Sirah Nabawiyah

Durus Minas Sirah – Ahlus Shuffah

Serial Terjemahan Kitab Durūs min as-Sīrah

أَهْلُ الصُّفَّةِ

Ahlus Shuffah — Para Penghuni Serambi Masjid Nabawi

الصُّفَّةُ: مَكَانٌ فِي مُؤَخَّرَةِ الْمَسْجِدِ النَّبَوِيِّ، فِي الرُّكْنِ الشَّمَالِيِّ الشَّرْقِيِّ مِنْهُ، أَمَرَ بِهِ ﷺ فَظُلِّلَ بِجَرِيدِ النَّخْلِ، وَأُطْلِقَ عَلَيْهِ اسْمُ الصُّفَّةِ.

Shuffah adalah sebuah tempat yang terletak di bagian belakang Masjid Nabawi, tepatnya di sudut timur laut masjid tersebut. Rasulullah ﷺ memerintahkan agar tempat itu diberi naungan menggunakan pelepah-pelepah pohon kurma. Tempat tersebut kemudian dikenal dengan nama Shuffah.

وَقَدْ أُعِدَّتِ الصُّفَّةُ لِنُزُولِ الْغُرَبَاءِ الْعُزَّابِ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْوَافِدِينَ الَّذِينَ لَا مَأْوَى لَهُمْ وَلَا أَهْلَ، فَكَانَ يَقِلُّ عَدَدُهُمْ حِينًا، وَيَكْثُرُ أَحْيَانًا، وَكَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَعَهَّدُهُمْ، وَيَزُورُهُمْ، وَيَتَفَقَّدُ أَحْوَالَهُمْ، وَيُكْثِرُ مُجَالَسَتَهُمْ.

Shuffah disediakan sebagai tempat tinggal bagi para pendatang yang belum menikah, baik dari kalangan Muhajirin maupun orang-orang yang datang ke Madinah, yang tidak memiliki tempat tinggal ataupun keluarga yang dapat menampung mereka. Jumlah penghuni Shuffah terkadang sedikit dan pada waktu lainnya bertambah banyak. Nabi ﷺ senantiasa memberikan perhatian kepada mereka. Beliau mengunjungi mereka, memeriksa keadaan serta kebutuhan mereka, dan sering duduk bersama mereka.

وَكَانَ الصَّحَابَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ يَأْخُذُ الْوَاحِدُ مِنْهُمُ الِاثْنَيْنِ وَالثَّلَاثَةَ مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ فَيُطْعِمُهُمْ فِي بَيْتِهِ، كَمَا كَانُوا يَأْتُونَ بِأَقْنَاءِ الرُّطَبِ وَيُعَلِّقُونَهَا فِي السَّقْفِ لِأَهْلِ الصُّفَّةِ حَتَّى يَأْكُلُوا مِنْهَا.

Para sahabat radhiyallahu ‘anhum juga memberikan perhatian besar kepada para penghuni Shuffah. Di antara mereka, ada yang membawa dua atau tiga orang penghuni Shuffah ke rumahnya untuk diberi makan. Para sahabat juga membawa tandan-tandan kurma segar, kemudian menggantungkannya pada bagian atap agar para penghuni Shuffah dapat mengambil dan memakannya.

وَكَانَ جُلُّ عَمَلِ أَهْلِ الصُّفَّةِ تَعَلُّمَ الْقُرْآنِ وَأَحْكَامِ الدِّينِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، فَإِذَا جَاءَتْ غَزْوَةٌ، خَرَجَ الْقَادِرُ مِنْهُمْ لِلْجِهَادِ فِيهَا.

Kegiatan utama para penghuni Shuffah adalah mempelajari Al-Qur’an dan hukum-hukum agama secara langsung dari Rasulullah ﷺ. Apabila terjadi suatu peperangan, orang-orang di antara mereka yang memiliki kemampuan akan ikut berangkat untuk berjihad dalam peperangan tersebut.

وَمِنْ أَشْهَرِ أَهْلِ الصُّفَّةِ الْمُنْقَطِعِينَ فِيهَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَهَذَا الِانْقِطَاعُ مَكَّنَهُ مِنْ تَلَقِّي الْكَثِيرِ مِنْ أَحَادِيثِ الرَّسُولِ ﷺ، كَمَا قَالَ عَنْ نَفْسِهِ حِينَ سَمِعَ النَّاسَ يَقُولُونَ: «أَكْثَرَ أَبُو هُرَيْرَةَ»، قَالَ: «إِنَّ إِخْوَانَنَا مِنَ الْمُهَاجِرِينَ كَانَ يَشْغَلُهُمُ الصَّفْقُ بِالْأَسْوَاقِ، وَإِنَّ إِخْوَانَنَا مِنَ الْأَنْصَارِ كَانَ يَشْغَلُهُمُ الْعَمَلُ فِي أَمْوَالِهِمْ، وَإِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ كَانَ يَلْزَمُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ بِشِبَعِ بَطْنِهِ، وَيَحْضُرُ مَا لَا يَحْضُرُونَ، وَيَحْفَظُ مَا لَا يَحْفَظُونَ».

Di antara penghuni Shuffah yang paling terkenal dan mengkhususkan dirinya untuk tinggal di tempat tersebut adalah Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Kesungguhannya dalam mendampingi Rasulullah ﷺ memungkinkan beliau menerima dan menghafal banyak hadis dari Rasulullah ﷺ. Sebagaimana yang pernah beliau sampaikan ketika mendengar orang-orang berkata, “Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadis.” Abu Hurairah menjelaskan: “Sesungguhnya saudara-saudara kami dari kalangan Muhajirin disibukkan oleh kegiatan jual beli di pasar, sedangkan saudara-saudara kami dari kalangan Ansar disibukkan oleh pekerjaan mengurus harta mereka. Adapun Abu Hurairah, ia senantiasa mendampingi Rasulullah ﷺ dengan mencukupkan diri pada makanan sekadar untuk mengenyangkan perutnya. Karena itu, ia dapat menghadiri berbagai kesempatan yang tidak dapat mereka hadiri, serta menghafal berbagai hal yang tidak sempat mereka hafalkan.”

Sumber: Durūs min as-Sīrah (دُرُوسٌ مِنَ السِّيرَةِ), pembahasan Ahl aṣ-Ṣuffah, halaman 55 kitab (PDF halaman 56).
Teks Arab diberi harakat untuk memudahkan pembacaan, disertai terjemahan bahasa Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button