Durus Minas Sirah – Cara-Cara Turunnya Wahyu
Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah
Cara-Cara Turunnya Wahyu
Wahyu memiliki berbagai cara dan bentuk. Salah satunya adalah mimpi yang benar. Mimpi para nabi ‘alaihimush-shalātu was-salām termasuk salah satu bentuk wahyu.
Cara lainnya adalah malaikat datang kepada Nabi ﷺ dalam rupa seorang laki-laki. Malaikat itu berbicara kepada beliau sehingga beliau menerima pesan yang disampaikannya sebagai wahyu. Dalam keadaan ini, orang-orang lain terkadang juga dapat melihat malaikat tersebut, sebagaimana telah terjadi beberapa kali kepada Nabi kita ﷺ.
Cara berikutnya adalah malaikat datang dalam wujud aslinya, sebagaimana Allah Ta‘ālā menciptakannya. Nabi ﷺ pun melihatnya dalam wujud tersebut, lalu malaikat menyampaikan kepada beliau wahyu yang Allah kehendaki. Peristiwa seperti ini hanya terjadi beberapa kali kepada Nabi kita ﷺ.
Ada pula cara ketika malaikat memasukkan wahyu dari Allah ke dalam benak (pikiran) dan hati Nabi ﷺ tanpa beliau melihat rupa malaikat itu. Cara seperti ini juga pernah dialami oleh Nabi kita ﷺ.
Terkadang malaikat datang menyampaikan wahyu kepada Nabi ﷺ dengan suara dan perkataan seperti denting lonceng. Keadaan ini termasuk bentuk penerimaan wahyu yang paling berat bagi beliau. Ketika wahyu datang dengan cara demikian, Nabi kita ﷺ berkeringat hingga keringat mengalir dari dahi beliau, meskipun pada hari yang sangat dingin. Apabila wahyu itu turun ketika beliau sedang menunggangi unta, unta beliau pun bersimpuh karenanya.
Wahyu juga dapat berupa firman Allah Ta‘ālā yang disampaikan langsung kepada Nabi ﷺ tanpa perantaraan malaikat, melainkan dari balik tabir, sebagaimana terjadi pada malam Isra.