توالي العصور.

Artinya:

“Barangkali rahasia di balik perselisihan ini adalah bahwa ketika beliau dilahirkan, tidak seorang pun menduga bahwa beliau kelak akan memiliki kedudukan yang sedemikian agung. Karena itulah perhatian orang-orang belum tertuju kepada beliau sejak awal kehidupannya.

Ketika Allah mengizinkan Rasulullah ﷺ menyampaikan dakwah setelah empat puluh tahun sejak kelahirannya, orang-orang mulai mengingat kembali berbagai kenangan yang melekat dalam ingatan mereka mengenai Nabi ini. Mereka mulai menanyakan setiap perkara kecil maupun besar dari sejarah hidup beliau.

Hal itu juga dibantu oleh apa yang diceritakan Rasulullah ﷺ sendiri mengenai berbagai peristiwa yang beliau alami sejak awal kehidupannya, demikian pula apa yang diceritakan oleh para sahabat dan orang-orang yang berhubungan dengan beliau mengenai berbagai peristiwa tersebut.

Sejak saat itulah kaum muslimin mulai menghimpun segala sesuatu yang mereka dengar mengenai sejarah Nabi mereka ﷺ untuk disampaikan kepada manusia dari generasi ke generasi.”

Al-Qaul al-Mubīn fī Sīrati Sayyidil Mursalīn, hlm. 78.

Hal yang Disepakati Mengenai Kelahiran Nabi ﷺ

Di antara perkara yang disepakati mengenai kelahiran beliau ﷺ adalah tahun dan harinya.

Pertama: Tahun Kelahiran — Tahun Gajah

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

لَا خِلَافَ أَنَّهُ وُلِدَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِجَوْفِ مَكَّةَ، وَأَنَّ مَوْلِدَهُ كَانَ عَامَ الْفِيلِ.

“Tidak ada perselisihan bahwa Nabi ﷺ dilahirkan di Makkah dan bahwa kelahiran beliau terjadi pada Tahun Gajah.”

Zādul Ma‘ād fī Hadyi Khairil ‘Ibād, 1/76.

Muhammad bin Yusuf ash-Shalihi رحمه الله berkata:

قَالَ ابْنُ إِسْحَاقَ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى: عَامَ الْفِيلِ.

“Ibnu Ishaq رحمه الله berkata: Pada Tahun Gajah.”

Kemudian beliau menyebutkan:

قَالَ ابْنُ كَثِيرٍ: وَهُوَ الْمَشْهُورُ عِنْدَ الْجُمْهُورِ.

Ibnu Katsir berkata: “Dan inilah pendapat yang masyhur menurut mayoritas ulama.”

Beliau juga menukil perkataan Ibrahim bin al-Mundzir al-Hizami, guru Imam al-Bukhari:

وَهُوَ الَّذِي لَا يَشُكُّ فِيهِ أَحَدٌ مِنَ الْعُلَمَاءِ.

“Dan inilah perkara yang tidak diragukan oleh seorang pun dari kalangan ulama.”

Bahkan Khalifah bin Khayyath, Ibnul Jazzar, Ibnu Dihyah, Ibnul Jauzi dan Ibnul Qayyim menukil adanya ijmak mengenai hal tersebut.

Subulul Hudā war-Rasyād, 1/334–335.

Dr. Akram Dhiya’ al-‘Umari berkata:

وَالْحَقُّ: أَنَّ الرِّوَايَاتِ الْمُخَالِفَةَ كُلَّهَا مَعْلُولَةُ الْأَسَانِيدِ، وَهِيَ تُفِيدُ أَنَّ مَوْلِدَهُ بَعْدَ الْفِيلِ بِعَشْرِ سَنَوَاتٍ، أَوْ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ سَنَةً، أَوْ أَرْبَعِينَ سَنَةً، وَقَدْ ذَهَبَ مُعْظَمُ الْعُلَمَاءِ إِلَى الْقَوْلِ بِمَوْلِدِهِ عَامَ الْفِيلِ، وَأَيَّدَتْهُمُ الدِّرَاسَةُ الْحَدِيثَةُ الَّتِي قَامَ بِهَا بَاحِثُونَ مُسْلِمُونَ وَمُسْتَشْرِقُونَ اعْتَبَرُوا عَامَ الْفِيلِ مُوَافِقًا لِلْعَامِ 570م، أَوْ 571م.

“Yang benar, seluruh riwayat yang menyelisihi pendapat tersebut memiliki cacat pada sanadnya. Riwayat-riwayat itu menyatakan bahwa kelahiran beliau terjadi sepuluh tahun, dua puluh tiga tahun, atau empat puluh tahun setelah Tahun Gajah.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa beliau dilahirkan pada Tahun Gajah. Pendapat mereka juga didukung oleh penelitian modern yang dilakukan para peneliti Muslim dan orientalis yang memperkirakan Tahun Gajah bertepatan dengan tahun 570 M atau 571 M.”

As-Sīrah an-Nabawiyyah ash-Shahīhah, 1/97.

Kedua: Hari Kelahiran — Hari Senin

Tidak diperselisihkan bahwa beliau ﷺ dilahirkan pada hari Senin.

Dari Abu Qatadah al-Anshari رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ ditanya mengenai puasa hari Senin. Beliau menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ – أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ -.

“Itulah hari ketika aku dilahirkan dan hari ketika aku diutus — atau diturunkan wahyu kepadaku — pada hari tersebut.”

HR. Muslim no. 1162.

Ibnu Katsir رحمه الله berkata:

وَأَبْعَدَ بَلْ أَخْطَأَ مَنْ قَالَ: وُلِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ لِسَبْعَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَبِيعِ الْأَوَّلِ.

“Pendapat yang sangat jauh, bahkan keliru, adalah pendapat yang mengatakan bahwa beliau dilahirkan pada hari Jumat, tanggal 17 Rabiul Awal.”

Ibnu Katsir kemudian menjelaskan bahwa Ibnu Dihyah melemahkan pendapat tersebut:

وَهُوَ جَدِيرٌ بِالتَّضْعِيفِ إِذْ هُوَ خِلَافُ النَّصِّ.

“Dan pendapat itu memang layak dilemahkan karena bertentangan dengan nash.”

As-Sīrah an-Nabawiyyah, 1/199.

Perselisihan Mengenai Tanggal Kelahiran Nabi ﷺ

Perselisihan para ulama terletak pada tanggal dan bulan kelahiran beliau ﷺ. Di antara pendapat yang terkenal adalah sebagai berikut.

Pendapat pertama: 2 Rabiul Awal

Ibnu Katsir رحمه الله berkata:

فَقِيلَ: لِلَيْلَتَيْنِ خَلَتَا مِنْهُ، قَالَهُ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ فِي “الِاسْتِيعَابِ”، وَرَوَاهُ الْوَاقِدِيُّ عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ نَجِيحِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَدَنِيِّ.

“Ada yang mengatakan bahwa beliau dilahirkan setelah berlalu dua malam dari Rabiul Awal. Pendapat ini disebutkan Ibnu Abdil Barr dalam al-Isti‘āb, dan diriwayatkan al-Waqidi dari Abu Ma‘syar Najih bin Abdurrahman al-Madani.”

As-Sīrah an-Nabawiyyah, 1/199.

Pendapat kedua: 8 Rabiul Awal

Ibnu Katsir رحمه الله berkata:

وَقِيلَ لِثَمَانٍ خَلَوْنَ مِنْهُ، حَكَاهُ الْحُمَيْدِيُّ عَنِ ابْنِ حَزْمٍ، وَرَوَاهُ مَالِكٌ وَعُقَيْلٌ وَيُونُسُ بْنُ يَزِيدَ وَغَيْرُهُمْ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، وَنَقَلَ ابْنُ عَبْدِ الْبَرِّ عَنْ أَصْحَابِ التَّارِيخِ أَنَّهُمْ صَحَّحُوهُ، وَقَطَعَ بِهِ الْحَافِظُ الْكَبِيرُ مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْخَوَارِزْمِيُّ، وَرَجَّحَهُ الْحَافِظُ أَبُو الْخَطَّابِ بْنُ دِحْيَةَ.

“Ada yang mengatakan tanggal 8 Rabiul Awal. Al-Humaidi menukilnya dari Ibnu Hazm. Pendapat tersebut juga diriwayatkan oleh Malik, ‘Uqail, Yunus bin Yazid dan selain mereka dari az-Zuhri, dari Muhammad bin Jubair bin Muth‘im.

Ibnu Abdil Barr menukil dari para ahli sejarah bahwa mereka menilai pendapat ini benar. Al-Hafizh Muhammad bin Musa al-Khawarizmi memastikan pendapat ini, dan al-Hafizh Abul Khaththab Ibnu Dihyah menguatkannya.”

As-Sīrah an-Nabawiyyah, 1/199.

Pendapat ketiga: 10 Rabiul Awal

Ibnu Katsir رحمه الله berkata:

وَقِيلَ: لِعَشْرٍ خَلَوْنَ مِنْهُ، نَقَلَهُ ابْنُ دِحْيَةَ فِي كِتَابِهِ، وَرَوَاهُ ابْنُ عَسَاكِرَ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الْبَاقِرِ، وَرَوَاهُ مُجَالِدٌ عَنِ الشَّعْبِيِّ.

“Ada pula yang mengatakan setelah berlalu sepuluh hari dari Rabiul Awal. Pendapat ini dinukil Ibnu Dihyah dalam kitabnya. Ibnu Asakir meriwayatkannya dari Abu Ja‘far al-Baqir, dan Mujalid meriwayatkannya dari asy-Sya‘bi.”

As-Sīrah an-Nabawiyyah, 1/199.

Pendapat keempat: 12 Rabiul Awal

Ini merupakan pendapat yang sangat masyhur.

Ibnu Katsir رحمه الله berkata:

وَقِيلَ: لِثِنْتَيْ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْهُ، نَصَّ عَلَيْهِ ابْنُ إِسْحَاقَ، وَرَوَاهُ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ فِي “مُصَنَّفِهِ” عَنْ عَفَّانَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ مِينَاءَ عَنْ جَابِرٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُمَا قَالَا: وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْفِيلِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ الثَّانِي عَشَرَ مِنْ شَهْرِ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ، وَفِيهِ بُعِثَ، وَفِيهِ عُرِجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ، وَفِيهِ هَاجَرَ، وَفِيهِ مَاتَ. وَهَذَا هُوَ الْمَشْهُورُ عِنْدَ الْجُمْهُورِ، وَاللَّهُ أَعْلَمُ.

“Ada yang mengatakan bahwa beliau dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal. Ibnu Ishaq menegaskan pendapat tersebut.

Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dalam Mushannaf-nya dari ‘Affan, dari Sa‘id bin Mina’, dari Jabir dan Ibnu Abbas رضي الله عنهم bahwa keduanya berkata:

‘Rasulullah ﷺ dilahirkan pada Tahun Gajah, pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal. Pada hari itu beliau diutus, pada hari itu beliau dimi‘rajkan ke langit, pada hari itu beliau berhijrah, dan pada hari itu beliau wafat.’

Dan inilah pendapat yang masyhur menurut mayoritas ulama. Allah lebih mengetahui.”

As-Sīrah an-Nabawiyyah, 1/199.

Ada pula yang berpendapat bahwa beliau dilahirkan pada bulan Ramadan, ada yang mengatakan bulan Safar, dan terdapat pendapat-pendapat lainnya.

Pendapat 9 Rabiul Awal Berdasarkan Perhitungan Astronomi

Penulis jawaban tersebut kemudian menyimpulkan bahwa pendapat terkuat mengenai kelahiran Nabi ﷺ berkisar antara 8 hingga 12 Rabiul Awal.

Sebagian ulama Muslim yang melakukan penelitian berdasarkan ilmu hisab dan astronomi berpendapat bahwa hari Senin bertepatan dengan tanggal 9 Rabiul Awal.

Tanggal tersebut diperkirakan bertepatan dengan 20 April 571 M.

Pendapat ini dipilih oleh sebagian penulis sirah kontemporer, di antaranya Muhammad al-Khudhari dan Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.

Abu al-Qasim as-Suhaili رحمه الله berkata:

وَأَهْلُ الْحِسَابِ يَقُولُونَ: وَافَقَ مَوْلِدُهُ مِنَ الشُّهُورِ الشَّمْسِيَّةِ نَيْسَانَ، فَكَانَتْ لِعِشْرِينَ مَضَتْ مِنْهُ.

“Para ahli hisab mengatakan bahwa kelahiran beliau, menurut kalender matahari, bertepatan dengan bulan Nisan (April), yaitu setelah berlalu dua puluh hari darinya.”

Ar-Raudh al-Unuf, 1/282.

Muhammad al-Khudhari رحمه الله berkata:

وَقَدْ حَقَّقَ الْمَرْحُومُ مَحْمُودُ بَاشَا الْفَلَكِيُّ أَنَّ ذَلِكَ كَانَ صَبِيحَةَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ تَاسِعَ رَبِيعِ الْأَوَّلِ الْمُوَافِقِ لِلْيَوْمِ الْعِشْرِينَ مِنْ أَبْرِيلَ / نَيْسَانَ، سَنَةَ 571 مِنَ الْمِيلَادِ.

“Almarhum Mahmud Basya al-Falaki telah melakukan penelitian dan menetapkan bahwa hal itu terjadi pada pagi hari Senin, 9 Rabiul Awal, yang bertepatan dengan 20 April tahun 571 M.”

Nūrul Yaqīn fī Sīrati Sayyidil Mursalīn, hlm. 9. Lihat pula Ar-Rahīq al-Makhtūm, hlm. 41.

Kapan Rasulullah ﷺ Wafat?

Adapun hari wafat Nabi Muhammad ﷺ, tidak ada perselisihan bahwa beliau wafat pada hari Senin.

Adapun riwayat dari Ibnu Qutaibah yang menyebutkan hari Rabu, maka hal tersebut tidak tepat. Kemungkinan yang dimaksud adalah bahwa Nabi ﷺ dimakamkan pada hari Rabu, dan hal ini benar.

Adapun tahun wafat beliau, tidak ada perselisihan bahwa beliau wafat pada tahun 11 Hijriah.

Demikian pula mengenai bulan wafat beliau, tidak ada perselisihan bahwa beliau wafat pada bulan Rabiul Awal.

Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai tanggal wafat beliau ﷺ:

  • Mayoritas berpendapat: 12 Rabiul Awal.
  • Al-Khawarizmi berpendapat: 1 Rabiul Awal.
  • Ibnu al-Kalbi dan Abu Mikhnaf berpendapat: 2 Rabiul Awal.
  • As-Suhaili cenderung kepada tanggal 2 Rabiul Awal.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله juga menguatkannya.

Pendapat yang masyhur menurut jumhur adalah bahwa Rasulullah ﷺ wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 H.

Rujukan: Ar-Raudh al-Unuf 4/439–440; As-Sīrah an-Nabawiyyah karya Ibnu Katsir 4/509; Fathul Bārī karya Ibnu Hajar 8/130.

Kesimpulan penting

Dari uraian tersebut dapat dibedakan antara perkara yang pasti dan yang diperselisihkan:

Yang disepakati: Rasulullah ﷺ lahir pada hari Senin, pada Tahun Gajah, di Makkah.

Yang diperselisihkan: tanggal persis kelahiran beliau. 12 Rabiul Awal adalah pendapat yang masyhur, tetapi bukan perkara yang disepakati. Ada pendapat kuat mengenai 8 Rabiul Awal, sedangkan penelitian hisab yang dinukil di atas menghasilkan Senin, 9 Rabiul Awal, sekitar 20 April 571 M.

والله أعلم
Wallahu a‘lam.

↑ Kembali ke atas

Berian Muntaqo Fatkhuri, Lc., M.A.

Kandidat Doktor, Qassim University, KSA. & Narasumber di https://chat.whatsapp.com/DdLUj6dLOnD9UlRoOiENpF?s=cl&p=a&mlu=4&ilr=4

Related Articles

Back to top button